Dokter di Australia Salah Berikan Dosis Vaksin COVID-19 Kepada Dua Warga Lansia

ABC Australia - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 13:24 WIB
Jakarta - Seorang dokter memberikan vaksin COVID-19 Pfizer kepada dua warga lanjut usia di panti jompo di negara bagian Queensland dengan "dosis yang lebih tinggi dari yang direkomendasikan".

KP vaksin salah dosis

Klik gambar di atas untuk mengunduh aplikasi ABC News di perangkat digital Anda

Dokter tersebut diketahui belum menyelesaikan pelatihan vaksinasi yang disyaratkan.

Sebelumnya, HealthCare Australia, lembaga yang bertanggung jawah atas vaksinasi bagi kalangan warga lanjut usia di Queensland mengatakan semua tenaga kesehatan profesional sudah menyelesaikan pelatihan online yang diberikan melalui Australian College of Nursing.

Dokter yang salah memberikan dosis tersebut akan dilaporkan ke otoritas pengaturan medis federal karena kesalahannya.

Seorang pria berusia 88 tahun dan seorang wanita 94 tahun menerima dosis vaksin COVID-19 yang salah Selasa kemarin.

Ketika ditanya berapa banyak dosis yang diberikan, Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt menjawab empat kali lipat dari dosis yang dianjurkan, tapi jumlah pasti dosisnya masih diselidiki.

"Itu belum dikonfirmasi, karena sebenarnya sangat sulit untuk mengetahui apa yang ada di jarum, tetapi tidak mungkin lebih dari [empat kali]," kata Menkes Greg.

Menkes Greg mengatakan kondisi keduanya masih dipantau.

Keduanya tinggal di pusat perawatan lansia di Holy Spirit, kawasan Carseldine, atau dikenal sebagai Layanan Perawatan St Vincent di sebelah utara Brisbane.

Hingga saat ini keduanya tidak menunjukkan tanda-tanda reaksi terhadap kelebihan dosis.

Dokter yang memberikan dosis telah dihentikan dari program vaksinasi yang dimulai di Australi sejak Senin lalu.

"Terkait dengan individu dokter, kami akan menyerahkannya pada penyelidikan apakah mereka tidak mengerti atau tidak menyelesaikan pelatihan yang sudah diberikan," kata Menkes Greg.

"Tapi ini adalah pelanggaran serius dalam hal mengikuti protokol," katanya.

"Saran kami adalah kedua dosis diberikan secara berturut-turut dan sebagai konsekuensinya, perawat segera turun tangan."

"Ini adalah praktisi individu yang jelas-jelas melakukan kesalahan."

Kepala Petugas Medis di Australia, Paul Kelly mengatakan mereka mungkin perlu meninjau modul pelatihan ke depan, tetapi dalam uji klinis awal vaksin Pfizer dan BioNTech, eksperimen dilakukan dengan dosis berbeda, termasuk empat kali lebih tinggi dari yang diresepkan.

Direktur Eksekutif dari Layanan Perawatan St Vincent, Lincoln Hopper mengatakan dokter yang salah memberikan dosis akan dilaporkan ke Badan Regulasi Praktisi Kesehatan Australia.

"Insiden ini membuat tidak tenang bagi kami, warga, dan keluarga mereka," kata Lincoln dalam sebuah pernyataan.

"Sangat memprihatinkan. Itu menyebabkan kami mempertanyakan apakah dokter-dokter yang diberi tugas memberikan vaksin telah menerima pelatihan yang sesuai."

Tanggapan dari Pemerintah Queensland

Menteri Utama Queensland, Premier Annastacia Palaszczuk mengatakan Pemerintah Federal Australia harus menjelaskan bagaimana pemberian dosis yang salah bisa terjadi.

Di hadapan parlemen, ia mengatakan jika dirinya baru diberi tahu tentang insiden itu tadi malam.

"Menteri Kesehatan sendiri yang menelepon saya sampai larut malam dan kami bertemu lagi pagi ini jam 07.00," katanya.

"Menemukan rincian dari kesalahan ini tidaklah cukup."

Premier Palaszczuk mengatakan ia akan menulis kepada Perdana Menteri hari ini, memintanya untuk mengadakan pertemuan Kabinet Nasional secepat mungkin.

"Saya ingin tahu pelatihan apa yang diberikan kepada orang-orang yang pemerintah pekerjakan untuk mengelola vaksin di fasilitas perawatan lansia kami," katanya.

"Saya ingin mengetahui tentang strategi komunikasi untuk fase vaksinasi berikutnya."

Artikel ini diproduksi oleh Erwin Renaldi disunting dari laporannya dalam bahasa Inggris. (ita/ita)