Paus Kecam Ketidakpedulian Eropa Terhadap Migran yang Hendak Masuk Eropa

ADVERTISEMENT

Paus Kecam Ketidakpedulian Eropa Terhadap Migran yang Hendak Masuk Eropa

ABC Australia - detikNews
Senin, 10 Okt 2022 12:57 WIB
Paus Fransiskus mengecam tindakan Eropa dalam memperlakukan pendatang yang banyak tewas di laut saat menyeberang. (AP:Andrew Medichini)
Jakarta -

Paus Fransiskus mengecam ketidakpedulian Eropa soal kehidupan migran yang sudah mempertaruhkan nyawa mereka untuk menyeberangi Laut Mediterania.

Kecaman itu dinyatakan Paus saat memberikan gelar 'Santo' kepada uskup Italia dan seorang misionaris kelahiran Italia .

Menurutnya perlakukan Eropa terhadap migran"menjijikkan, berdosa dan kriminal."

Paus mengatakan orang-orang dari luar benua Eropa sering dibiarkan mati saat menyeberang laut yang berbahaya, atau dipaksa kembali ke Libia, hingga mereka berakhir di kamp yang disebutnya sebagai "lager," mengacu pada kamp konsentrasi Nazi dalam bahasa Jerman.

Paus Fransiskus ingat bagaimana penderitaan orang-orang Ukraina yang melarikan diri dari perang, yang disebutnya "membuat kita sangat menderita."

"Mengucilkan para migran adalah skandal," kata Paus, yang mendapat tepuk tangan dari jemaat di Lapangan Santo Petrus.

Mereka berkumpul untuk upacara kanonisasi Don Giovanni Battista Scalabrini, seorang uskup Italia yang mendirikan ordo untuk membantu para migran Italia pada tahun 1887, serta Artedime Zatti, seorang warga Italia yang lari ke Argentina pada tahun 1897, kemudian mendedikasikan hidupnya membantu orang-orang yang sakit.

"Memang situasi yang dialami para migran adalah perbuatan kriminal. Mereka dibiarkan mati di depan kita, menjadikan Mediterania kuburan terbesar di dunia," katanya.

"Situasi yang dialami migran menjijikkan, berdosa, kriminal. Alih-alih membuka pintu bagi mereka yang membutuhkan. Tidak, kita malah mengecualikan mereka, mengirim mereka ke lager, di mana mereka dieksploitasi dan dijual sebagai budak."

Dia mendesak umat beragama untuk mempertimbangkan perlakuan terhadap para migran, sambil bertanya: '"apakah kita menyambut mereka sebagai saudara, atau apakah kita mengeksploitasi mereka?"

Paus mengatakan dua orang yang diangkat jadi 'Santo' tersebut"mengingatkan kita akan pentingnya atau untuk berjalan bersama" dalam mengatasi masalah migran di Eropa.

Migrasi jadi isu utama pemilu Italia

Kata-kata Paus Fransiskus sangat kontras dengan Giorgia Meloni dari partai Brothers of Italy, yang memimpin koalisi kanan-tengah yang memenangi pemilihan umum di Italia.

Giorgia pernah mengeluarkan pernyataan keras soal migran dan orang asing yang tinggal di Italia.

Ia juga menyerukan blokade laut untuk mencegah kapal migran meninggalkan pantai Afrika Utara, serta mengusulkan penyaringan pencari suaka potensial dilakukan Afrika, bukan di Eropa.

Tak hanya itu, ia mengkritik keras pekerja migran, dengan mengatakan Italia seharusnya hanya menerima mereka yang melarikan diri dari perang, seperti dari Ukraina, bukan mereka yang mencari pekerjaan.

Giorgia juga menentang pemberian kewarganegaraan bagi anak-anak migran yang lahir di Italia atau bersekolah di sekolah Italia.

Pada rapat umum di Milan beberapa pekan menjelang pemilihan umum lalu, Giorgia mengatakan: "Saya tidak ingin bangsa ini hilang, saya tidak merasa masalah penurunan angka kelahiran dapat diselesaikan dengan mengundang imigran, seperti yang dikatakan [partai]kiri. Saya ingin keluarga kita memiliki anak."

Partai sayap kanan Italia sudah lama bersikeras jika pemberian kewarganegaraan harusnya hanya melewati garis darah Italia.

Proposal terbaru dari partai-partai kiri menyerukan untuk membiarkan anak-anak imigran yang lahir di Italia, atau yang tiba sebelum berusia 12 tahun, untuk mendaftar warga negara setelah mereka menyelesaikan setidaknya lima tahun sekolah di Italia.

Usulan tersebut hingga kini masih ditangguhkan.

Diproduksi oleh Erwin Renaldi dari laporan ABC News

Lihat juga video 'Bantahan Lengkap Rusia Usai Dituduh Sabotase Pipa Gas Nord Stream':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT