Kunjungan Australia Pertama ke China Sejak 2019 Akan Dilakukan Menlu Penny Wong

ADVERTISEMENT

Kunjungan Australia Pertama ke China Sejak 2019 Akan Dilakukan Menlu Penny Wong

ABC Australia - detikNews
Senin, 19 Des 2022 12:34 WIB
Penny Wong menjadi menteri Australia pertama yang mengunjungi China dalam tiga tahun terakhir. (ABC News: Pedro Ribeiro)
Jakarta -

Rabu mendatang(21/12), Penny Wong akan menjadi menteri Australia pertama yang mengunjungi China sejak Beijing membekukan hubungan diplomatik dengan Australia.

Menteri Australia yang terakhir melakukan perjalanan ke China adalah Simon Birmingham pada November 2019.

Sejak Partai Buruh memenangkan Pemilu Australia Mei lalu, komunikasi telah dibuka kembali antara pemerintah dan Republik Rakyat China.

Perdana Menteri Anthony Albanese mengadakan pertemuan tatap muka dengan Presiden China Xi Jinping di KTT G20 Bali, November lalu.

Senator Wong sudah bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Majelis Umum PBB September lalu.

Perjalanan ke China dilakukannya untuk memenuhi undangan dari Republik Rakyat China untuk mengadakan Dialog Luar Negeri dan Strategis Australia-China keenam dengan Wang, yang terakhir diadakan pada tahun 2018.

Kunjungan ini bertepatan dengan peringatan 50 tahun pemerintah Australia, di bawah pimpinan PM Whitlam menjalin hubungan diplomatik dengan China.

Senator Birmingham mengatakan pihak oposisi menyambut baik berita tersebut.

"Australia dan China mendapat banyak keuntungan dari mendukung Indo-Pasifik yang stabil, makmur, dan terbuka, di mana kedaulatan negara dihormati dan tatanan berbasis aturan internasional dijunjung tinggi," bunyi pernyataannya.

"Hasil dari setiap dialog tercermin dari hasil yang dicapai."

Australia telah melobi China untuk membebaskan jurnalis Cheng Lei dan penulis Yang Hengjun yang ditahan, serta meminta pencabutan sanksi perdagangan senilai $20 miliar.

Senator Birmingham mengatakan keberhasilan kunjungan Senator Wong akan dinilai berdasarkan kesepakatan dalam memajukan keamanan regional dan penghormatan terhadap hukum internasional, serta tuntutan "transparansi yang lebih besar" pada isu-isu hak asasi manusia.

"Australia juga harus terus memohon agar China menggunakan pengaruhnya terhadap Rusia untuk mengakhiri invasi tidak bermoral dan ilegal ke Ukraina," katanya.

Dalam pernyataan bersama, PM Albanese dan Menteri Wong mengatakan perdagangan antar negara telah memberikan "manfaat yang signifikan".

"Australia mencari hubungan yang stabil dengan China; kami akan bekerja sama di mana memungkinkan, menyatakan tidak setuju bila harus dan mengedepankan kepentingan negara," kata keduanya.

Sementara itu Menteri Perdagangan Don Farrell belum mengadakan pertemuan dengan pihak China.

Diproduksi oleh Natasya Salim dari laporan dalam bahasa Inggris

Simak juga 'China Kembali Kewalahan Urus Jenazah Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT