Biaya Permohonan Jadi WN Australia Naik Mulai 1 Juli, Per Aplikasi Rp 5 Juta

ABC Australia - detikNews
Sabtu, 26 Jun 2021 14:50 WIB
Pemerintah Australia mengatakan kenaikan biaya karena adanya inflasi, biaya staf dan proses aplikasi yang lebih kompleks. (AAP: Dan Peled)
Jakarta -

Biaya pendaftaran untuk mengajukan permohonan menjadi warga negara Australia mulai 1 Juli akan naik menjadi sekitar Rp5 juta.

Tanggal 1 Juli adalah awal tahun keuangan baru di Australia dan biasanya digunakan untuk menerapkan berbagai kebijakan baru termasuk di bidang keuangan.

Biaya pengajuan permohonan warga negara sebelumnya adalah A$285 (sekitar Rp3 juta) dan sekarang akan naik menjadi A$490 (sekitar Rp5 juta).

Pengumuman kenaikan biaya tersebut disampaikan oleh Menteri Imigrasi Alex Hawke dalam sebuah pernyataan hari Kamis (24/06) sore.

Menurutnya, perubahan dilakukan karena adanya pergantian proses administrasi mengurusi permohonan tersebut.

"Ini adalah perubahan pertama berkenaan dengan biaya permohonan kewarganegaraan sejak tahun 2016 dan ditentukan oleh proses dan biaya pengurusannya," kata Hawke.

Perubahan tersebut dikatakannya berhubungan dengan inflasi, biaya staf, dan juga "semakin meningkatnya kompleksitas"sehingga "memerlukan proses yang lebih panjang".

Anak-anak yang yang berusia di bawah 15 tahun dan ikut dalam permohonan yang diajukan oleh orang tua mereka tidak dikenakan biaya.

Namun bila anak-anak mengajukan permohonan sendiri biaya untuk mereka naik dari A$180 (Rp1,9 juta) menjadi A$300 (Rp3,2 juta).

Biaya bagi pengajuan warga negara Australia berdasarkan keturunan naik dari A$230 (Rp3,2 juta) menjadi A$315 (Rp2,5 juta).

Menurut Menteri Alex Hawke, dalam pembiayaan selama ini, pemerintah masih harus menanggung 50 persen dari biaya yang sudah ditetapkan.

"Biaya pengajuan permohonan warga negara Australia masih lebih murah dibandingkan negara lain," kata Hawke.

"Biaya permohonan di Australia lebih murah dibandingkan di Inggris, Amerika Serikat dan Kanada."

Ribuan orang jadi WN Australia setiap tahun

Setiap tahunnya ribuan warga yang sebelumnya berasal dari berbagai negara menjadi warga negara Australia.

Seseorang belum resmi menjadi warga negara sebelum dia mengikuti upacara pengambilan sumpah dan menerima sertifikat resmi, dengan upacara tersebut biasanya diselenggarakan dua kali setahun di bulan Januari dan bulan Juni.

Upacara tersebut biasanya diselenggarakan di masing-masing kotapraja (council) di mana yang bersangkutan tinggal.

Seperti di Cumberland City Council di Sydney barat dua minggu lalu di mana 1000 orang yang berasal dari 40 kebangsaan berbeda ikut dalam upacara pengambilan sumpah menjadi warga negara.

Salah satu keluarga yang baru menjadi warga negara adalah Liaqat Babai, yang melarikan diri dari peperangan di Afghanistan, dan sebelumnya tinggal selama 10 tahun di Pakistan sebagai pengungsi.

Ia akhirnya tiba di Australia di tahun 2015.

"Kami sekarang warga negara Australia dan tidak seorang pun yang bisa mengambil itu dari kami lagi," kata Liaqat kepada ABC.

Bagi Liaqat, dengan menjadi warga negara dia merasa beban berat tidak lagi dipikulnya.

Sebelum menjadi warga negara, Liaqat yang masih menjadi mahasiswa tersebut khawatir tidak bisa membayar uang kuliah bagi jurusan bisnis yang ditekuninya sekarang.

"Ketika saya mengajukan permohonan HECS, saya ditolak dan saya harus membayar uang kuliah di muka. Saya harus menghabiskan semua tabungan saya," katanya.

"Sekarang saya bisa mengajukan HECS lagi. Ini adalah kemewahan di mana saya tidak harus khawatir lagi soal biaya kuliah."

HECS adalah sistem pembiayaan kuliah di perguruan tinggi yang hanya diberikan kepada warga negara Australia. Para mahasiswa baru boleh mengajukan permohonan HECS sehingga pemerintah yang akan membayar terlebih dahulu uang kuliah selama di universitas.

Setelah mahasiswa selesai kuliah dan bekerja dengan penghasilan tertentu, mereka harus mulai membayar kembali utang HECS tersebut.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari laporanABC Newsdalam bahasa Inggris

(ita/ita)