Kartu Kedatangan Internasional ke Australia Harus Mengisi Riwayat COVID dan Vaksinasi

ABC Australia - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 14:52 WIB
Kartu kedatangan bagi warga dari luar negeri ke Australia akan berisi pertanyaan apakah mereka pernah terkena COVID-19 dan vaksinasi (ABC News: Emma Machan)
Jakarta -

Mereka yang tiba di Australia dari luar negeri mulai dari sekarang harus memberikan data mengenai riwayat COVID dan status vaksinasi.

Formulir Deklarasi Perjalanan Australia (ATD) sudah diperbaharui dengan beberapa tambahan pertanyaan.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan negara bagian akan mendapatkan informasi ini untuk membantu mereka membuat kebijakan soal warga yang datang dari luar negeri.

"Negara bagian akan menentukan sendiri kebijakan karantina di masing-masing wilayah mereka, untuk melihat bagaimana memperlakukan mereka yang sudah divaksinasi dan yang belum dalam program karantina," kata PM Morrison minggu lalu.

"Jelas sekali mereka yang sudah divaksinasi memiliki risiko lebih rendah tertular dibandingkan mereka yang tidak mendapat vaksinasi."

Inilah beberapa pertanyaan yang harus diisi bila anda melakukan perjalanan dari luar negeri untuk masuk ke Australia.

Warga negara Australia yang baru kembali dan juga warga luar negeri lainnya akan ditanya apakah mereka pernah terkena COVID-19.

Bila jawabannya ya, ada pertanyaan lanjutan yang harus diisi mengenai kapan dan di mana tertular.

Pada saat ini, mereka yang tiba dari luar negeri di Australia harus melakukan karantina selama dua minggu di fasilitas Howard Springs di Kawasan Australia Utara atau di karantina hotel di negara bagian lain.

Riwayat vaksinasi nantinya akan menentukan bentuk karantina seperti apa yang akan dijalani.

Sementara di negara bagian Australia Selatan dengan ibu kota Adelaide, sedang ada uji coba yang akan mengizinkan warga yang baru datang untuk menjalani karantina sendiri di rumah masing-masing, bila mereka sudah mendapat vaksinasi penuh.

Bila uji coba ini dinilai berhasil, negara bagian lain diperkirakan akan menerapkan kebijakan yang sama.

Karenanya di formulir yang baru, akan ada pertanyaan mengenai apakah mereka yang datang sudah mendapatkan vaksin COVID-19, serta harus menunjukkan bukti.

Lalu akan ada lagi formulir khusus lagi bila Anda baru mendapatkan vaksin satu dosis.

Kalau sudah mendapatkan dua dosis, maka kita harus mengisi formulir yang lebih panjang, begitu juga jika kita sudah mendapatkan dosis ketiga.

Informasi mengenai dosis ketiga tersebut akan menunjukkan pihak berwenang bahwa Anda pernah mendapat 'booster' atau dosis penguat.

Semua pertanyaan dalam formulir kedatangan ini akan meminta informasi mengenai dosis pertama, dosis kedua, tanggal, di mana, dan jenis vaksin yang didapat.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News

Simak juga video 'Singgung WHO, Ini Alasan Pemerintah Tak Tutup Perjalanan Luar Negeri':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)