Dunia Hari Ini: Mantan PM Pakistan Ditembak, Apakah Ada Upaya Pembunuhan?

ADVERTISEMENT

Dunia Hari Ini: Mantan PM Pakistan Ditembak, Apakah Ada Upaya Pembunuhan?

ABC Australia - detikNews
Jumat, 04 Nov 2022 13:09 WIB
Imrah Khan dalam keadaan stabil setelah terkena tembakan di bagian kakinya. (AP:Pakistan Tehreek-e-Insaf)
Jakarta -

Selamat datang kembali di Dunia Hari Ini!

Untuk edisi Jumat, 4 November 2022, kami sudah merangkum beberapa berita dari seluruh dunia.

Mari memulainya dari Pakistan.

'Usaha pembunuhan' mantan PM Pakistan

Dalam perjalanannya melakukan protes anti pemerintah, bagian kaki mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan ditembak ketika berada di kota Wazirabad, sekitar 200 km dari ibu kota Islamabad.

Menurut kubu Imran Khan, ini adalah usaha pembunuhan yang dilakukan oleh musuh-musuh politiknya.

Khan yang sedang dalam konvoi di hari keenam dalam perjalanan ke Islamabad, berdiri dan melambaikan tangan ke arah ribuan pendukungnya dari atap sebuah truk kontainer ketika terdengar suara tembakan.

Beberapa orang juga mengalami luka-luka dalam kejadian tersebut.

Menurut Menteri Informasi Pakistan Marriyum Aurangzeb seorang tersangka sudah ditahan.

"Ini jelas usaha pembunuhan. Khan terkena tembakan namun dia masih keadaan stabil. Terjadi banyak pendarahan," kataFawad Chaudhry, juru bicara partai Khan,Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) kepada Reuters.

"Seandainya penembaknya tidak dihentikan oleh orang-orang di sini, seluruh pemimpin PTI mungkin sudah terbunuh semua."

Indonesia masih menunggu kabar Putin tentang G-20

Di Jakarta, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi belum bisa memastikan apakah Presiden Rusia Vladimir Putin akan menghadiri KTT G-20 di Bali tanggal 15-16 November.

Menlu mengatakan persiapan KTT diwarnai berbagai masalah yang dihadapi dunia saat ini seperti krisis makanan dan energi akibat perang Rusia dengan Ukraina.

"Kita tunggu saja sampai hari pelaksanaannya," kata Menlu Retno.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden sudah dipastikan akan datang.

Sementara itu kehadiran Presiden Ukraina Zelensky juga belum dipastikan, namun pihaknya sempat menyerukan agar Rusia dikeluarkan dari G-20 dan undangan terhadap Putin ke Bali dibatalkan.

'Tidak ada pembuatan senjata nuklir' di Ukraina

Sementara itu Badan pengawas nuklir PBB tidak menemukan adanya kegiatan nuklir di tiga lokasi di Ukraina yang mereka kunjungi.

Kunjungan tersebut dilakukan atas permintaan Ukraina menyusul tuduhan dari Rusia bahwa di sana terdapat kegiatan perakitan "bom kotor".

Moskow berulang kali menuduh Ukraina berencana menggunakan "bom kotor"atau senjata konvensional yang diisi dengan bahan radioaktif tersebut.

Badan Tenaga Atom Internasional(IAEA) sudah mendatangi tiga lokasi, bukannya dua yang disebut oleh Rusia.

"Dalam beberapa hari terakhir, para inspektur melakukan kegiatan yang memang sudah direncanakan IAEA dan dari evaluasi yang ada kami tidak menemukan adanya pembuatan [senjata] nuklir dan bahan nuklir di lokasi tersebut," kata IAEA.

Kepulauan Solomon menerima kendaraan dari China

Di kawasan Pasifik, Kepulauan Solomon hari ini (04/11) akan mendapat bantuan setidaknya dua truk penyemprot air, yang bisa digunakan untuk membubarkan massa dan kendaraan lain, kepada kepolisian negara tersebut.

Kendaraan tersebut diserahkan dalam upacara hari Jumat pagi di Honiara yang dihadiri Perdana Menteri Manasseh Sogavare dan Dubes China untuk Kepulauan Solomon Li Ming.

Penyerahan terjadi hanya dua hari setelah Australia menyerahkan belasan senjata api semi otomatis dan 13 kendaraan kepada jajaran polisi yang sama dalam upacara serupa yang juga dihadiri PM Sogavare.

Belum jelas berapa kendaraan yang diberikan oleh China namun gambar yang diterima ABC menunjukkan dua truk penyemprot air dan lebih dari belasan kendaraan di halaman kantor polisi pusat di Honiara.

Buang air di lantai pesawat dari Bali ke Brisbane

Seorang pria asal Selandia Baru berusia 72 tahun telah dijatuhkan hukuman setelah membuka celana dan buang air kecil di lantai pesawat yang hendak mendarat dalam penerbangan dari Bali ke Brisbane hari Rabu (02/11).

Menurut polisi Federal Australia (AFP), pria tersebut menenggak beberapa botol kecil minuman anggur selama dalam perjalanan.

Pria tersebut disidang di pengadilan Brisbane hari Kamis (03/11) dan dijatuhi hukuman percobaan berperilaku baik selama 12 bulan.

"Perilaku ilegal atau anti-sosial tidak bisa diterima dalam keadaan apa pun, dan AFP tidak akan mentolerir ini di semua bandara Australia," kata Komandan AFP di Bandara Brisbane Mark Colbran.

"AFP berharap penumpang bertanggung jawab ketika minum alkohol. Keluarga dan penumpang lain berhak merasa aman."

Simak video 'Mantan PM Imran Khan Ditembak, Seorang Rekannya Tewas':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT