'Banyak Warga Australia Terpukul dengan Pembebasan Umar Patek'

ADVERTISEMENT

'Banyak Warga Australia Terpukul dengan Pembebasan Umar Patek'

ABC Australia - detikNews
Kamis, 08 Des 2022 13:45 WIB
Umar Patek mendapatkan pembebasan bersyarat. (Reuters:Enny Nuraheni)
Canberra -

Menteri Dalam Negeri Australia mengatakan pembebasan Umar Patek menjadi "sebuah hari yang mengerikan bagi para korban" bom Bali.

Umar Patek, terpidana pembuat Bom Bali Umar Patek mendapat pembebasan bersyarat setelah menjalani lebih dari setengah hukuman 20 tahun penjara.

Ia membantu membuat bom mobil yang menewaskan 200 orang, termasuk 88 warga Australia, di klab malam.

Simon Quayle berada di Sari Club bersama tim 'football' saat malam itu terjadi.

Simon mengatakan dirinya percaya dengan sistem peradilan Indonesia, karena cepatnya otoritas hukum dan keamanan bertindak setelah serangan bom terjadi.

"Mungkin pendapat saya ini bukan pendapat kebanyakan orang, tapi saya sebenarnya tidak punya perasaan benci atau dendam dengan pembebasannya," ujar Simon kepada ABC Radio Perth.

"Saya merefleksikan sistem peradilan mereka, bagaimana dengan cepatnya bisa menangkap dan mengeksekusi atau memenjarakan orang-orang yang bertanggung jawab dalam bom Bali dan itu membuat saya merasa sangat aman."

"Ia sudah berubah, itu yang dikatakan pemerintah Indonesia."

Ada yang minta pemerintah Australia bersikap tegas

Peter Hughes, warga Australia lain yang menjadi korban bom mengaku tidak kaget dengan pembebasan Umar Patek.

Ia mengatakan pernyataan Umar Patek sudah melewati program deradikalisasi hanyalah sebuah "fantastis."

"Tidak mungkin dia sungguh-sungguh telah berubah," ujar Peter kepada ABC News.

"Bagaimana dia bisa [dideradikalisasi]?Orang ini adalah dalang yang mengatur semuanya bersama orang seperti [Abubakar]Bashir dan banyak orang lainnya," katanya.

"Ada sejarah orang-orang seperti dia ini. Mereka tak akan berhenti. Pembebasannya ini menggelikan," ucap Peter.

Peter bersama beberapa korban Bom Bali lainnya pernah datang ke Indonesia di tahun 2012 untuk memberikan kesaksian dalam persidangan Umar.

Kini dia mendesak Pemerintah Australia akan mengambil sikap tegas atas pembebasan bersyarat Umar Patek.

"Pemerintah Australia harus mengambil langkah untuk menyatakan kepada Presiden Indonesia bahwa hal ini tidak baik. Mereka perlu turun tangan," kata Peter.

"Kita tidak bisa mengubah apa yang akan dilakukan Pemerintah Indonesia kepada rakyatnya sendiri, tapi setidaknya kita bisa menyatakan sesuatu," ujarnya.

"Saya tidak mau jika [Pemerintah Australia]pasif. Saya mau disampaikan dengan tegas," tambahnya.

Tanggapan dari Pemerintah Australia

Juru bicara Menteri Luar Negeri Australia mengatakan "banyak warga Australia terpukul dengan pembebasan Umar Patek".

"Hari ini kita memikirkan mereka yang yang korban dan penyintas bom bali dan keluarganya," dalam pernyataan yang diterima ABC Indonesia.

"Kami sudah beberapa kali menyampaikan kekhawatiran kami terkait pembebasan Umar Patek kepada Pemerintah Indonesia."

"Pembebasan Umar Patek adalah urusan Pemerintah Indonesia dan proses hukum domestiknya, tetapi kami sudah meminta jaminan dari Pemerintah Indonesia jika ia akan terus diawasi dan dipantau, sesuai dengan pendekatan deradikalisasi Indonesia."

Sementara itu Menteri Dalam Negeri Australia Clare O'Neil mengatakan pembebasan Umar Patek menjadi "hari yang benar-benar mengerikan bagi para korban bom Bali".

"Saya rasa rakyat Australia harus benar-benar memikirkan para keluarga yang kehilangan orang yang mereka cintai," ujarnya di acara National Press Club.

"Yang terjadi di Bali benar-benar sebuah tragedi, jadi salah satu insiden teroris terburuk dalam sejarah Australia."

Ia juga mengatakan pemerintah Australia bersimpati sangat mendalam dengan para korban.

"Pandangan saya, tindakannya ini benar-benar tidak bisa dimaafkan dan benar-benar menjijikkan."

Ia juga mengatakan pemerintah Australia "sudah menyampaikan pandangan setegas dan sejelas mungkin dengan apa yang terjadi".

Meski bebas, Umar dikenakan wajib lapor

Umar Patek terbukti sebagai pembuat bom mobil yang menewaskan lebih dari 200 orang dalam serangan di klub malam di Bali, termasuk menewaskan 88 warga Australia.

Pemerintah Australia telah melobi agar terpidana ini menjalani hukumannya secara penuh (tanpa pembebasan bersyarat).

Perdana Menteri Anthony Albanese pada bulan Agustus menggambarkan rencana pembebasan Umar sebagai suatu tindakan yang "menjijikkan."

Namun Pemerintah Indonesia mengatakan sebagai terpidana, Umar telah memenuhi semua persyaratan untuk pembebasan bersyarat, setelah mendapatkan remisi karena berkelakuan baik.

"Syarat khusus yang telah dipenuhi Umar Patek adalah telah mengikuti program pembinaan deradikalisasi," jelas Juru Bicara Kementerian Hukum dan HAM Rika Aprianti dalam konferensi pers, Rabu (07/12).

Kepada ABC News, Rika menyebutkan bahwa Umar dikenakan wajib lapor seminggu sekali, kemudian sebulan sekali.

Dijelaskan, Umar akan tetap dalam status bebas bersyarat sampai tahun 2030 namun status ini dapat dicabut jika dia tidak melapor atau melakukan pelanggaran hukum.

Umar yang kini berusia 55 tahun memiliki nama asli Hisyam bin Alizein, merupakan anggota terkemuka kelompok Jemaah Islamiyah yang terkait dengan Al Qaeda, yang bertanggung jawab atas pengeboman di dua klub malam di Pantai Kuta.

Menurut Rika, Umar menerima pengurangan hukuman total 33 bulan, yang lazim diberikan kepada para narapidana pada hari-hari libur besar.

Terpidana teroris ini diberikan pengurangan lima bulan pada tanggal 17 Agustus lalu, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Rika menyebutkan bahwa Umar telah memenuhi persyaratan pembebasan bersyarat setelah menjalani dua pertiga dari masa hukumannya saat ini.

Pengadilan Negeri Jakarta Barat memvonis Umar setelah dinyatakan terbukti membuat bom mobil yang diledakkan oleh orang lain di luar Sari Club, beberapa saat setelah bom yang lebih kecil di tas punggungnya diledakkan oleh pelaku bom bunuh diri di dalam klub malam Paddy's.

Dia melarikan diri dari Bali sesaat sebelum serangan terjadi, bersembunyi selama sembilan tahun dalam pelarian, menjadikannya salah satu tersangka teroris paling dicari di Asia.

Diproduksi oleh Farid Ibrahim dari artikel ABC News yang selengkapnya dapat dibaca di sini.

Simak Video 'Jalan Kasus Umar Patek, Napiter Bom Bali 1 yang Kini Bebas Bersyarat':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/nvc)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT