Tanggapan Pengekspor Australia Soal Rencana Indonesia Mengimpor Daging Meksiko

ABC Australia - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 13:19 WIB
Jakarta -

Pemerintah Indonesia tengah mencari solusi untuk menstabilkan harga daging sapi dan menanggapi aksi mogok yang dilakukan pedagang daging sapi di Jabodetabek, salah satunya mengimpor daging sapi dari Meksiko.

KP Daging sapi

Robi Agustiar, konsultan industri sapi Indonesia mengatakan belum jelas berapa banyak sapi Meksiko yang diizinkan Pemerintah Indonesia.

"Mereka belum menetapkan kebijakan, mereka hanya berusaha mencari sumber ternak hidup lain dari negara lain selain Australia," ujarnya.

Robi menjelaskan saat ini tempat penggemukan sapi Indonesia sedang mengalami kesulitan.

"Saat ini harga feedlot Rp 48.000 per kilogram, tapi [feedlot] sudah membeli sapi dari Australia seharga Rp 56.000," ujarnya.

"Jadi mereka merugi."

Ketua Dewan Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong (Gaspupindo) Didiek Purwanto mengatakan saat ini kapasitas feedlot di Indonesia sekitar 40 persen.

"Sejak kuartal terakhir, feedlot hanya berusaha bertahan agar bisa mempertahankan pelanggannya, tidak memikirkan untung."

"Dengan harapan di masa depan, jika kondisinya membaik, pelanggan mereka akan tetap ada dan bisa terus beroperasi," kata Didiek.

"Namun, harga sapi hidup asal Australia sudah mencapai [tingkat harga] yang tidak memungkinkan lagi feedlot melanjutkan operasinya."

Hal ini pula yang membuat Pemerintah Indonesia meminta 'feedlot' untuk mencari sumber ternak alternatif, karena Australia semakin tidak bisa memberikan kepastian pasokan.

Kondisi ini sangat disayangkan mengingat hubungan industri sapi potong yang sudah terjalin selama 30 tahun antara Indonesia dan Australia.

Sejak November 2020, hewan sapi dari Darwin telah dijual dengan harga sekitar $4 per kilogram, atau lebih dari Rp40.000 dengan jenis sapi tertentu dijual hingga $4,10 per kilogram.

Artikel ini diproduksi oleh Erwin Renaldi dari laporannya dalam bahasa Inggris.

(ita/ita)