Dunia Hari Ini: Pendukung Tim Sepak Bola Australia Ricuh Saat Nonton Bareng Piala Dunia

ADVERTISEMENT

Dunia Hari Ini: Pendukung Tim Sepak Bola Australia Ricuh Saat Nonton Bareng Piala Dunia

ABC Australia - detikNews
Rabu, 23 Nov 2022 13:13 WIB
Sejumlah pendukung Timnas Australia berkumpul di alun-alun Kota Melbourne, Federation Square, untuk menyaksikan tim kesayangannya berlaga melawan Timnas Perancis pada Rabu (23/11) dinihari waktu setempat
Jakarta -

Sejumlah kejutan terjadi pada hari ketiga Piala Dunia Qatar, di antaranya Arab Saudi yang sukses menghancurkan favorit juara Argentina, serta Australia yang mencetak gol ke gawang Perancis di menit-menit awal sebelum bertekuk lutut dengan skor 4-1.

Sementara di Cianjur, regu penyelamat masih terus berupaya mencari korban yang diduga tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.

Inilah sejumlah informasi pilihan dari berbagai negara yang kami rangkum dalam Dunia Hari Ini, edisi Rabu, 23 November.

Pendukung Australia bikin keributan setelah kalah dari Prancis

Perkelahian dan pertikaian pecah di lapangan Federation Square di Melbourne saat nonton bareng, setelah suporter Australia melampiaskan rasa frustrasi mereka pada suporter Prancis.

Kerumunan suporter mendorong dan berteriak sembari melemparkan botol dan minuman menyusul kekalahan telak Socceroos 4-1 oleh juara bertahan dunia.

Pada awal laga, para pendukung ini merayakan kegembiraan setelah Socceroos mencetak gol mengejutkan ke gawang lawan, namun mereka kemudian kecewa setelah Prancis membalas dan akhirnya menang telak.

Peluang Socceroos untuk meraih tempat pertama atau kedua di Grup D, sehingga bisa lolos ke babak selanjutnya, kini menipis setelah rekan segrup Denmark dan Tunisia bermain imbang tanpa gol, meninggalkan Australia di posisi juru kunci.

Korban gempa Cianjur terus bertambah

Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika Indonesia, Dwikorita Karnawati mengatakan, banyaknya korban jiwa disebabkan oleh bangunan yang runtuh.

Hingga Selasa (22/11) kemarin jumlah korban tewas gempa Cianjur mencapai 268 orang.

Jumlah korban tewas meningkat karena lebih banyak mayat ditemukan di bawah reruntuhan bangunan,dan BNPB menyatakan 151 orang masih hilang, sementara 1.083 orang lainnya terluka.

Regu penyelamat masih berusaha mengevakuasi korban yang terperangkap di reruntuhan dan menemukan lebih banyak jenazah sehari setelah gempa dangkal berkekuatan 5,6 SR.

Ledakan bom mobil di Thailand tewaskan seorang polisi

Seorang perwira di Thailand Selatan tewas setelah bom mobil meledak di dalam kompleks polisi,Selasa (22/11).

Pelaku yang menyamar dengan berpakaian seperti petugas memarkir mobil berisi bahan peledak di dalam kompleks sebelum ledakan itu.

Sedikitnya 29 orang, termasuk petugas dan warga sipil, dirawat di rumah sakit karena luka-luka.

Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha menginstruksikan polisi dan badan keamanan terkait untuk meningkatkan langkah-langkah keselamatan bagi masyarakat.

Australia pantau pertemuan China dan negara Pasifik

Menteri Keamanan Publik China, Wang Xiaohong, menggelar pertemuan dengan sejumlah perwira polisi dan diplomat dari enam negara Pasifik, menandai tekad negara itu memperdalam hubungannya melalui penegakan hukum di kawasan.

Pertemuan itu dipantau secara ketat oleh para pejabat Australia yang mencemaskan ambisi Beijing di Pasifik, di saat Australia sendiri memperluas perluasan program pelatihan polisi di Kepulauan Solomon.

Dilaporkan bahwa pejabat polisi dari Kiribati, Fiji, Kepulauan Solomon, Vanuatu, Tonga, dan Papua Nugini hadir dalam pertemuan itu,sementara beberapa negara memutuskan untuk tidak mengirimkan menteri karena meningkatnya ketegangan strategis di kawasan.

Seorang sumber mengatakan Australia dan Selandia Baru telah meminta negara-negara Kepulauan Pasifik agar tidak mengirim menteri senior ke pertemuan itu.

(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT