Dunia Hari Ini: Selesaikan Pembelian Twitter, Elon Musk Langsung Pecat Beberapa Petingginya

ADVERTISEMENT

Dunia Hari Ini: Selesaikan Pembelian Twitter, Elon Musk Langsung Pecat Beberapa Petingginya

ABC Australia - detikNews
Jumat, 28 Okt 2022 11:29 WIB
Multimiliarder Elon Musk hari ini resmi menyelesaikan proses pembelian platform media sosial Twitter.
Jakarta -

Halo! Selamat Hari Sumpah Pemuda!

Tidak terasa, kita sudah hampir sampai di pengujung akhir pekan.

Sambil mikir-mikir enaknya weekend ini mau ngapain, silakan simak dulu sejumlah informasi pilihan dunia selama 24 jam terakhir yang sudah kami rangkumkan untuk Anda dalam Dunia Hari Ini, edisi 28 Oktober 2022.

Kita awali dari Amerika Serikat.

Elon Musk selesaikan akuisisi Twitter, pecat beberapa petinggi

Proses akuisisi Twitter senilai $44 miliar telah resmi diselesaikan oleh Elon Musk.

Sejumlah media di Amerika Serikat melaporkan, langkah pertama Elon setelah memfinalisasi pembelian itu adalah memecat puncak pimpinan media sosial itu, yang dia tuduh menyesatkannya terkait jumlah akun spam di platform tersebut.

Reuters melaporkan Musk memberhentikan CEO Twitter Parag Agrawal, kepala keuangan Ned Segal dan kepala urusan hukum dan kebijakan Vijaya Gadde.

Menurut Reuters, saat finalisasi akuisisi berlangsung, Parag Agrawal dan Ned Segal berada di markas Twitter dan mereka dikawal keluar.

The New York Times dan Washington Post melaporkan bahwa Musk juga telah memecat penasihat umum Sean Edgett.

Perempuan dan anak-anak Australia dipulangkan dari Suriah

Kelompok pertama perempuan dan anak-anak Australia yang ditahan di kamp di Suriah sejak jatuhnya kekuasaan kelompok Negara Islam tahun 2019 sekarang dalam perjalanan pulang ke Sydney.

ABC mendapat laporan bahwa empat perempuan dan 13 anak-anak sudah meninggalkan kamp tersebut kemarin sore dan melakukan perjalanan sejauh 30 kilometer ke perbatasan Irak sebelum naik pesawat pulang ke Australia.

Ini adalah langkah pertama untuk memulangkan semua warga Australia yang masih ditahan di sana.

Pemerintah Australia sebelumnya sudah melakukan tes DNA untuk membuktikan bahwa anak-anak tersebut adalah warga negara Australia.

Prancis minggu lalu memindahkan 40 perempuan dan 15 anak-anak dari kamp penahanan di Roj.

Israel dan Lebanon sepakati perbatasan laut

Setelah berseteru selama bertahun-tahun, Israel dan Lebanon akhirnya menandatangani kesepakatan maritim.

Perjanjian ini dimediasi oleh Amerika Serikat yang akan membuka jalan bagi eksplorasi energi di lepas pantai yang bisa membantu mengatasi krisis ekonomi di Lebanon.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan pelanggaran oleh kedua belah pihak, mengingat Israel dan Lebanon masih dalam dalam konflik, perwakilan AS disebut menjadi penjaminnya.

"Bila salah satu pihak melanggar, maka kedua belah pihak mengalami kerugian," kata Hochstein.

ASEAN belum sepakat soal Myanmar

Jika Israel dan Lebanon sudah sepakat, lain halnya dengan negara-negara Asia Tenggara.

Para menteri luar negeri ASEAN yang bertemu di Jakarta mengatakan usaha perdamaian di Myanmar belum mencapai titik kesepakatan.

Namun, mereka setuju untuk meningkatkan usaha mengakhiri kekerasan di sana.

Menteri luar negeri Indonesia, Retno Marsudi, mengaku kecewa atas tersendatnya proses ini di ASEAN.

"Bukannya maju, situasi yang ada sekarang ini malah memburuk," katanya.

Sejak kudeta militer bulan Februari 2021, ASEAN khawatir keadaan Myanmar bisa menciptakan ketidakstabilan di kawasan Asia Tenggara.

Awal pekan ini sekitar 80 orang warga etnis minoritas Kachin tewas dalam serangan militer Myanmar.

Sementara bulan Juli lalu militer Myanmar telah mengeksekusi tahanan politiknya.

Putin: Dunia dalam bahaya

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dunia saat ini berada di masa yang paling berbahaya sejak Perang Dunia kedua.

Dalam pidato di Valdai Discussion Club di Moskow, sebuah pertemuan para pakar mengenai Rusia, Putin mengatakan dia tidak menyesal mengirimkan tentara ke Ukraina.

Dia juga menuduh pihak Baratlah yang menyurut perang di Ukraina dan memainkan "pola geopolitik yang berbahaya, kotor dan berdarah" yang sudah menciptakan kekacauan di seluruh dunia.

"Masa bersejarah di mana dominasi Barat tidak terkalahkan dalam masalah dunia segera akan berakhir," kata Putin.

Bintang Arsenal ditusuk di Italia

Di Milan, Italia, satu orang dilaporkan tewas dan setidaknya lima orang lainnya, termasuk bintang sepak bola Arsenal, Pablo Mari, luka-luka dalam insiden penusukan di sebuah supermarket.

Media setempat melaporkan, penyerangnya berusia 46 tahun dan mengambil sebilah pisau dari rak sebelum secara membabi buta melakukan penusukan.

Pemain Arsenal Pablo Mori yang sedang dipinjamkan ke klub Italia Monza dilaporkan tidak terluka serius dan akan segera sembuh.

Menurut kantor berita Italia ANSA, seorang staf supermarket yang berkewarganegaraan Bolivia meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit dan tiga korban lainnya dalam keadaan kritis.

Pelaku penusukan telah ditangkap namun motif serangan belum diketahui.

(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT