6 Juta Warga Australia Usia 50 Tahun ke Atas Mulai Disuntik Vaksin AstraZeneca

ABC Australia - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 11:20 WIB
Jadwal vaksinasi untuk kelompok usia 50 tahun ke atas yang dipercepat mulai berlangsung hari Senin (3/05), menggunakan vaksin buatan AstraZeneca. (Source: Getty Images)
Jakarta -

Seluruh penduduk Australia yang berusia 50 tahun ke atas mulai hari Senin (3/05/2021) sudah bisa mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 buatan AstraZeneca.

Lokasi vaksinasi akan dibuka di klinik-klinik umum penyakit pernafasan serta di klinik vaksinasi yang dikelola negara bagian.

Namun bagi yang ingin mendapatkan suntikan di klinik-klinik dokter umum yang berpartisipasi dalam program vaksinasi, kelompok usia ini masih harus menunggu hingga 17 Mei.

Bulan lalu Kabinet NasionalAustralia memutuskan untuk mempercepat pemberian vaksin bagi kelompok usia 50 tahun ke atas, setelah badan pengawas obat-obatan Therapeutic Goods Association (TGA) mengubah rekomendasi agar vaksin Pfizer diprioritaskan bagi kelompok usia di bawah 50 tahun.

Kendati demikian, TGA tetap menyatakan vaksin AstraZeneca aman bagi orang berusia 50 tahun ke atas.

Kelompok usia 50 hingga 69 tahun ini masuk dalam fase 2a dari jadwal vaksinasi yang tadinya masih harus menunggu beberapa bulan lagi.

Jumlah kelompok usia ini mencapai hampir 6 juta orang.

Giliran berikutnya yaitu fase 2b bagi kelompok usia 16 hingga 49 tahun, sebanyak 16 juta orang.

Apa yang harus dilakukan

Untuk mendapatkan suntikan vaksin, warga yang berhak bisa membuat janji dengan klinik-klinik terkait.

Tidak diperlukan syarat apapun untuk mendaftar kecuali syarat usia.

Pemesanan jadwal bisa dilakukan melalui website yang menyediakan informasi mengenai lokasi klinik.

Namun harus diingat bahwa ada klinik yang menerima pemesanan melalui telepon meski ada pula yang melalui daring.

Ketika memesan jadwal vaksinasi, Anda harus memperhatikan masa tunggu 14 hari apabila sebelumnya Anda disuntik vaksin flu.

Pastikan untuk membawa kartu asuransi yang diterbitkan pemerintah,Medicare, dan kartu tanda identitas yang mencantumkan foto.

Bagi mereka yang tak memiliki kartu Medicare, tetap bisa divaksin namun harus dilakukan di klinik penyakit pernafasan dan klinik yang dikelola negara bagian.

Apa yang terjadi setelah disuntik

Mungkin Anda akan merasakan kurang enak badan setelah divaksin.

Pemerintah federal telah membuat daftar efek samping yang umum terjadi pada mereka yang telah disuntik vaksin AstraZeneca.

Sekitar dua pertiga dari orang yang telah disuntik mengalami kombinasi efek samping, yang lebih sering dialami setelah suntik pertama dibandingkan suntikan kedua.

Umumnya efek samping ini mulai terasa sehari setelah disuntik. Namun biasanya ringan dan berhenti dalam sehari atau dua hari.

Berikut efek samping vaksin AstraZeneca yang sering terjadi:

  • nyeri, bengkak, nyeri bila ditekan, kemerahan atau gatal di bekas suntikan
  • kelelahan
  • sakit kepala
  • nyeri otot
  • mual
  • demam dan menggigil
  • kurang enak badan
  • nyeri sendi

Berikut efek samping yang jarang terjadi:

  • kelenjar getah bening membesar
  • nyeri di tungkai
  • pusing
  • nafsu makan menurun
  • sakit perut

Setelah disuntik, Anda harus tetap tinggal di klinik setidaknya 15 menit untuk diamati.

Namun bila memiliki riwayat kesehatan, Anda bisa diminta untuk tinggal hingga 30 menit setelah disuntik.

Jangan lupa suntikan kedua

Vaksin COVID buatan AstraZeneca doses memerlukan dua kali suntikan, dengan rentang waktu yang direkomendasikan yaitu 12 minggu.

Harus diingat bahwa perlindungan maksimal dari vaksin ini hanya akan didapatkan seminggu atau dua mingu setelah suntikan kedua.

Suntikan kedua harus dilakukan di klinik yang sama ketika mendapatkan suntikan pertama.

Kecuali bagi mereka yang pindah ke tempat lain, bisa mendapatkan suntikan kedua di klinik berbeda.

WHO loloskan vaksin Moderna

Terkait dengan jenis vaksin, Organisasi Kesehatan Dunia WHO telah meloloskan penggunaan darurat vaksin COVID-19 buatan Moderna. Ini merupakan vaksin kelima yang mendapatkan persetujuan WHO.

"Tujuannya adalah untuk membuat obat-obatan, vaksin dan diagnosa tersedia secepat mungkin untuk mengatasi keadaan darurat," kata WHO dalam sebuah pernyataan.

Penambahan Moderna ke dalam daftar tersebut tidak mengherankan. Sejak bulan Januari vaksin ini telah direkomendasikan untuk semua orang dewasa oleh Kelompok Penasihat Strategis Ahli Imunisasi WHO (SAGE).

WHO mengatakan vaksin Moderna menunjukkan efikasi sekitar 92 persen dalam melindungi seseorang terhadap COVID-19, dimulai 14 hari setelah suntikan pertama.

Pfizer dan mitranya dari Jerman, BioNTech, yang menggunakan teknologi mRNA seperti Moderna, merupakan vaksin pertama yang diloloskanpenggunaan daruratnya oleh WHO pada akhir tahun 2020.

Selanjutnya WHO juga meloloskan vaksin AstraZeneca-SK Bio, Serum Institute of India serta Johnson & Johnson.

Hingga saat ini WHO masih mempertimbangkan vaksin COVID-19 dari Sinopharm dan Sinovac,yang hasilnya diperkirakan akan disampaikan pada akhir minggu depan.

Diproduksi oleh Farid M. Ibrahim dari berbagai artikel

(ita/ita)