Dunia Hari Ini: Perusahaan Layanan Asuransi Medibank Tolak Bayar Uang Tebusan Data

ADVERTISEMENT

Dunia Hari Ini: Perusahaan Layanan Asuransi Medibank Tolak Bayar Uang Tebusan Data

ABC Australia - detikNews
Senin, 07 Nov 2022 18:00 WIB
Medibank adalah salah satu perusahaan asuransi terbesar di Australia. (AAP: Stefan Postles)
Jakarta -

Mengawali pekan yang baru, Dunia Hari Ini dari ABC Indonesia kembali dengan berita dunia dalam 24 jam terakhir.

Inilah rangkuman kami untuk edisi Senin, 7 November 2022.

Medibank tidak akan membayar tebusan

Di Australia perusahaan layanan asuransi Medibank mengatakan tidak akan membayar uang tebusan kepada pihak yang telah mencuri data mereka lewat komputer.

Dalam penyelidikan beberapa pekan terakhir, Medibank mengatakan data dari 9,7 juta pelanggan dan mantan pelanggan sudah dicuri termasuk tanggal lahir, alamat dan informasi lainnya.

Jumlah tersebut terdiri dari 5,1 juta pelanggan Medibank, 2,8 juta pelanggan ahm (anak perusahaan Medibank), dan 1,8 juta pelanggan internasional.

CEO Medibank David Koczkar dalam pernyataannya menjelaskan mengapa uang tebusan ini tidak akan dibayar.

"Berdasarkan nasihat yang kami terima dari para pakar, kecil sekali kemungkinan dengan membayar tebusan data para pelanggan itu akan dikembalikan dan tidak akan disebarkan," katanya.

KTT perubahan iklim setuju diskusi kompensasi

Di Mesir, delegasi dari hampir 200 negara yang menghadiri KTT Perubahan Iklim PBB(COP 27) setuju untuk mendiskusikan kompensasi bagi negara-negara miskin yang mengalami kerugian karena pemanasan global.

Dalam konferensi di kawasan wisata Sharm el-Sheikh tersebut, untuk pertama kalinya agenda untuk membantu negara-negara yang mengalami masalah karena cuaca disetujui.

Ini karena beberapa peristiwa, termasuk banjir di Pakistan, telah menyebabkan kerugian ekonomi lebih dari $30 miliar dan ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal mereka.

"Masuknya agenda tersebut menggambarkan rasa solidaritas untuk para korban bencana karena perubahan iklim," kata Presiden COP27 Sameh Shoukry.

Sejauh ini baru dua negara kecil yang berjanji untuk menyumbang yaitu Denmark yang menawarkan $20,7 juta dan Skotlandia memberikan $3,5 juta.

Listrik mati di Ukraina selama musim dingin

Sementara itu wali kota ibu kota Ukraina Kyiv memperingatkan warga untuk bersiap menghadapi keadaan terburuk selama musim dingin bila Rusia terus menyerang fasilitas infrastruktur negara tersebut.

Karena itu bisa menyebabkan fasilitas seperti listrik, air atau penghangat ruangan tidak akan tersedia di musim dingin.

"Kami berusaha melakukan semua usaha untuk mencegah hal tersebut terjadi, namun jujur saja, musuh kita berusaha dengan segala daya agar kota ini tanpa pasok pemanasan, listrik dan air dan kita semua akan mati," kata Wali Kota Vitali Klitschko.

Hari Jumat lalu, Klitschko mengatakan 450 ribu warga tidak memiliki listrik di ibu tersebut dan meminta mereka untuk menghemat penggunaan.

Dalam pidato lewat video, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan hari Minggu sekitar 4,5 juta orang tidak memiliki pasok listrik.

Pesawat jatuh ke danau di Tanzania

Di Afrika sedikitnya 19 orang tewas ketika sebuah pesawat yang membawa 43 penumpang mendarat darurat di Danau Victoria di Tanzania ketika hendak mendarat di bandara di dekatnya.

Sebelumnya Precision Air mengatakan 26 dari 43 orang yang berada dalam pesawat berhasil diselamatkan dibawa ke rumah sakit.

Perdana Menteri Tanzania Kassim Majaliwa mengumumkan angka terbaru dari korban, yang sebelumnya mencatat tiga orang meninggal.

Menurut Majaliwa, kedua pilot yang awalnya selamat dan berbicara dengan petugas kemudian meninggal sebagai salah satu alasan jumlah korban meningkat.

Pesawat Precision Air itu terbang dari ibu kota Tanzania Dar es Salaam menuju ke Bukoba dan sebab kecelakaan masih belum diketahui.

Pekerja tambang Korea bertahan mengonsumsi kopi instan

Sementara itu, dua pekerja tambang bawah tanah di Korea Selatan berhasil diselamatkan setelah terjebak selama sembilan hari.

Kedua pekerja berusia 62 dan 56 tahun tersebut mampu bertahan hidup dari persediaan bubuk kopi instan dan air yang menetes dari langit-langit tambang tersebut.

Mereka berhasil diselamatkan hari Jumat malam (04/11)dari pertambangan timah murni di kota Bonghwa.

Mereka terjebak 26 Oktober lalu setelah tanah longsor menutupi pintu masuk ke lokasi mereka bekerja yang terletak 190 meter di bawah permukaan tanah.

Kondisi kesehatan kedua pekerja tersebut cukup baik dan diperkirakan akan bisa keluar dari rumah sakit dalam beberapa hari mendatang.

Sekian laporan Dunia Hari Ini, sampai jumpa di edisi selanjutnya!

(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT