Mencari Tempat Tinggal di Australia Sudah Seperti Cari Jodoh

ADVERTISEMENT

Mencari Tempat Tinggal di Australia Sudah Seperti Cari Jodoh

ABC Australia - detikNews
Senin, 12 Des 2022 17:16 WIB
Katharine Meinert sudah punya kerja di Gold Coast tetapi belum menemukan akomodasi jangka panjang. (Supplied: Katharine Meinert)
Jakarta -

Ketika Katharine Meinert pindah ke Gold Coast untuk bekerja, dia tidak menyangka akan sangat sulit menemukan tempat tinggal.

Pengalaman pertama perempuan asal Afrika Selatan di Australia malah disibukkan dengan perjuangan menemukan akomodasi di kawasan Gold Coast yang tiada akhirnya.

Padahal, dia sudah memiliki pekerjaan di industri perhotelan, sebuah industri yang bergantung pada pekerja internasional.

Bersama dengan banyak pendatang dari luar negeri dan penduduk lokal lainnya, Katharine akhirnya memilih untuk berbagi rumah dengan orang lain, daripada menyewa sendiri melalui agen properti.

Ia bergabung dengan platform khusus 'sharing' tempat tinggal.

"Ini mengingatkan saya pada Tinder," katanya.

Itu karena dalam aplikasi 'sharing' tempat tinggal,Katherine harus menelusuri semua profil yang ada, mencari yang kira-kira cocok dengannya.

Ia juga tentunya harus membuat profil dan calon 'housemate' nanti yang akan memilih.

"Saya telah mengirim begitu banyak pesan [dan] hanya sebagian kecil orang yang membalas."

'Kerap di-ghosting'

1

Perempuan asal Inggris, Georgia Haynes, memiliki pengalaman serupa.

Setelah tinggal di Melbourne dalam beberapa tahun terakhir, Georgia dan pasangan Spanyolnya, Juan Manuel Paramio Gonzalez, telah mengirim lebih dari 150 pesan di platform berbagi rumah, termasuk sejumlah grup Facebook untuk mendapat akomodasi.

"Ini seperti mimpi buruk," kata Georgia.

"Semuanya bikin stres, terutama harga sewa yang begitu tinggi, kami kerap di-ghosting," katanya.

Para pekerja internasional mengaku sejauh ini belum berhasil mendapat tempat tinggal.

Meski mereka merasa stres, tapi berbagi rumah dengan orang tak dikenal masih merupakan pilihan yang lebih mudah daripada menyewa rumah kosong melalui agen 'real estate'.

"Kami berusaha untuk tidak lewat agen properti," kata Georgia.

"Karena jika menyewa lewat agen,banyak dokumen dan persyaratan yang harus dipenuhi. Karena baru menginjakkan kaki di Australia, tidak bisa kami memenuhinya."

Permintaan yang tinggi

Menurut salah satu platform berbagi tempat tinggal, Flatmates.com.au, jumlah permintaan telah melebihi jumlah pasokan yang tersedia di aplikasinya, dengan perbandingan untuk satu kamar tersedia di seluruh Gold Coast, ada 17 orang yang meminatinya.

Tapi itu di beberapa tempat di pinggiran kota, angkanya jauh lebih tinggi.

Di Miami, misalnya,setidaknya ada 70 orang yang meminati setiap satu kamar yang tersedia di sana pada bulan Desember.

Persaingan yang ketat

Real Estate Institute of Queensland (REIQ) menemukan angka rumah kosong yang untuk disewa di Gold Coast untuk caturwulan Juni adalah 0,5 persen.

"Ini adalah angka yang paling ketat yang pernah ada," kata ketua REIQ di kawasan Gold Coast, Andrew Henderson.

"Pasokan pasar yang sangat terbatas, terutama untuk akomodasi dengan harga yang lebih terjangkau."

Persaingan yang ketat merugikan pekerja internasional yang baru tiba di Australia, karena tidak memiliki riwayat sewa Australia atau mungkin tidak memiliki slip gaji berbulan-bulan seperti yang disyaratkan.

"Harga sewa sudah naik, sehingga menyewakan kamar lain di rumah kepada orang lain telah menjadi cara untuk menutupi mahalnya harga sewa," kata Andrew.

Artikel ini diproduksi oleh Hellena Souisa dari ABC News.

(ita/ita)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT