Sekelompok Gorila Positif COVID-19, Termasuk Kasus Pertama pada Spesies Kera Besar

ABC Australia - detikNews
Rabu, 13 Jan 2021 14:09 WIB
Jakarta -

Beberapa gorila di Taman Safari dan Kebun Binatang San Diego, California, Amerika Serikat telah menjalani tes COVID-19 dengan menunjukkan hasil positif COVID-19.

Gorila di San Diego Tertular Virus Corona

  • Taman safari mengetes feses dari kelompok gorila setelah dua di antaranya mulai batuk-batuk
  • Dokter hewan sedang mengawasi mereka dan akan tetap menempatkannya di habitat asli
  • Pihak berwenang kebun binatang tersebut sedang berkomunikasi dengan ahli untuk mengantisipasi gejala tambahan

Kasus di kalangan gorila ini menjadi salah satu kasus virus corona pertama pada spesies kera besar.

Direktur eksekutif taman safari dan kebun binatang tersebut, Lisa Peterson, mengonfirmasi delapan gorila yang hidup berkelompok tersebut terpapar virus dan beberapa di antaranya bahkan sudah mulai batuk.

Feses dari kedelapan gorila ini telah diambil untuk dites, dan sejauh ini, tiga di antaranya sudah mengembalikan hasil positif, menurut Departemen Laboratorium Pertanian Nasional dan Layanan Hewan Amerika Serikat.

Infeksi ini diduga berasal dari anggota perawatan satwa yang dites positif, namun tidak menunjukkan gejala. Ia juga selalu mengenakan masker bila berada dekat para gorila.

Kebun tersebut telah ditutup untuk pengunjung sejak tanggal 6 Desember 2020, mengikuti aturan 'lockdown' di California untuk menekan jumlah kasus virus corona.

Dokter hewan kini tengah mengawasi para gorila yang akan tetap tinggal di habitat mereka di dalam kebun daerah utara San Diego tersebut, menurut pernyataan Lisa.

Sejauh ini, mereka sudah diberikan vitamin, air, dan makanan, namun belum menerima penanganan khusus untuk melawan virus yang diidap.

"Di samping dari penyumbatan dan batuk-batuk, gorila ini dalam kondisi baik," kata Lisa.

Gorila dites setelah mulai batuk-batuk

Beberapa satwa seperti cerpelai hingga harimau sebelumnya pernah dilaporkan terinfeksi virus corona, namun peristiwa di San Diego menjadi penularan pertama pada kera besar, yang merupakan hewan sosial.

Belum diketahui apakah gorila tersebut akan menunjukkan reaksi serius.

Ahli satwa sebelumnya sudah khawatir dengan kemungkinan gorila, yang termasuk spesies terancam dan memiliki 98,4 persen kesamaan DNA dengan manusia, tertular virus corona.

Senin lalu, taman safari tersebut menambahkan beberapa protokol kesehatan bagi karyawan, termasuk kewajiban mengenakan 'face shield' dan kacamata pelindung bila sedang berdekatan dengan binatang.

Bukti bahwa gorila juga dapat tertular virus corona telah menjadi catatan baru tentang bagaimana pandemi berdampak pada spesies di habitat asli ketika berinteraksi dengan manusia, ungkap pihak taman tersebut.

Taman Safari dan Kebun Binatang San Diego berencana untuk berbagi pengalaman dan pembelajarannya kepada otoritas kesehatan, konservasionis, dan ilmuwan untuk membantu menentukan langkah terbaik dalam melindungi gorila di hutan Afrika.

Diproduksi oleh Natasya Salim dari artikel dalam bahasa Inggris yang bisa dibaca di sini.

Ikuti berita seputar pandemi Australia dan lainnya di ABC Indonesia.

(ita/ita)