Perbatasan Australia Sudah Dibuka Kecuali Australia Barat, Apa yang Terjadi?

ABC Australia - detikNews
Jumat, 21 Jan 2022 16:50 WIB
Rencana untuk membuka kembali perbatasan Australia Barat untuk negara bagian lain bahkan dunia telah dibatalkan. (AAP: Richard Wainwright)
Jakarta -

Dua tahun sudah pandemi COVID-19 terjadi, tapi negara bagian Australia Barat tetap memilih untuk menutup perbatasannya untuk dunia, bahkan warga negara bagian lain di Australia.

Awalnya mereka berencana akan membuka perbatasan pada tanggal 5 Februari mendatang, tapi kini telah ditunda hingga waktu yang tidak diketahui.

Dalam konferensi pers Kamis malam kemarin (20/01), kepala Pemerintahan Australia Barat, Premier Mark McGowan,mengatakan penundaan dilakukan setelah mendengarkan nasihat dari kepala otoritas kesehatan di negara bagiannya.

Ia khawatir jika penularan Omicron malah akan melumpuhkan negara bagiannya.

Intinya sampai saat ini tidak ada kejelasan kapan perbatasan negara bagian Australia Barat akan dibuka.

"Saya tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan," katanya.

Ia juga merasa jika perbatasan dibuka maka akan menjadi tindakan tidak bertanggung jawab dan tergesa-gesa.

Tapi beberapa sejumlah aturan perjalanan tetap akan berubah pada 5 Februari nanti.

Apakah sistem kesehatan Australia Barat siap?

Ini sebenarnya menjadi pertanyaan bagi banyak warga di Australia Barat.

Rumah sakit di Australia Barat sudah berada di bawah tekanan besar, bahkan tanpa pasien COVID sekali pun.

Kelompok lobi medis yang mendorong agar pembukaan pembatasan ditunda mengatakan sistem kesehatan di Australia Barat akan runtuh jika penularan COVID meningkat di negara bagian tersebut.

Tetapi para kritikus mengatakan bukankah Australia Barat sudah memiliki waktu dua tahun untuk mempersiapkan diri, memiliki keuntungan multi-dolar, jadi tidak ada alasan untuk tidak siap.

"Rencana Premier untuk menutup Australia Barat tanpa batas waktu menunjukkan kegagalan kepemimpinan dan kegagalan untuk mempersiapkan diri menghadapi COVID," demikian unggahan Libby Mettam dari pihak oposisi Pemerintah Australia Barat di akun Twitter-nya.

'Untuk itu saya minta maaf'

Premier Mark mengakui jika keputusannya akan membuat"rencana liburan dan beberapa pertemuan keluarga akan terganggu".

"Untuk itu saya minta maaf, saya mengerti persis apa artinya itu bagi banyak orang yang berharap bisa berkumpul kembali," katanya.

"[Tapi] akan sembrono dan tidak bertanggung jawab untuk membuka [perbatasan] sekarang, dan saya tidak bisa melakukannya."

Jadi apa yang bisa dilakukan?

Selama ini warga Australia Barat sudah memiliki tujuan untuk bisa mencapai 90 persen vaksinasi bagi warga berusia 12 tahun ke atas.

Pemerintah Australia Barat berjanji begitu target tercapai, perbatasan akan dibuka kembali.

Tapi dalam pengumuman Premier Mark tadi malam, tidak dijelaskan apa yang diperlukan Australia Barat untuk membuka perbatasannya.

Ia hanya mengatakan ingin tingkat 'booster' meningkat secara signifikan di atas setidaknya 80 persen, mungkin 90 persen.

"Apa yang akan kami lakukan adalah meninjau situasi selama Februari dan melihat apa yang terjadi di kawasan timur Australia dan mencari pendekatan terbaik untuk Australia Barat," katanya.

Artikel ini diproduksi oleh Hellena Souisa.

Simak video 'Australia Berduka, Angka Kematian Covid-19 Catat Rekor Tertinggi':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)