Kerusuhan di Ibukota Washington, Twitter Mengunci Akun Presiden Donald Trump

ABC Australia - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 17:35 WIB
Jakarta -

Sekelompok orang pendukung Presiden Donald Trump bentrok dengan kepolisian, menyebabkan kerusuhan di Capitol Hill di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu waktu setempat.

Dengan menggunakan masker gas, sejumlah politisi terlihat telah melarikan diri dari ruang dewan perwakilan rakyat dan senat, setelah sejumlah perusuh menyerbu Gedung Putih menggunakan gas air mata.

Sebuah peringatan adanya "ancaman keamanan eksternal" diumumkan di dalam Capitol Hill saat anggota kongres sedang mengadakan pertemuan dan akan memberikan suara untuk menegaskan kemenangan Joe Biden, Presiden terpilih.

Para perusuh diketahui menggunakan "bahan kimia" yang ditujukan kepada polisi saat mencoba menerobos masuk ke gedung, kata kepala polisi Washington DC Robert Contee, sebelum masuk ke ruang Senat.

People wearing suits and face masks take cover under chairs while others hold up mobile phones in a seated hall.

Sejumlah orang yang berada di dalam ruangan mencoba berlindung setelah diketahui perusuh mencoba masuk Capitol Hill. (Reuters: Kevin Dietsch)

Penghitungan suara akan dilanjutkan hari ini

Nancy Pelosi, Ketua DPR Amerika Serikat, baru saja mengeluarkan pernyataan yang mengatakan jika Kongres akan melanjutkan penghitungan suara 'electoral college' malam ini waktu setempat, setelah gedung parlemen "diizinkan untuk digunakan" kembali.

Pelosi mengatakan keputusan ini diambil setelah berkonsultasi dengan pihak militer Amerika Serikat di Pentagon, Departemen Kehakiman, dan Wakil Presiden.

"Kami sekarang akan menjadi bagian dari sejarah, karena gambaran yang memalukan soal Amerika Serikat telah ditunjukkan kepada dunia, dengan penghasutan di tingkat tertinggi," katanya.

Artikel ini diproduksi oleh Erwin Renaldi dan Anda bisa mengikuti laporannya secara LIVE di blog ABC News.

(ita/ita)