Sisihkan Jakarta, Brisbane Jadi Pilihan Pertama Tuan Rumah Olimpiade 2032

ABC Australia - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 13:00 WIB
Jakarta -

Brisbane, ibukota negara bagian Queensland semakin dekat menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas tahun 2032, setelah sebuah komisi di Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengatakan Brisbane menjadi 'kota pilihan mereka'.

Tuan Rumah Olimpiade Musim Panas 2032

  • Brisbane akan melakukan dialog intensif dengan komite Olimpiade soal menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2032
  • Komisi yang mengatur tuan rumah Olimpiade mengatakan belum ada kesepakatan yang tercapai dengan Brisbane
  • Atlet Australia sebelumnya mendapat prestasi yang baik di Olimpiade yang digelar di Australia, yakni di Melbourne (1956) dan Sydney (2000)

Komisi 'Future Host Summer Commission' ditugaskan untuk menilai sejumlah kota yang mengajukan diri menjadi tuan rumah untuk tahun 2032, termasuk diantaranya kota Jakarta.

Keputusan mereka telah didukung sepenuhnya oleh Dewan Eksekutif IOC.

Bila Brisbane dipastikan menjadi tuan rumah, maka untuk ketiga kalinya Australia akan menjadi tempat diselenggarakannya pesta olahraga terbesar di dunia ini.

Melbourne pernah menjadi tuan rumah Olimpiade di tahun 1956 dan Sydney di tahun 2000.

Keputusan untuk menjadikan Brisbane sebagai "tuan rumah pilihan pertama" disampaikan oleh Presiden IOC, Thomas Bach dalam jumpa pers di markas IOC di Swiss, Rabu kemarin.

"Setelah diskusi yang mendalam, kami secara aklamasi menyetujui rekomendasi tersebut," kata Thomas.

"Berdasarkan keputusan ini, komisi mulai melakukan diskusi yang rinci dengan Komite Brisbane 2032 dan juga Komite Olimpiade Australia mengenai potensi mereka menjadi tuan rumah Olimpiade 2032."

Setelah diskusi ini, IOC akan melakukan perundingan akhir dengan Brisbane dan kemudian membawa hal tersebut untuk diputuskan di sidang IOC kemungkinan di tahun depan.

Ketua Komisi Penentu Tuan Rumah Olimpiade, Kristin Kloster Aasen mengatakan Brisbane dan Australia dipilih dibandingkan kota-kota lain yang juga mencalonkan diri seperti Doha (UEA), Budapest (Hongaria), Istanbul (Turki), Jakarta (Indonesia), New Delhi (India) dan St Petersburg (Rusia), karena pengalaman sebelumnya dalam menyelenggarakan pesta olahraga tingkat tinggi.

Thomas Bach, president of the International Olympics Committee.

Presiden Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach. (Nick Wilson: Allsport via Getty Images)

Dalam dua penyelenggaraan Olimpiade sebelumnya di Australia Melbourne (1956) dan Sydney (2000), Australia dianggap berhasil dan para atletnya juga berprestasi bagus.

Di Olimpiade yang digelar di Melbourne, Australia menduduki peringkat ketiga pengumpulan medali, peringkat tertinggi Australia dalam Olimpiade sejauh ini, dengan dari 314 atlet Australia mendapatkan 13 emas, 8 perak, dan 14 perunggu.

Sementara di ajang Olimpiade 2000 yang digelar di Sydney, Australia menurunkan 630 atlet dan mendapatkan 58 medali.

Australia menduduki peringkat keempat di tahun 2000 dengan 16 medali emas, 25 medali perak dan 17 medali perunggu.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dan tautannya dalam bahasa Inggris ada di sini

(ita/ita)