Donald Trump Dijuluki 'Teroris Domestik', Unjuk Rasa di AS Diperkirakan Berlanjut

ABC Australia - detikNews
Selasa, 12 Jan 2021 16:39 WIB
Jakarta -

Menjelang pelantikan Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden tanggal 20 Januari mendatang, situasi politik di Amerika Serikat masih dalam keadaan tidak menentu, setelah sebelumnya terjadi kerusuhan di Gedung Capitol di Washington DC, pekan lalu.

Menjelang Pelantikan Joe Biden

  • FBI mengatakan akan ada "unjuk rasa bersenjata" pada akhir pekan di Washington DC dan 50 negara bagian lainnya
  • Beberapa perusahaan besar menghentikan sumbangan kepada anggota Partai Republik yang mendukung Trump
  • Seorang anggota Kongres dinyatakan positif COVID-19 setelah kerusuhan di Gedung Capitol

Badan Penyelidik Federal (FBI) mengatakan ada rencana 'unjuk rasa bersenjata' yang akan dilakukan di ibukota Washington DC dan di 50 ibukota negara bagian di akhir pekan.

Menurut laporan media Amerika Serikat, yakni ABC News, sebuah kelompok bersenjata mengatakan berencana mendatangi Washington tanggal 16 Januari dan berencana melakukan "pemberontakan bersenjata" bila ada usaha untuk melengserkan Donald Trump dari jabatannya sekarang.

Sementara itu di Gedung Capitol, para anggota parlemen dari Partai Demokrat mulai berusaha melengserkan Presiden Trump dengan pengajuan satu pasal yang menuduhnya melakukan penghasutan yang menyebabkan kerusuhan di simbol demokrasi Amerika Serikat.

Anggota Demokrat yang sekarang menguasai mayoritas Majelis Rendah (DPR) diperkirakan akan melakukan pemungutan suara hari Rabu.

Bila disetujui maka Presiden Trump akan menjadi presiden pertama dalam sejarah Amerika Serikat yang berusaha dilengserkan untuk kedua kalinya.

Bulan Desember 2019, Demokrat juga mengajukan pasal pelengseran terhadap Trump dengan tuduhan menekan Ukraina untuk menyelidiki Joe Biden, namun di tingkat Senat, anggota partai Republik tidak mendukung usaha pelengseran tersebut.

Bila Presiden Trump dilengserkan, dia tidak akan bisa mencalonkan diri lagi menjadi presiden atau memegang jabatan publik.

"Saya bisa melaporkan bahwa sekarang kami sudah memiliki cukup suara untuk pengajuan pelengseran," kata David Cicilline, Anggota Kongres dari Partai Demokrat.

Menurut beberapa kalangan termasuk dari Partai Republik, kecil kemungkinan Presiden Trump bisa dilengserkan sebelum masa jabatannya berakhir 20 Januari.

Sementara itu guna mengamankan upacara pelantikan Presiden terpilih Joe Biden, sekitar 15 ribu anggota Garda Nasional sudah dikirimkan ke Washington DC.

Kepala Biro Garda Nasional Jenderal Daniel Hokanson mengatakan kepada wartawan jika sekitar 10 ribu tentara akan tiba di Washington hari Minggu (17/1/2021) untuk ditugaskan mendukung keamanan, logistik dan komunikasi.

People wearing suits and face masks take cover under chairs while others hold up mobile phones in a seated hall.

Pemandangan para anggota parlemen Amerika Serikat mencoba berlindung karena adanya massa yang masuk mengejutkan dunia. (Supplied)

Seorang politisi perempuan berusia 75 tahun, Bonnie Watson Coleman, anggota Kongres dari Partai Demokrat mengatakan ia positif tertular virus corona setelah peristiwa kerusuhan minggu lalu.

Ia mengatakan dirinya kemungkinan terkena virus tersebut ketika berada di tempat perlindungan bersama anggota Kongres lain yang tidak mengenakan masker.

Coleman mengatakan rapid tes yang dilakukannya menunjukkan hasil positif dan saat ini menunggu hasil tes yang lebih komprehensif dan mengatakan sudah mendapatkan dosis pertama vaksin.

Dokter anggota Kongres mengatakan Coleman berada di tempat perlindungan tertutup selama beberapa jam ketika kerusuhan terjadi dan kemungkinan mendapatkan virus dari seseorang yang sudah positif.

Sekitar 200 orang termasuk anggota Kongres berada selama beberapa jam di sebuah ruangan tertutup dimana sejumlah anggota dari Partai Republik tidak mengenakan masker.

President terpilih Joe Biden, yang sudah mengatakan penanganan COVID-19 akan menjadi prioritas utama, mengatakan dia kecewa dengan beberapa politisi Partai Republik yang tidak mau mengenakan masker.

"Ini bukan masalah politik. Ini masalah keamanan publik," katanya.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari berbagai sumber.

(ita/ita)