Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di China Meluas, Terbesar Sejak 1989

ADVERTISEMENT

Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di China Meluas, Terbesar Sejak 1989

ABC Australia - detikNews
Senin, 28 Nov 2022 12:52 WIB
Warga Urumqi, China, melakukan aksi demonstrasi menentang pembatasan COVID saat memperingati korban kebakaran di sebuah kompleks perumahan. (Reuters:Thomas Peter)
Jakarta -

Selamat datang di hari Senin, 28 November, jadi pekan terakhir di bulan ini.

Dunia Hari Ini akan merangkum sejumlah aksi protes dan kerusuhan, yang sayangnya terjadi dalam 24 jam terakhir di berbagai negara.

Aksi demonstrasi dan unjuk rasa jarang terjadi di China, tapi meluasnya unjuk rasa yang terjadi sejak akhir pekan lalu menunjukkan warga China semakin berani menyuarakan penentangan terhadap pemerintahnya, termasuk soal aturan COVID yang ketat.

Demonstrasi meluas di China

Foto-foto dan video yang beredar di jejaring sosial menunjukkan para mahasiswa di Kota Nanjing dan Beijing melakukan aksi mengacung-acungkan selembar kertas kosong sebagai bentuk protes, juga untuk menghindari sensor dan penangkapan.

Aksi protes soal aturan COVID yang masih ketat, saat negara lain mulai melonggarkannya terjadi di Urumqi, Propinsi Xinjiang, sejak Jumat pekan lalu.

Warga meminta diakhirinya pembatasan COVID menyusul kematian 10 penghuni rumah susun dalam kebakaran saat para korban menjalani 'lockdown'.

Empat juta penduduk Urumqi selama ini telah menjalani lockdown terpanjang di China.

Di ibukota Beijing, sejumlah warga turun ke jalan melakukan protes serupa yang sebagian membuahkan hasil dengan diakhirinya pembatasan lebih awal dari yang dijadwalkan.

Brussels dilanda kerusuhan setelah Belgia Ditekuk Maroko

Kerusuhan terjadi Brussel, setelah Belgia ditekuk dengan skor 2-0 oleh Maroko dalam laga Piala Dunia Qatar, Minggu waktu setempat.

Polisi menahan puluhan orang setelah mengerahkan gas air mata dan water cannons untuk membubarkan massa, sementara para perusuh dilaporkan merusak dan membakar mobil-mobil yang terparkir di jalan.

Walikota Brussels Philippe Close meminta warga untuk menghindari pusat kota, sementara layanan angkutan umum mengalami gangguan.

Kerusuhan juga terjadi di Kota Antwerp dan Liege, serta menjalar ke Kota Rotterdam, Amsterdam dan Den Haag, Belanda.

Rusia tingkatkan serangan rudal ke Ukraina

Rusia terus melancarkan serangan rudal atas infrastruktur energi Ukraina sejak dua pekan terakhir dalam perang yang sudah berlangsung sembilan bulan.

Seorang pejabat Pentagon memperingatkan jika Moskow sedang berusaha menghabisi sistem pertahanan udara Ukraina yang sejauh ini mampu mencegah dominasi militer Rusia.

Awal bulan ini, AS telah mengirim Sistem Rudal Permukaan-ke-Udara Nasional (NASAMS), yang disebut Presiden Volodymyr Zelenskyy telah menembak jatuh "lebih dari 70 rudal dan 10 drone" Rusia.

Namun para pengamat menyebut sistem canggih seperti NASAMS terbukti memiliki keterbatasan pasokan dan kemampuan.

Al Shabaab kembali lancarkan serangan di Somalia

Kelompok ekstremis Al Shabaab mengaku bertanggung jawab atas serangan bersenjata di sebuah hotel di ibukota Somalia, Mogadishu.

Al Shabaab menyebut para pejuangnya menyerang hotel Villa Rose, yang memiliki restoran yang sering dikunjungi pejabat pemerintah dan terletak di dekat istana kepresidenan.

TV milik pemerintah melaporkan pasukan keamanan telah berhasil menyelamatkan para pejabat pemerintah dan warga masyarakat yang terjebak di sana, sebagian diselamatkan lewat jendela.

Bulan lalu, sedikitnya 120 orang tewas dalam dua serangan bom mobil di Mogadishu, yang diduga juga dilakukan oleh Al Shabaab.

Kelompok Al Shabaab dikenal menentang Pemerintah Somalia, yang didukung oleh pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika, dan berusaha mengambil alih kekuasaan untuk menegakkan hukum Syariah yang ketat.

Simak video 'Desak Presiden China Xi Jinping Mundur, Pedemo di Shanghai Ditangkap':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT