Usai Kematian Massal Anjing di Australia, Anda Berhak Tahu Isi Kandungan Makanan Hewan Peliharaan

ABC Australia - detikNews
Senin, 09 Agu 2021 17:38 WIB
Ketika berbicara tentang makanan anjing, apa yang cocok untuk satu anjing belum tentu cocok untuk anjing lainnya, kata seorang dokter hewan terkemuka. ()
Jakarta -

Di tengah merebaknya kematian anjing yang terkait dengan daging olahan, produsen makanan mentah untuk hewan mendukung seruan Asosiasi Dokter Hewan Australia agar ada standar wajib bagi industri makanan hewan peliharaan.

Industri makanan hewan di Australia memiliki nilai sebesar AU$2,9 miliar.

Chris Essex, yang mendirikan 'Big Dog Pet Foods''23 tahun lalu dan kini punya 60 pekerja, mengatakan sistem pengaturan sendiri (self-regulated) bisa dilakukan tanpa pemantauan atau pemaksaan.

"Anda diaudit setiap tahun berdasarkan standar Australia (secara sukarela) jika Anda adalah anggota Asosiasi Industri Makanan Hewan Australia (PFIAA)," kata Chris.

"Kami semua saling bertanggung jawab dan mendorong standar baru," ujarnya.

Dalam dua bulan terakhir, setidaknya 21 anjing peliharaan mati di negara bagian Victoria.

Penyelidikan kini sedang berfokus pada daging yang diproses oleh produsen Gippsland.

Laporan toksikologi menunjukkan daging kuda dan unta dari Northern Territory mengandung indospicine, sejenis racun tumbuhan yang memiliki efek traumatis pada hati anjing.

Wabah mematikan ini telah juga telah menyerukan agar adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap pasokan dan manufaktur makanan hewan peliharaan.

Produsen yang memilih untuk tidak menjadi anggota PFIAA tidak memiliki kewajiban untuk mematuhi standar sukarela Australia.

Namun, Chris ingin makanan hewan diatur, dan perusahaan mencantumkan konten produk pada label dan menjelaskan dari mana bahan-bahan berbasis daging mereka berasal.

Pabrik milik Chrisdi Queensland mengkhususkan diri dalam pembuatan makanan mentah yang sesuai secara biologis hewan, juga dikenal sebagai diet BARF, termasuk rumput gandum yang ditanam di nampan dalam ruangan yang terbuat dari kontainer bekas pengiriman kargo.

Staf di pabriknya menyeduh teh kombucha dan memfermentasi kefir dari susu untuk menambahkan bakteri, baik ke dalam campuran sayuran dan buah-buahan Australia, probiotik, jeroan, dan sisa ayam segar dan beku, daging sapi, serta salmon yang bersumber dari sektor pembuat makanan manusia.

Ia khawatir kebanyakan orang tidak tahu perbedaan antara daging untuk dikonsumsi manusia dan daging untuk hewan peliharaan.

"Mendapatkan bahan-bahan secara eksklusif melalui fasilitas untuk konsumsi manusia [pemotongan hewan], berarti bahwa Anda punya jaminan keamanan dari daging mentah yang Anda beli di supermarket atau tukang daging lokal, dan Anda dapat mengharapkan hal yang sama dari daging yang digunakan untuk membuat makanan hewan peliharaan di pabrik kami," katanya.

"Kami 100 persen mempercayai pemasok kami, dan kami bisa sepenuhnya dicek dan dilacak,jika kami perlu melakukan penarikan [makanan hewan yang diproduksi]."

Jadi makanan apa yang seharusnya diberikan pada hewan peliharaan?

Tidak ada jawaban yang sederhana untuk pertanyaan ini menurut Dr Alastair Webb, presiden Asosiasi Dokter Hewan Kecil Australia.

"Komentar standar yang saya berikan kepada orang-orang adalah, jika Anda bertanya kepada 10 orang yang berbeda soal makanan apa yang harus diberikan kepada anjing, maka Anda akan mendapatkan 10 pendapat berbeda," kata Dr Webb.

"Hewan peliharaan memiliki toleransi dan kerentanan yang bervariasi terhadap makanan yang berbeda, jadi Anda tidak bisa memiliki aturan yang berlaku untuk semua anjing. Apa yang berhasil untuk satu anjing belum tentu berhasil untuk anjing lainnya."

Namun menurutnya, secara umum memasak bahan makanan akan meningkatkan keamanannya.

Australian Veterinary Association (AVA) merekomendasikan agar pemilik hewan peliharaan memeriksa produk yang mereka beli dan tidak pernah memberi mereka makanan dari produsen yang bukan anggota PFIAA.

Orang yang membuat sendiri makanan untuk hewan peliharaannya disarankan untuk mencari dan mematuhi nasihat kesehatan untuk memastikan makanan tersebut memenuhi kebutuhan nutrisi sesuai tahap kehidupan hewan peliharaan mereka.

Tidak ada peraturan 'berarti akan ada lebih banyak hewan yang mati'

Dr Linda Fleeman terlibat dengan PetFast, sebuah sistem yang dibuat AVA lebih dari satu dekade lalu bagi anggotanya untuk melaporkan potensi masalah makanan hewan peliharaan.

Dia mengatakan kepada ABC Radio Melbourne bahwa pelabelan dan peraturan makanan hewan peliharaan harus lebih selaras dengan standar makanan konsumsi manusia dan mencakup peringatan dan penarikan wajib ketika kesehatan hewan peliharaan terancam.

"Penundaan, kebingungan, tidak memiliki kebijakan penarikan, tidak memiliki peraturan untuk diikuti, tidak ada orang yang dapat dihubungi akan memperlambat segalanya, itu berarti lebih banyak hewan yang akan mati," kata Dr Fleeman.

Seorang juru bicara Departemen Pertanian Federal mengatakan kelompok kerja tinjauan makanan hewan akan memberikan laporan akhir kepada pejabat senior bulan depan, termasuk berbagai pilihan aturan dan non-aturan untuk mengelola kesehatan dan keamanan makanan hewan di Australia.

"Setiap opsi untuk mengatur produksi makanan hewan perlu diterapkan oleh pemerintah negara bagian dan teritori," kata juru bicara itu.

Artikel ini diproduksi oleh Hellena Souisa dari artikel ABC News.

(ita/ita)