Warga Australia Mulai Meninggalkan Facebook karena Dianggap 'Membosankan'

ABC Australia - detikNews
Selasa, 16 Mar 2021 16:23 WIB
Jakarta - Facebook adalah raksasa teknologi yang digunakan 2,7 miliar orang, namun penelitian terbaru menunjukkan warga Australia sudah mulai berhenti menggunakannya karena dianggap membosankan.

Data dari Survei Perilaku Sosial di Australia (AUSSA) menunjukkan warga yang berusia 41-56 tahun merasa lebih mudah meninggalkan media sosial.

Kelompok lainnya adalah yang masuk dalam sebutan 'generasi Z', yaitu kelompok usia 6-24 tahun.

Lebih dari 5.000 orang yang mengikuti survei AUSSA, yakni sebanyak 50 persen dari seluruh responden, mengatakan alasan utama mereka membatasi penggunaan media sosial adalah karena platform tersebut memicu "kebosanan" dan juga "menghabiskan waktu".

Dosen Sosiologi University of Wollongong, Roger Patulny mengatakan penemuan ini mencerminkan bagaimana para pengguna memiliki kendali atas kebiasaan media sosial mereka lebih banyak dari yang mereka pikirkan.

A person's hand is holding up a phone with various social media apps on the screen.
Penelitian menunjukkan mereka yang bergelar universitas lebih mengurangi penggunaan sosial media. (Pexels: Tracy Le Blanc)

"Pengguna menunjukkan kendali dan kemampuan untuk berhenti dan ini adalah hal yang baik," kata Dr Patulny.

"Ini menunjukkan bagaimana kita memiliki kapasitas untuk menekan raksasa teknologi, jika mereka membuat dunia semakin membosankan."

Walau beberapa orang khawatir akan tindakan 'bullying', keamanan informasi pribadi, atau frustrasi melihat persona online, Dr Patulny mengatakan survei yang dilakukannya menemukan kebanyakan orang berhenti menggunakan media sosial karena merasa kegiatan ini membuang-buang waktu.

Kecenderungan meninggalkan media sosial dan jenjang pendidikan

Yang menarik, penemuan ini menunjukkan semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin besar usaha mereka untuk mengurangi penggunaan media sosial.

"Ada hubungan antara pendidikan dan memutus hubungan [dari platform media sosial]," kata Dr Patulny.

"Jika seseorang memiliki gelar pendidikan universitas, mereka cenderung ingin memutus hubungan dengan media sosial. Sedangkan lulusan SMA atau sekolah keterampilan, kemungkinan besar belum pernah mencoba untuk meninggalkan jejaring sosial."

A woman looks at the Facebook website on a computer in Munich.
Sempat diblokirnya unggahan berita di Facebook Australia telah menyebabkan Facebook menjadi kurang menarik. (Reuters, file photo)

Dr Patulny menambahkan pengguna yang masih duduk di bangku sekolah cenderung tidak memiliki keinginan untuk meninggalkan media sosial sama sekali.

Ia mengatakan generasi milenial sudah hidup dengan media sosial sejak masih remaja dan menjadi generasi pertama yang menikmatinya, sehingga juga memiliki hubungan intensif dengannya.

Sebaliknya, ia mengatakan generasi lebih tua, yaitu generasi Z, "lebih hati-hati menggunakan media sosial dan kritis terhadap Facebook".

Diproduksi oleh Natasya Salim dari artikel dalam bahasa Inggris yang selengkapnya bisa dibaca di sini

Ikuti berita seputar pandemi Australia dan lainnya di ABC Indonesia (ita/ita)