Seorang Pengusaha Menangkan Kasus Pencemaran Nama Baik yang Dilakukan ABC

ABC Australia - detikNews
Selasa, 02 Feb 2021 13:24 WIB
Jakarta -

Lembaga pemberitaan Australia, ABC dan Nine News, diputuskan bersalah dalam perkara gugatan pencemaran nama baik yang dilakukan seorang pengusaha Australia keturunan China, bernama Chau Chak Wing.

ABC Kalah di Pengadilan

  • Dr Chau menggugat ABC terkait tayangan Four Corners tahun 2017 yang ditonton lebih dari satu juta kali
  • Dia mengatakan program itu mencemarkan nama baiknya dengan menyimpulkan dirinya menyumbang untuk pengaruhi politisi
  • Hakim memberi kompensasi $AUD 590,000 dan meminta ABC menghapus program tersebut di internet

Pengadilan memutuskan pengusaha tersebut berhak mendapat ganti rugi sebesar AU$590 ribu, sekitar Rp6 miliar.

Dr Chau, berstatus warga negara Australia, mengajukan gugatan pencemaran nama baik ke pengadilan Federal Australia, setelah ABC dan Fairfax Media menayangkan sebuah program di tahun 2017.

Program Four Corners berjudul 'Power dan Influence', atau Kuasa dan Pengaruh, adalah kerjasama ABC dengan Fairfax Media, yang sekarang dimiliki oleh kelompok media bernama Nine Entertainment.

Dalam gugatannya, Dr Chau mengatakan tayangan tersebut berisi enam hal yang mencemarkan namanya.

Termasuk menyebutkan ia "mengkhianati" negaranya sekarang, yakni Australia.

Laporan tersebut juga menyebutkan ia adalah anggota Partai Komunis China dan ia memberikan sumbangan besar guna mempengaruhi keputusan para politisi.

Dalam keputusannya hari Selasa ini (2/02), Hakim Steven Rares memenangkan gugatan Dr Chau dan memerintahkan kompensasi keuangan sebesar Rp6 miliar.

Hakim juga memerintahkan ABC untuk menghapus program tersebut dari situs online.

Wartawan Nick McKenzie yang melakukan penyelidikan untuk tayangan tersebut termasuk salah seorang yang disebut namanya dalam guatan.

Dalam pernyataannya, Mark O'Brien, pengacara Dr Chau menyambut baik keputusan pengadilan.

"Dr Chau senang bahwa reputasinya sudah dipulihkan setelah adanya serangan yang tidak berdasar yang dilakukan Nick McKenzie dan Four Corners," katanya.

Di pengadilan terungkap tayangan yang dibuat setelah penyelidikan selama lima bulan tersebut sudah ditonton oleh lebih dari satu juta orang.

Tayangan televisi itu juga disertai artikel yang dimuat di situs ABC News.

A woman in a white jumper walking along a street.

Putri Dr Chau, Winky Chow mengatakan menerima belasan telepon setelah tayangan ABC itu disiarkan. (AAP: Peter Rae)

Dalam persidangan bulan Oktober 2020, Dr Chau mengatakan tayangan program tersebut membuatnya tidak bisa tidur dan merasa "stress".

Putrinya, Winky Chow mengatakan dia menerima belasan panggilan telepon yang masuk setelah tayangan yang mengejutkan banyak teman keluarga tersebut.

Para saksi yang diajukan untuk mendukung Dr Chau menggambarkan dirinya sebagai pengusaha yang murah hati dan "pemberi yang diam-diam" dengan reputasi tinggi, untuk memperkuat hubungan Australia-China lewat bidang pendidikan.

Pengacara Dr Chau di pengadilan, Bruce McClintock SC mengatakan tayangan ABC tersebut menggambarkan kliennya sebagai "seorang pengusaha internasional yang penuh misteri".

Bruce pembukaan di program tersebut digambarkan seperti sebuah novel spionase dan menuduh ABC dan Nine gagal tak bisa menahan "insting mereka seperti media tabloid".

Pengacara yang membela ABC, Matt Collins QC mengakui jika tayangan itu menimbulkan kecurigaan berkenaan dengan Dr Chau, namun kasus itu sebagai usaha "mencari untuk menemukan pesan-pesan yang tersembunyi."

Dr Chau sebelumnya sudah mendapat ganti rugi AU$280 ribu, atau lebih dari Rp3 miliar, dalam kasus gugatan terpisah terhadap penerbit koran Sydney Morning Herald berkenaan dengan artikel tahun 2015 mengenai tuduhan penyuapan yang sama.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dan lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini

(ita/ita)