Bantuan Asing untuk Pasifik Meningkat untuk Menopang Ekonomi yang Terguncang Pandemi

ADVERTISEMENT

Bantuan Asing untuk Pasifik Meningkat untuk Menopang Ekonomi yang Terguncang Pandemi

ABC Australia - detikNews
Senin, 31 Okt 2022 14:21 WIB
Bantuan pembangunan China ke Pasifik terus menurun sejak tahun 2016. (ABC News: Kurt Johnson)
Jakarta -

Data terbaru soal bantuan asing untuk negara-negara Pasifik mencapai titik tertinggi semasa pandemi COVID, di saat dana bantuan pembangunan dari China untuk kawasan tersebut menurun.

Temuan ini dimuat dalam laporan terbaru Lembaga Lowy Institute bernama Pacific Aid Map,yang menganalisa bantuan pembangunan yang disalurkan ke negara-negara Pasifik di tahun 2020.

Alexander Dayant, penulis laporan, mengatakan kepada ABC jika beberapa negara pemberi donor,khususnya lewat lembaga multilateral, bertindak cepat untuk membantu perekonomian Pasifik karena pandemi COVID-19 dan pembatasan perjalanan internasional.

"Ini mengesankan sekali dan menunjukkan bagaimana masyarakat internasional bereaksi dengan cepat terhadap dampak parah COVID di Pasifik," katanya.

Bantuan ABD melebihi Australia

Lowy Institute mengatakan negara-negara dan lembaga donor sudah mengucurkan sekitar AU$6,2 miliar di kawasan Pasifik pada tahun 2020, jauh lebih besar dari angka AU$4,5 miliar yang diberikan di tahun 2019.

Australia pernah menjadi negara pemberi bantuan terbesar bagi negara-negara Pasifik.

Laporan Pacific Aid Map memperkirakan Australia menghabiskan dana sekitar AU$1,4 miliar untuk Pasifik di tahun 2020, atau sekitar 29 persen dari keseluruhan bantuan asing yang diberikan.

Tapi di laporan tahun ini, Australia mulai tidak lagi jadi pemberi bantuan terbesar, karena lembaga Bank Pembangunan Asia (ADB) kini menjadi yang terbesar dengan bantuan AU$1,65 miliar, atau 34 persen dari keseluruhan.

Alexander mengatakan ADB meningkatkan tiga kali lipat bantuan ke kawasan Pasifik selama pandemi COVID-19, dengan menawarkan pinjaman kepada beberapa negara Pasifik agar perekonomian mereka tidak ambruk.

"Ini peningkatan pinjaman dan bantuan besar bagi anggaran negara-negara Pasifik," katanya.

"Ada penurunan dalam proyek-proyek non-COVID, karena banyak mitra pembangunan tidak bisa melaksanakan proyek mereka, karena pembatasan perjalanan dan protokol kesehatan yang diberlakukan," katanya.

"Ini berarti bantuan langsung untuk anggaran negara menjadi salah satu cara yang paling cepat untuk membantu keuangan dan sumber daya yang diperlukan negara-negara Pasifik saat itu."

Pemberi bantuan terbesar setelah Australia dan ABD adalah Jepang, Amerika Serikat dan Selandia Baru, yang masing-masing mengucurkan dana AU$477 juta, AU$375 juta dan AU$350 juta di tahun 2020.

China memberikan bantuan sebanyak $273 juta di tahun 2020, jumlah bantuan tahunan paling rendah, sejak Lowy mencatat bantuan asing ke kawasan Pasifik mulai tahun 2008.

Bantuan China terus menurun

Alexander mengatakan bantuan pembangunan dari China ke Pasifik terus menurun sejak tahun 2016.

"Ini terjadi di dua sisi, kebutuhan dan pasokan ," katanya.

"Dari sisi pasokan, perekonomian China mulai menurun sehingga dorongan semakin lemah bagi pemerintah China untuk memberikan utang atau membantu negara-negara lain di dunia.

"Dari segi kebutuhan, mungkin negara-negara Pasifik mulai sadar dengan kualitas dana bantuan China dan beberapa proyek infrastruktur yang dipertanyakan."

"Jadi ini berpengaruh terhadap minat negara-negara Pasifik dengan berbagai proyek tersebut."

Ia menambahkan utang dari China bagi proyek infrastruktur lebih mahal dan beberapa negara lain juga menawarkan pembiayaan pembangunan infrastruktur bagi negara-negara Pasifik.

"Di tahun 2020, peta pembiayaan infrastruktur berubah, lebih banyak pemain yang terlibat termasuk Australia," katanya.

"Jadi saya kira pada dasarnya membuat China lebih susah bersaing."

Namun China masih memberikan bantuan sebesar AU$50 juga untuk proyek di Kepulauan Solomon dan Kiribati, dua negara di kawasan Pasifik yang mengakui China ketimbang Taiwan.

Alexander mengatakan walau bantuan pembangunan penting selama pandemi COVID-19, beberapa negara Pasifik saat ini dalam situasi utang yang tinggi sekali, sehingga para donor harus memastikan utang itu tidak semakin bertambah.

"Karena situasi fiskal dan uang di Pasifik yang memburuk, penting sekali mitra pembangunan bertindak dengan hati-hati di Pasifik," katanya.

"Bantuan anggaran adalah alat yang bagus bagi mitra pembangunan untuk membantu kawasan Pasifik, terlebih kita mulai melihat pemulihan ekonomi di sana. Jadi dana yang sudah diinvestasikan akan memberi penghasilan lebih banyak lagi."

"Namun tindakan berhati-hati masih harus dilakukan bagi mereka yang ingin memberikan bantuan."

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dariABC News

(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT