Israel Punya Banyak Vaksin Pfizer dan Berusaha Diberikan ke Negara Lain Sebelum Masa Berlaku Habis

ABC Australia - detikNews
Selasa, 06 Jul 2021 15:06 WIB
Israel ingin memastikan agar kelebihan dosis Pfizer tidak akan dibuang begitu saja. (Reuters:Amir Cohen)
Jakarta -

Israel menghadapi masalah vaksin yang berbeda dengan lain. Pemerintah Israel sedang berpacu dengan waktu untuk memberikan vaksin Pfizer tak terpakai ke negara lain.

Di Israel, kebanyakan penduduk sudah divaksinasi.

Menurut laporan, selama beberapa pekan terakhir, Israel sedang berusaha menukar 1 juta dosis Pfizer dengan pengiriman baru yang dijadwalkan beberapa bulan ke depan.

Satu juta vaksin Pfizer yang dimiliki Israel akan berakhir masa berlakunya atau 'expiry date' pada akhir bulan Juli.

Awalnya, Israel menawarkan dosis tersebut kepada warga Palestina, namun ditolak karena terlalu dekat dengan 'expiry date'.

Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett mengkonfirmasi jika ia telah berbicara dengan direktur eksekutif Pfizer, Albert Bourla tentang kemungkinan kesepakatan pertukaran vaksin.

Dia tidak menyebutkan negara mana yang dipertimbangkan, tetapi setiap hari kesepakatan tidak tercapai dan memperburuk tantangan logistik untuk bisa melakukannya tepat waktu.

Dalam sebuah wawancara dengan Radio 103 FM, Hezi levi, direktur jenderal Kementerian Kesehatan Israel, mengatakan masa berlaku dosis akan berakhir pada 31 Juli.

Selain itu, ia mengatakan kesepakatan apa pun harus mendapat ijin dari Pfizer juga.

Dia tidak mengatakan berapa banyak dosis yang ingin ditukar Israel, tetapi surat kabar Haaretz menyebutkan jumlahnya sekitar 1 juta.

"Kami sedang bernegosiasi dengan negara lain ... kami mengurusi hal ini siang dan malam," kata Hezi.

Dia membenarkan kesepakatan seperti itu pernah didiskusikan dengan Inggris pekan lalu, tetapi menurutnya kesepakatan belum terwujud dan mungkin"sudah berlalu".

Australia tidak akan mengomentari negosiasi vaksin

Seorang juru bicara Pfizer mengatakan perusahaan "senang mendiskusikan potensi permintaan donasi vaksin COVID Pfizer/BioNTech antar pemerintah negara-negara berdasarkan kasus per kasus, terutama jika akan membantu memastikan vaksin digunakan untuk melindungi orang dari penyakit COVID".

Secara keseluruhan, Israel telah memvaksinasi hampir 90 persen penduduk di atas usia 50 tahun,kelompok yang dianggap berisiko paling tinggi.

Sekitar seperlima dari semua warga Israel yang memenuhi syarat belum divaksinasi, menurut data dari Kementerian Kesehatan.

Seorang juru bicara Menteri Kesehatan Australia mengatakan Pemerintah Federal Australia tidak mengomentari negosiasi internasional tertentu.

"Pemerintah Australia terus bekerja untuk memastikan pasokan kami yang ada tersalurkan," katanya.

"Itu berarti tambahan 400.000 dosis tiba pada bulan Juli lebih cepat dari jadwal.

"Mengingat lingkungan internasional yang sangat kompetitif, kami tidak mengidentifikasi atau mendahului negosiasi internasional tertentu."

Artikel ini diproduksi oleh Mariah Papadopoulos dari laporannya dalam Bahasa Inggris

ABC/Reuters

(ita/ita)