Nenek 102 Tahun Kehilangan Rp 4 M Akibat Penipuan, Tapi Keluarganya Takut Memberitahu

ABC Australia - detikNews
Kamis, 18 Mar 2021 14:02 WIB
Jakarta -

Ketika uang deposit rumah perawatan lansia milik Nancy Pun sebesar A$375,000 (hampir Rp4 miliar) dicuri, keluarganya takut untuk memberitahukan nenek berusia 102 tahun tersebut.

Keluarga Nenek 102 Tahun Ditipu

Key points:

  • Yayasan Perlindungan Konsumen Australia Barat mengatakan penipu menggunakan spyware untuk mengakses email
  • Keluarga Pun kehilangan hampir Rp 4 uang hasil penjualan rumah nenek mereka
  • Keluarga masih berusaha mendapatkan kembali dana itu yang akan digunakan bagi perawatan di rumah lansia

Nancy baru saja pindah ke rumah perawatan lansia dan keluarganya khawatir kabar soal penipuan itu akan mempengaruhi kesehatannya.

Uang tersebut adalah hasil penjualan rumahnya di Perth yang pernah ditinggalinya selama 40 tahun dan tadinya digunakan untuk membiayai hidup Nancy di tempat tinggal barunya.

Namun uang itu malah jatuh ke tangan komplotan penipu.

"Ini adalah uang nenek saya yang berusia 102 tahun untuk membayar perawatannya, kehidupannya, dan sisa hidupnya. Sulit sekali menghadapi kenyataan ini," ungkap cucu Nancy, Phoebe Pun.

Penipu tersebut berhasil memperdaya Phoebe, yang memegang kuasa hukum atas neneknya, dengan berpura-pura menjadi karyawan rumah perawatan lansia melalui email.

Phoebe Pun looks into the camera, while sitting at a table.
Sejak uang neneknya hilang bulan Januari, Phoebe Pun sudah berusaha mendapatkannya kembali. (ABC News: Hugh Sando)

"Badan saya langsung dingin. Terkejut. 'Astaga. Apa yang terjadi. Tidak mungkin, ini tidak mungkin terjadi.' Saya hati-hati. Tapi tentunya, saya bisa lebih hati-hati," tutur Phoebe.

Sepanjang tahun 2021, warga Australia sudah mengalami kerugian lebih dari A$7 juta (Rp70 miliar) akibat penipuan, namun yang terjadi pada keluarga Pun menunjukkan semakin terampilnya para penipu.

'Darah saya seakan terkuras dari tubuh'

Keputusan Nancy untuk pindah ke rumah perawatan lansia tidak diambilnya dengan mudah.

"Butuh waktu lama, lama sekali, sampai dia merasa nyaman dan mempertimbangkan untuk pindah ke tempat lain," ungkap Phoebe.

"Dia baru mulai berhenti tinggal di rumahnya sendiri ... awal tahun lalu."

Nancy membeli rumah bersama mendiang suaminya ketika mereka pindah ke Australia dari Hong Kong di tahun 1980, untuk tinggal bersama keempat putranya.

Sejak suaminya meninggal di tahun 1995, Nancy tinggal seorang diri sebelum akhirnya pindah ke rumah orangtua Phoebe.

"Karena usia orangtua saya, putra Nancy dan ibu saya, dia tidak bisa tinggal bersama mereka selama lebih dari enam bulan karena butuh perawatan khusus," kata Phoebe.

"Sebagai keluarga, kami memutuskan, mungkin sudah waktunya [nenek] tinggal di fasilitas khusus dengan layanan lengkap yang dapat memenuhi kebutuhannya, bukan hanya dari sisi kesehatan tapi juga aktivitas, karena dia sangat sosial."

Phoebe akhirnya menjual rumah neneknya dan menyimpan uangnya untuk membiayai sewa tempat perawatan lansianya.

Setelah mengirim email, Phoebe menerima keterangan pengiriman uang bond sebesar A$375 ribu.

Email tersebut berisi keterangan nama rumah perawatan lansia dan BSB atau kode bank dan keterangan akun Bank Militer Australia.

Akhirnya dia mengirim uang sebanyak A$374,251 dari hasil penjualan rumah ditambah $749 dari akunnya sendiri.

Namun, seminggu kemudian, rumah perawatan lansia belum menerima pembayaran darinya.

"Ketika saya sadar mungkin uang ini hilang karena penipuan, saya ingat darah saya seakan terkuras dari tubuh saya," katanya.

Perjuangan mendapatkan kembali uangnya

Sejak uang itu hilang di bulan Januari, keluarga Nancy sudah berusaha semaksimal mungkin mendapatkanya kembali.

Phoebe sudah berhasil mendapatkan kembali uang A$749 nya dari bank, namun keluarga ini belum memiliki jawaban jelas tentang ke mana perginya uang A$374,251 tersebut.

Di Sydney, cucu Nancy yang bernama Francis Louie tidak percaya dana sebesar itu bisa menghilang begitu saja dan khawatir penyelidikannya bisa berlangsung sangat lama.

"Untuk [uang sebesar itu] bisa hilang melalui transaksi pembelian properti, sangatlah mengkhawatirkan," katanya.

"Sekalinya sudah dilaporkan, kami mengharapkan tindakan segera dari semua pihak berwenang."

Francis Louie stands outside in a garden and looks at the camera.
Francis Louie khawatir bahwa keluarganya tidak bisa membiayai perawatan nenek Nancy di rumah lansia bila uangnya tidak kembali. (ABC News: Ron Foley)

Bank Militer Australia sedang menyelidiki masalah tersebut, demikian juga polisi di New South Wales di mana akun itu berada.

Tidak ada yang bisa memberikan komentar tentang di mana penyelidikan dilakukan.

Yayasan Perlindungan Konsumen Australia Barat mengatakan masih belum jelas bagaimana komplotan penipu bisa mendapatkan akses email.

Namun, situasi keluarga Pun menurut mereka menunjukkan semakin maraknya tren penipuan saat ini.

"Yang kami perkirakan adalah penipu menempatkan 'spyware' [software yang bisa mencuri data] ke dalam komputer seseorang dan itu adalah salah satu dari jutaan cara untuk masuk ke dalamnya," kata Komisaris Perlindungan Konsumen, Lanie Chopping.

"Orang-orang mendapat transaksi email dan melakukan transaksi elektronik dan komunikasi setiap hari," katanya.

"Penipu bisa masuk, menempatkan semacam software monitor ke dalam sistem lalu bisa, misalnya mencari kata-kata tertentu atau angka untuk mencari sasaran."

Keluarga Nancy diberitahu bahwa sebagian uang tersebut dapat kembali, namun mereka bertanya-tanya mengapa bank tidak mengecek ulang keterangan akun yang melakukan transaksi dengan jumlah uang sebesar itu.

WA consumer protection commissioner Lanie Chopping, mid sentence.
Komisioner Perlindungan Konsumen Australia Barat Lanie Chopping. (ABC News: Hugh Sando)

'Dia senang tinggal di sana'

Saat ini, Nancy merasa sangat senang tinggal di rumah perawatan lansia yang dikelola oleh Opal Health Care, dan menggunakan uang pensiun untuk membayar biaya harian, sementara keluarganya berusaha mendapatkan kembali uang miliknya.

"Dia suka dengan makanan di sana. Bagus sekali. Dia benar-benar senang tinggal di sana," kata Phoebe.

"Banyak kegiatan yang dilakukan untuk penghuni sehingga baik baginya bila bisa keluar dan beraktivitas."

Phoebe looks at a photo of Nancy in aged care on her phone.
Menurut Phoebe, neneknya senang tinggal di rumah lansia itu meski uang untuk membiayainya masih hilang. (ABC News: Hugh Sando)

Juru bicara Opal Health Care menolak diwawancara dan mengatakan tidak memberikan komentar karena kejadian ini berkenaan dengan masalah privasi.

Cucu Nancy mengatakan rumah lansia mengizinkan nenek mereka tinggal sementara tanpa harus membayar uang jaminan, namun keluarganya khawatir tidak akan bisa membiayai perawatan Nancy bila uang mereka tidak kembali.

Mereka juga belum memberitahu nenek mereka mengenai apa yang terjadi.

"Kami tidak mau membuatnya khawatir karena kalau kami bilang 'uangnya hilang' [mungkin dia] akan bertanya 'bagaimana keadaan saya nantinya?" kata Francis.

"Di usianya sekarang, saya hanya mau dia menikmati hidup dan tidak harus khawatir dengan hal lainnya."

Francis mengatakan, dalam skenario terburuk, mungkin keluarganya harus mengumpulkan uang entah bagaimana caranya, "tapi saya tidak tahu bagaimana akan mengumpulkan uang ini, jumlahnya tidak sedikit," tambahnya.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari artikel dalam bahasa Inggris di sini

Ikuti berita seputar pandemi Australia dan lainnya di ABC Indonesia

(ita/ita)