Pekerja Pabrik iPhone di China Berhamburan Keluar karena Ada Penularan COVID

ADVERTISEMENT

Pekerja Pabrik iPhone di China Berhamburan Keluar karena Ada Penularan COVID

ABC Australia - detikNews
Senin, 31 Okt 2022 14:25 WIB
Pekerja pabrik yang berhamburan meninggalkan pabrik Apple di China. (Supplied: Douyin)
Jakarta -

Pihak otoritas di kota Zhengzhou, China tengah, langsung menyusun rencana untuk mengisolasi para pekerja setelah ada wabah penularan COVID-19 di sebuah pabrik iPhone.

Sejumlah video yang beredar di internet menunjukkan bergerombolan orang-orang meninggalkan pabrik dan warga sekitar menawarkan makanan dan minuman untuk mereka.

Tapi tidak semua video dapat diverifikasi.

Keluarnya para pekerja secara beramai-ramai dari pabrik terjadi, setelah ada laporan jika operator pabrik, yakni Foxconn, meminta sejumlah pekerja untuk melakukan karantina karena ada penularan COVID-19 di lokasi pabrik.

Tidak jelas berapa banyak kasus COVID-19 yang tercatat, atau apakah ada aturan kesehatan yang sekarang diberlakukan di pabrik tersebut.

Diketahui ada sekitar 200.000 pekerja di pabrik tersebut.

Pabrik ini adalah salah satu pabrik produk Apple terbesar di China, yang merakit berbagai produk untuk Apple, termasuk untuk produksi iPhone 14 keluaran terbaru.

Minggu kemarin (30/10), Foxconn mengatakan mereka membiarkan para pekerjanya pergi dari pabrik.

Media lokal melaporkan para pekerja mengeluhkan kualitas makanan yang buruk dan kurangnya perawatan medis bagi mereka yang hasil tes COVID-nyapositif.

Sehari setelah beredarnya video-video dan para pekerja yang meninggalkan pabrik, Foxconn bersama pemerintah setempat mengatur transportasi bagi pekerja yang memilih untuk pulang.

Dalam sepekan terakhir hingga 29 Oktober, Zhengzhou melaporkan 167 kasus penularan lokal COVID-19, atau naik dari 97 kasus yang tercatat sepekan sebelumnya.

Kota-kota dekat Zhengzhou,termasuk Yuzhou, Changge dan Qinyang, mendesak pekerja Foxconn untuk melapor ke pihak berwenang setempat, sebelum mereka pulang.

Pekerja yang kembali kerja nantinya akan melakukan perjalanan "point-to-point" dengan kendaraan yang telah diatur. Mereka juga akan dikarantina pada saat kedatangan, seperti dijelaskan pihak berwenang di sebuah akun media sosial yang ditujukan kepada pekerja Zhengzhou Foxconn.

Di bawah kebijakan COVID-19 yang ketat di China, seluruh pemerintah daerah diminta untuk bertindak cepat dalam menangani wabah penularan, termasuk dengan menerapkan 'lockdown' dengan segera saat ada kasus ditemukan.

Pertengahan Oktober lalu, Foxconn sempat melarang semua orang untuk makan di kantin dan mengharuskan pekerja untuk makan di asrama.

"Kini pemerintah setuju untuk memperbolehkan mereka kembali makan di kantin demi meningkatkan kenyamanan dan kepuasan hidup karyawan," kata Foxconn kepada Reuters, Minggu kemarin.

Dalam unggahan di jejaring sosial, pemerintah setempat mengatakan Foxconn memberikan pesan kepada para pekerjanya untuk tetap di tempat mereka berada sampai ada kendaraan yang menjemput mereka.

"Tolong tetap di tempat Anda berada, staf dan kendaraan akan segera menghubungi Anda untuk melayani. Hati-hati agar tetap aman," kata pesannya.

"Jika Anda perlu kembali ke rumah, pastikan melapor ke desa setempat terlebih dahulu, dengan hasil tes negatif," kata pemerintah daerah Xihua dalam sebuah pernyataan.

"Untuk alasan keamanan, setelah kembali ke rumah,isolasi tujuh hari ditambah memantau kesehatan di rumah selama tiga hari akan diterapkan pada semua orang," kata pihak berwenang, yang juga menambahkan pekerja akan menanggung semua biaya karantina.

Reuters/AP/ABC

Simak laporannya dalam bahasa Inggris

(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT