Hampir Setengah Siswa SMA di Australia Mengaku Sudah Pernah Berhubungan Seks

ABC Australia - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 09:22 WIB
Jakarta -

Survei nasional dengan data yang dikumpulkan di tahun 2018 menemukan 47 persen responden siswa SMA di Australia telah berhubungan seksual.

Khusus untuk siswa kelas 12, jumlahnya mencapai 55 persen.

Australia memiliki kurikulum nasional, tetapi karena sektor pendidikan tetap menjadi tanggung jawab negara bagian, maka pelaksanaannya berbeda-beda, termasuk soal penerapan kurikulum pendidikan seks.

Menurut pakar kesehatan seksual dari Latrobe University, Dr Christopher Fisher, pengajaran pendidikan seks di Australia masih bersifat tambal sulam.

Dr Christopher memimpin Survei Nasional Siswa Pendidikan Menengah dan Kesehatan Seksual yang dilaksanakan setiap lima tahun sejak 1992.

"Beberapa remaja menyampaikan sangat senang mereka bisa mendapatkan pendidikan seks, karena mereka bisa belajar banyak hal," kata Dr Christopher kepada ABC.

"Namun dalam perjalanannya, remaja lainnya mungkin tidak mendapatkan pendidikan seks sebaik yang diajarkan di sekolah," jelasnya.

Koordinator kurikulum pendidikan seks dari Curtin University, Dr Jacqueline Hendriks menyebut kurikulum pendidikan seks di Australia masih "plin-plan".

"Saya tidak menyebut kita ini sangat tertinggal, namun masih harus mengikuti perkembangan zaman," ujarnya.

"Ada perbedaan besar, di antara sekolah-sekolah, di antara ruang-ruang kelas," kata Dr Jacqueline.

'Banyak pengalaman remaja yang tidak terwakili dalam kurikulum'

A young woman in a white t-shirt in front of a bush backdrop smiles

Tamsin Griffiths berharap pendidikan seks di sekolah bisa sejalan dengan sikap dan perilaku kalangan remaja seperti dirinya. (Unsplash: Taylor Wilcox)

"Fokusnya mencakup siswa yang belajar tentang perubahan fisik, sosial dan emosional yang terjadi dari waktu ke waktu dan peran penting yang dimainkan hubungan dan seksualitas dalam perubahan ini," jelasnya.

Ia menambahkan, siswa diharapkan belajar tentang hubungan, biologi, membuat keputusan yang aman, dan perubahan tubuh pada interval yang sesuai selama pendidikan mereka.

Misalnya, untuk jenjang Kelas 3 hingga Kelas 10, siswa mempelajari tentang membangun dan mengelola hubungan, strategi untuk menangani hubungan di mana ada ketidakseimbangan kekuasaan, dan mengubah identitas pribadi, budaya, gender, dan seksual.

Artikel ini diproduksi Farid M.Ibarahim dari laporannya dalam Bahasa Inggris.

(ita/ita)