Lockdown di Melbourne Dilonggarkan, Kasus di Sydney Terus Meningkat

ABC Australia - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 19:29 WIB
Mulai hari Rabu (28/7/2021) warga Melbourne tidak lagi menjalani lockdown namun masker masih harus dikenakan di luar dan di dalam ruangan. (ABC News: Danielle Bonica)
Jakarta -

Menteri Utama di negara bagian New South Wales, Premier Gladys Berejiklian mengumumkan ada 172 kasus COVID baru dalam 24 jam terakhir.

Enam puluh di antara mereka yang positif COVID-19berada di luar, sehingga berisiko menularkan warga lainnya.

Premier Gladys mengkhawatirkan virus varian Delta yang masih menyebar di kalangan pekerja esensial dan juga di dalam rumah.

"Berulang kali, kasus muncul di tempat kerja, di antara pekerja yang berada di tempat kerja yang esensial, dan di dalam rumah, dan tragisnya saya ingin menyampaikan belasungkawa terhadap keluarga dari dua perempuan lansia yang meninggal kemarin."

"Mereka mendapatkan virus dari anggota keluarga dan mereka belum lagi divaksin."

Ia berharap akan bisa memberikan keputusan apakah lockdown yang sekarang diberlakukan di Metropolitan Sydney dan sekitarnya masih bisa berakhir tanggal 31 Juli atau akan diperpanjang.

Premier Gladys mengatakan Pemerintah NSW ingin bertindak hati-hati untuk tidak menghentikan 'lockdown' terlalu cepat.

"Kita tidak mau menyia-nyiakan kerja keras yang kita lakukan dengan membuka diri terlalu cepat dan virus kembali menular," katanya.

Untuk meningkatkan tingkat vaksinasi Pemerintah NSW sudah mengumumkan jika mulai Rabu besok, semua warga di atas usia 18 tahun bisa mendapatkan vaksinasi AstraZeneca di apotek.

Sementara mulai hari Jumat, semua tempat vaksinasi bisa melakukan vaksinasi AstraZeneca bagi mereka yang berusia di atas 18 tahun.

Melbourne mengakhiri 'lockdown'

Pembatasan pergerakan warga di Melbourne berkenaan dengan COVID-19 mulai dilonggarkan.

Menteri Utama Victoria, Premier Daniel Andrews, mengatakan warga boleh berbangga diri dalam "keberhasilan" menekan kasus penularan varian Delta.

Sekolah, gym dan pusat kebugaran lainnya, toko, serta restoran bisa dibuka kembali mulai hari Rabu besok.

Warga masih tidak diperbolehkan saling mengunjungi rumah masing-masing, paling tidak selama dua pekan mendatang.

"Kami mengerti bahwa ini tidak mudah bagi warga yang sudah tidak bertemu dengan keluarga dan teman-teman selama beberapa pekan terakhir, bahkan sebagian sudah lebih lama dari itu," kata Premier Daniel.

"Dalam banyak kasus, dalam penularan virus ini, rumah adalah lingkungan yang paling beresiko."

Masker juga masih harus dikenakan warga baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan, kecuali di rumah sendiri.

Warga sekarang boleh pergi ke mana saja di negara bagian Victoria dengan tidak ada perbedaan antara kawasan Metropolitan Melbourne dan kawasan regional.

Namun mereka yang ingin berlibur atau berkunjung ke kawasan bersalju karena musim dingin saat ini harus memiliki tes COVID-19 negatif paling lama selama 72 jam terakhir.

Pelonggaran pembatasan aktivitas warga tetap dilakukan, meski dalam 24 jam terakhir tercatat10 kasus penularan lokal, yang semuanya sedang menjalani karantina.

Premier Daniel mengatakan warga Victoria boleh berbangga namun tidak perlu menjadi sombong dan lengah karena sudah berhasil mengatasi penularan kasus varian Delta untuk kedua kalinya.

"Kita sudah mengalami penularan dua kali varian Delta. Saya kira tidak ada di tempat lain di dunia yang berhasil melakukan hal tersebut," katanya.

"Setiap warga Victoria harus bangga dengan hal ini, semua tim kesehatan harus tahu bahwa kita sebagai warga Victoria berterima kasih kepada mereka, namun dalam waktu bersamaan tetap harus waspada."

Tak ada kasus di Australia Selatan dan Queensland

Sementara itu di Australia Selatan, 'lockdown' yang sebelumnya berlangsung seminggu berakhir hari Selasa ini, dengan tidak adanya penambahan kasus dalam 24 jam terakhir.

Hal yang sama juga terjadi di negara bagian Queensland, walau ada satu kasus dari karantina hotel.

"Saya dengan senang mengumumkan tidak adanya kasus baru sejak kemarin dan ini adalah hal yang melegakan," kata Menteri Utama Australia Selatan, Premier Steven Marshall.

Australia Selatan sebelumnya mengumumkan 'lockdown' selama seminggu setelah adanya klaster di Modbury dan sekarang tetap memiliki 19 kasus saja.

Kasus itu bermula dari seorang pria berusia 81 tahun yang diperkirakan terkena virus selama masa karantina di New South Wales dan positif ketika menjalani tes di Rumah Sakit Modbury.

Di Australia Selatan, dengan berakhirnya lockdown, pemerintah masih memberlakukan pemakaian masker bagi guru dan murid sekolah menengah, dan Pemerintah sudah mengirimkan 12 truk berisi masker ke seluruh sekolah menengah di negara bagian tersebut.

"Tentu saja kami mendorong warga untuk membawa masker sendiri dari rumah, namun akan ada persediaan di sekolah bagi yang memerlukannya."

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dariABC News

(ita/ita)