Warga Bali Berharap Banyak dari Kedatangan Kembali Warga Asing di Tengah Pandemi COVID-19

ABC Australia - detikNews
Rabu, 13 Okt 2021 15:52 WIB
Halfia Lando, 38 tahun, berharap dengan kembalinya turis asing ke Bali akan menghidupkan kembali perekonomian yang lumpuh akibat pandemi COVID-19. ( Reuters: Sultan Anshori)
Jakarta -

Halfia Londa benar-benar menaruh harapan besar dengan rencana Bali untuk kembali menerima turis asing dari sejumlah negara.

Halfia memiliki sekolah peselancar di kawasan Kuta, Bali.

Bersama dengan ratusan pemilik bisnis lainnya, usaha mereka lumpuh akibat pandemi COVID-19 setelah Pemerintah Indonesia menangguhkan semua penerbangan internasional menuju dan keluar Bali pada April 2020 lalu.

Halfia mengaku penghasilannya yang kecil membuat ia terlibat dalam utang, diusir dari kontrakannya.

Tapi ia merasa bersyukur dengan kebaikan dari teman-temannya yang telah menolongnya bertahan hidup.

"Untuk makan saja saya harus pinjam uang," kata Halfia kepada kantor berita Reuters.

"Kita mencoba berhemat, makan dua kali sehari tanpa makan siang ... kita selalu mencoba memasak untuk cukup setidaknya dua hari," ujarnya.

Pemerintah berencana untuk membuka pulau Bali, Batam, dan Bintan Kamis besok (14/10) untuk warga dari 18 negara, termasuk China, Selandia Baru dan Jepang.

Rencana-rencana sebelumnya sudah beberapa kali tertunda.

Turis asing nantinya akan diminta untuk dikarantina selama lima hari dengan biaya sendiri.

Indonesia merasakan pandemi COVID-19 terburuk di kawasan Asia Tenggara.

Tercatat ada lebih dari 4 juta kasus dan 142.000 kematian, namun pakar kesehatan merasa yakin jika jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi.

Namun, jumlah penularan sudah berkurang secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir, menurut data resmi Pemerintah.

Kasus harian pada bulan Juli lalu sempat mencapai angka 56.000, tapi kini telah menjadi kurang dari seribu kasus per hari.

Perekonomian Indonesia sangat terpukul dengan ditutupnya Bali, karena setengah dari perekonomiannya berasal dari sektor pariwisata di Pulau Dewata tersebut.

Sudah berbulan-bulan, hotel, restoran, dan pantai yang biasanya ramai dikunjungi wisata menjadi sangat sepi.

Tirta Mursitama, pakar bisnis internasional di Binus University, mengatakan dibukanya kembali Bali menjadi peluang yang harus dimanfaatkan untuk berinovasi di sektor perhotelan dan pariwisata.

"Kita tahu setiap bisnis berubah, jadi ada kebutuhan untuk menjadi inovatif," katanya.

Halfia tetap membuka bisnis penyewaan papan seluncurnya untuk beberapa pelanggan lokal, dengan harga sewa sekitar Rp150.000 untuk dua jam, setengah dari harga sebelum pandemi.

"Saya berharap kedatangan wisatawan kembali ke pulau ini bisa memberi kita kesempatan untuk bekerja lagi, menjalani kehidupan sehari-hari dan menghidupkan kembali peluang ekonomi," katanya.

REUTERS

Simak video 'Kesiapan Bali Sambut Wisatawan Mancanegara 14 Oktober':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)