Mendekam di Penjara Berkeamanan Tinggi, Pria Australia Rencanakan Serangan

ABC Australia - detikNews
Jumat, 19 Feb 2021 15:54 WIB
Jakarta -

Seorang narapidana berusia 24 tahun yang kini mendekam dalam penjara berkeamanan tinggi, Goulburn Supermax, telah ditetapkan sebagai tersangka terorisme.

  • Seorang napi berusia 24 tahun ditetapkan sebagai tersangka dengan dua dakwaan terkait terorisme
  • Kedua dakwaan ini memiliki ancaman hukum maksimal penjara seumur hidup
  • Persidangan atas kasus terorisme akan dilakukan pada awal April

Pria yang tak disebutkan namanya ini diduga merencanakan serangan terhadap aparat militer, polisi dan petugas penjara saat ia berada dalam penjara.

Kepolisian Federal Australia (AFP) menyatakan napi ini telah diketahui sebagai rekan dari orang yang diduga terlibat dalam kegiatan terorisme.

Dari hasil pengembangan penyelidikan yang dilakukan unit teroris berisiko tinggi pada Kepolisian Negara Bagian New South Wales (NSW), diputuskan untuk menetapkannya sebagai tersangka terorisme.

Saat ini ia sedang menjalani hukuman penjara untuk pidana yang tidak terkait dengan terorisme.

Petugas Tim Gabungan Penanggulangan Terorisme (JCTT) NSW sebelumnya telah menggeledah sel tahanan di penjara Goulburn Supermax pada Oktober 2019.

Dalam penggeledahan itu, polisi menemukan bukti-bukti rencana yang terperinci untuk melakukan perbuatan "ekstremisme kekerasan terhadap masyarakat, yang ditujukan kepada polisi, aparat militer, dan pegawai penjara".

Penetapan tersangka pria ini dilakukan polisi pada Kamis kemarin (18/02) dengan dua dakwaan yaitu mempersiapkan atau merencanakan tindakan terorisme.

A man in a prison cell

Polisi melakukan penggeledahan di sel tahanan terpidana berusia 24 tahun yang kini ditetapkan sebagai tersangka terorisme. (ABC News)

Download the ABC News app for all the latest.

"AFP dan mitra kami tanpa lelah akan menyelidiki dan menangani pelanggaran seperti ini dan menyeret pelakunya ke pengadilan," tegas Komisaris Scott Lee.

Komandan Penanggulangan Terorisme Kepolisian NSW, Asisten Komisaris Mark Walton, menambahkan tim gabungan JCTT terus bekerja "mengidentifikasi dan menghentikan potensi rencana serangan terorisme".

Pihak berwenang, katanya, terus memantau mereka yang berisiko mengalami radikalisasi serta mendeteksi mereka yang berusaha melakukan tindakan merugikan dalam masyarakat.

Polisi menyatakan meski napi tersebut ditetapkan sebagai tersangka terorisme, namun tidak ada ancaman yang sedang terjadi terhadap keamanan publik terkait penyelidikan ini.

Penjara Goulburn Supermax di wilayah Southern Tablelands New South Wales antara lain dihuni oleh beberapa penjahat dan teroris paling berbahaya di Australia.

Selain itu ada juga napi dari geng kriminal 'Brothers 4 Life', Bassam Hamzy, serta geng pemerkosa di Sydney, Bilal Skaf.

Diproduksi oleh Farid M. Ibrahim. Ikuti berita menarik lainnya di ABC Indonesia

Twitter
(ita/ita)