Vaksinasi COVID-19 di Indonesia Dimulai, Nakes Takut Protokol Kesehatan Mengendur

ABC Australia - detikNews
Rabu, 13 Jan 2021 17:48 WIB
Jakarta -

Indonesia memulai vaksinasi COVID-19 perdana dan Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang menerima suntikan vaksin di Indonesia, hari Rabu (13/01).

"Tidak terasa sama sekali," ujar Presiden Jokowi setelah mendapat suntikan vaksin buatan Sinovac asal China di Istana Negara.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia, dr Daeng Faqih menjadi orang kedua orang yang divaksin.

Vaksinasi COVID-19 perdana di Indonesia ini juga disiarkan secara langsung di akun YouTube Sekretariat Presiden dan terlihat mengedepankan pesan "aman" dan "halal".

Hadir dalam vaksinasi juga Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan, dan Rais Syuriah PBNU Ahmad Ishomuddin, yang memberikan pernyataan sebelum divaksin.

Presiden Joko Widodo Disuntik Vaksin COVID-19

Presiden Joko Widodo disuntik vaksin COVID-19 di Istana Negara, hari Rabu (13/01). (Supplied: LaporCOVID-19)

LaporCOVID-19 per hari Selasa (12/01) mencatat, lebih dari 600 orang tenaga kesehatan Indonesia telah meninggal dunia akibat COVID-19.

Menurut dr Andika, menambah tempat perawatan akan berisiko pada tenaga kesehatan yang ada. Selain akan membuat tenaga kesehatan kelelahan dan rentan terpapar, kualitas perawatan juga akan menjadi menurun.

"Karena bayangkan, sebagai contoh saya di satu rumah sakit itu melakukan visit 30 sampai 40 pasien. Bisa enggak kira-kira saya mengetahui secara detil kondisi pasien? Kan enggak," kata dokter yang menangani tiga rumah sakit ini.

"Jadi kita menyiasati kalau kondisi pasien nggak berat-berat banget ya kita skip-skip aja gitu. Itu salah satu bentuk usaha kita untuk tetap melayani, walau kualitasnya jadi menurun."

Masyarakat dan pemerintah tidak boleh lengah

Setelah penyuntikan Presiden Jokowi hari ini, yang diikuti kelompok masyarakat dalam kategori prioritas, gelombang kedua vaksinasi akan dilaksanakan pada April 2021 hingga Maret 2022 meliputi tahap tiga sasaran vaksinasi yakni masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi.

Kemudian, penyuntikan akan diberikan pada masyarakat yang termasuk kategori pada tahap empat, yaitu masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan klaster, sesuai dengan ketersediaan vaksin.

Selama program vaksinasi berlangsung, baik tenaga kesehatan dan pengamat berharap masyarakat dan pemerintah tidak lengah.

Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health di Griffith University di Australia mengingatkan, keberhasilan program vaksinasi dalam situasi wabah sangat bergantung pada efektifitas program tes, telusur, isolasi, dan karantina yang ditunjang strategi 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, membatasi mobilisasi, menjauhi kerumunan) dengan komunikasi risiko yang tepat.

"Kegagalan vaksinasi dalam menghentikan wabah bukan hal yang aneh dan sangat mungkin terjadi," kata dr Dicky.

"Sangat penting pemerintah melakukan program testing, tracing, isolasi, karantina serapi, sekonsisten, dan seserius program vaksinasi."

Hal senada disampaikan Dr Ines Atmosukarto, peneliti Biomolekuler dari Australian National University (ANU) dan Direktur Utama Lipotek Australia.

"Walaupun program vaksinasi sudah dimulai, masyarakat nggak boleh lengah. Ini bukan silver bullet dan masih jauh perjalanan," ujar

"Hidup kita tidak akan kembali normal di Indonesia untuk paling sedikit 18 sampai 24 bulan, dan itu harus kita sadari dan kita terima."

"Kalau kita menerima itu dan mengubah cara hidup kita, mungkin pandemi akan lebih cepat berlalu," pungkas Ines.

Gelombang pertama vaksinasi dilakukan mulai hari ini hingga April 2021 dengan dua kelompok yang ditargetkan, yakni tenaga kesehatan, termasuk asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang, serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Sementara kelompok kedua adalah petugas pelayanan publik, termasuk Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara Republik Indonesia, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya yang meliputi petugas di bandara/pelabuhan/stasiun/terminal, serta petugas lain yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat.

(ita/ita)