Pemerintah ACT Dekriminalisasi Narkoba Seperti Heroin-Kokain dalam Jumlah Kecil

ADVERTISEMENT

Pemerintah ACT Dekriminalisasi Narkoba Seperti Heroin-Kokain dalam Jumlah Kecil

ABC Australia - detikNews
Sabtu, 22 Okt 2022 09:07 WIB
Pemerintah ACT telah mendekriminalisasi sejumlah kecil obat-obatan terlarang seperti kokain dan heroin. (ABC News: Robert Koenig-Luck)
Canberra -

Kawasan Ibukota Australia, dikenal dengan sebutan ACT, menjadi yurisdiksi pertama di Australia yang mendekriminalisasi sejumlah kecil obat-obatan terlarang.

Sesuai dengan aturan terbaru, warga yang tertangkap memiliki narkoba jenis tertentu sebagai "milik pribadi" dengan jumlah lebih sedikit dari jumlah penjualan pada umumnya, akan dikenakan denda, tanpa sanksi pidana dan dirujuk ke konseling.

Undang-undang yang berlaku sekitar 12 bulan lagi tersebut adalah untuk jenis narkoba seperti heroin, kokain dan amfetamin.

Pengesahan UU tersebut dilakukan berdasarkan rekomendasi parlemen setempat, setelah topik ini dibahas oleh Michael Pettersson dari Partai Buruh tahun lalu.

Hukuman bagi kepemilikan sejumlah kecil narkoba yang sudah didekriminalisasi tersebut adalah denda A$ 100 (Rp 1 juta), yang tidak perlu dibayar jika pihak bersangkutan memilih untuk menghadiri kelas konseling untuk bisa terbebas dari narkoba.

Jenis narkoba Metadon dan LSD diusulkan untuk direformasi, namun tidak dimasukkan dalam rancangan undang-undang.

Hukuman penjara maksimal untuk kepemilikan jenis narkoba lain yang tidak masuk daftar dekriminalisasi, juga telah dikurangi menjadi enam bulan.

Sebelum reformasi ini,hukuman maksimal kepemilikan narkoba adalah penjara selama dua tahun.

Program diversi atau denda sebelumnya tidak berlaku bagi kepemilikan narkoba.

Penyertaan metamfetamina dalam daftar reformasi UU ini dianggap kontroversial, namun Michael Pettersson mengatakan narkoba tersebut sangat dibutuhkan untuk keperluan kesehatan.

"Mereka yang menggunakan narkoba memiliki risiko [kesehatan dan mental] dan beberapa narkoba menyebabkan lebih banyak kerusakan dari yang lain," katanya.

"Kalau orang memakai obat seperti metamfetamina, kami harus pastikan untuk tidak mengkriminalisasi mereka dan memudahkan mereka untuk mengakses dukungan yang mungkin dibutuhkan."

Walau UU terkait kepemilikan narkoba sudah direformasi, polisi masih bisa menangkap bandar dan menghentikan perdagangan narkoba di Canberra.

Bukan untuk mendorong pakai narkoba

Menteri Kesehatan di ACT, Rachel Stephen-Smith, mengatakan reformasi ini bertujuan untuk mengurangi dampak negatif dari narkoba.

Menurutnya keputusan ini merupakan permintaan mantan pemakai narkoba, alkohol dan lainnya, serta kelompok advokat Reformasi Hukum Narkoba Keluarga dan Teman (FFDLR).

"Kita tahu ACT memiliki komunitas yang progresif dan mendukung perubahan berbasis data, termasuk bukti di lapangan untuk mendukung dekriminalisasi kepemilikan narkoba dalam jumlah kecil," katanya.

"Kami tahu menggunakan narkoba untuk masalah kesehatan bukan kriminal, bukan hanya akan mengurangi dampak negatif bagi pemakai namun juga membantu menciptakan komunitas yang aman."

Rachel mengatakan perubahan aturan ini bukan berarti mendorong orang untuk memakai narkoba dan tidak memfasilitasi bandar atau penjualan narkoba dengan reformasi ini.

"Yang kami lakukan adalah memastikan orang-orang yang memiliki narkoba dalam jumlah kecil untuk keperluan pribadi ditangani dengan pendekatan kesehatan, bukan kriminal," katanya.

Partai oposisi menentang

Partai Liberal Canberra, yang menyuarakan penolakan sejak UU ini masih dalam rancangan,meminta agar aturan tersebut dicabut.

Ketua partai Jeremy Hanson mengatakan "reformasi radikal" ini akan memunculkan masalah baru dan memperparah yang sudah ada.

"UU ini akan memperbanyak tindakan kriminal dan pembunuhan massal ke depannya," katanya.

"Ini tidak akan mengurangi jumlah orang yang diadili dan tidak akan menyelesaikan masalah yang kita hadapi sekarang, yaitu masih banyak orang yang tidak dapat mengakses bantuan kesehatan."

Ia juga mengatakan UU yang sama tidak berjalan seperti yang diharapkan di negara lain.

"Coba lihat Portlandia, di Amerika, yang menerapkan UU ini, peredaran metamfetamina lebih banyak ditemukan di jalan," katanya.

"Ini kacau dan kita tidak mau melihatnya terjadi di Canberra."

'Tercemar seumur hidup'

Bagi Steve, seorang mantan pemakai narkoba di Canberra, UU baru ini merupakan pintu menuju perubahan.

Steve pertama kali memakai narkoba waktu berumur 14 tahun dan dipenjara di usianya yang ke-16.

"Pada waktu itu saya tidak begitu paham alasan memakai narkoba. Saya hanya mengonsumsinya sebagai cara untuk menangani trauma waktu saya masih kecil," ujarnya.

Ia mengaku sanksi pidana yang dijatuhkan telah merusak hidupnya.

"Saya tidak bisa dapat kerja karena kita harus mencentang kotak yang menyatakan kita memiliki sejarah kriminal. Ini menyulitkan," katanya.

"Saya tidak memiliki sejarah kriminal selama lebih dari 20 tahun ... tapi tercemar karenanya seumur hidup."

Steve merasa yakin hidupnya sekarang akan lebih baik, seandainya UU ini ada ketika ia masih memakai narkoba.

"Saya jadi akan mendapat akses ke layanan kesehatan dan jadi tahu apa yang saya lakukan," katanya.

"Perang narkoba belum sukses, jadi waktunya mencoba hal baru."

Diproduksi oleh Natasya Salim dari laporan dalam bahasa Inggris

Simak juga Video: Banjir di Australia Berdampak di Tiga Negara Bagian

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/nvc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT