Satu-satunya Surat Izin Mengemudi Ratu Elizabeth II Terjual Ratusan Juta Rupiah

ADVERTISEMENT

Satu-satunya Surat Izin Mengemudi Ratu Elizabeth II Terjual Ratusan Juta Rupiah

ABC Australia - detikNews
Jumat, 11 Nov 2022 12:43 WIB
SIM Ratu Elizabeth II telah dijual di lelang bersama foto, surat, dan beberapa kliping koran. (Supplied: Reeman Dansie Auctions)
Jakarta -

Surat izin mengemudi Ratu Elizabeth II terjual di lelang dengan harga lebih dari AU$12,000 (Rp120 juta).

Slip karton tersebut selama ini disimpan oleh guru mengemudinya, Mayor Violet Wellesley MBE dengan instruksi kartu tersebut hanya boleh dijual setelah sang Ratu meninggal dunia.

Dengan harga 6,800 pound sterling, SIM ini dijual bersama dokumen memorabilia keluarga kerajaan lainnya oleh juru lelang Reeman Dansie Rabu kemarin (09/11).

Tadinya kartu tersebut diperkirakan hanya akan terjual seharga 2,000 pound sterling.

Surat izin mengemudi militer sementara yang bertuliskan tanggal 1 Maret 1945 ini diberikan kepada Ratu Elizabeth sebelum naik takhta, tepatnya ketika masih menjadi montir di tahun terakhir Perang Dunia II.

Pada kartu tersebut tertulis nama "H.R.H Princess Elizabeth", dengan tingginya 162cm dan rambutnya yang berwarna coklat terang dengan warna mata biru.

Situs resmi keluarga kerajaan mengatakan Ratu Elizabeth tidak memerlukan SIM seperti warga lain pada umumnya. Ini merupakan "hak istimewa baginya seorang".

Karenanya, kartu SIM ini adalah satu-satunya yang pernah dimiliki Ratu Elizabeth. Ia bahkan tidak memerlukan paspor.

Violet Wellesley dulunya adalah sopir pengiriman dan guru mengemudi di Layanan Bantu Wilayah (ATS) saat Perang Dunia II.

Ia dipilih oleh Raja George VI untuk menjadi guru mengemudi Putri Elizabeth di tahun 1945.

Menurut juru lelang Reeman Dansie, ketika Mayor Wellesley meninggal di tahun 1971, ia mewariskan koleksi ini kepada pendampingnya.

Direktur rumah lelang James Grinter mengatakan kepada BBC dokumen tersebut "sangatlah spesial."

Bersama surat izin tersebut, terdapat beberapa foto, kliping berita koran tugas militer Ratu, dan sebuah surat dari Mayor Wellesley untuk juru tulis biografi kerajaan.

"Kesan yang Putri Elizabeth tinggalkan, dan saya mewakili semua pekerja, adalah persahabatan yang saling memahami dan sangat bahagia," tulisnya.

"Meski kehidupan tentara sangatlah baru bagi seseorang di posisinya, ia tidak pernah menyerah.

"Ia tetap meminta untuk diperlakukan seperti pekerja ATS biasa tanpa perlakuan istimewa.

"Dari dulu selalu ada yang bertanya, 'apakah Putri benar-benar bekerja di bawah mobil, mengganti ban, sampai badannya kotor seperti Anda semua?'

"Saya harus bilang ia tidak hanya berbaring di bawah mobil, tapi badannya memang sampai sangat kotor!"

Dalam lelang tersebut, terdapat juga gips tangan mantan Perdana Menteri Inggris Winston Churchill dan Putri Diana.

Diproduksi oleh Natasya Salim dari laporan dalam bahasa Inggris

(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT