Setelah 53 Hari Tanpa Kasus, Melbourne Catat 1 Kasus Baru COVID dari Sydney

ABC Australia - detikNews
Selasa, 22 Des 2020 13:35 WIB
Jakarta -

Negara bagian Victoria dengan ibukota Melbourne mencatat satu kasus positif virus corona dari warga yang diyakini tertular dari kawasan pantai utara Sydney.

Departemen Kesehatan di Victoria (DHHS) mengatakan warga tersebut memiliki kontak terbatas, tapi penyelidikan akan terus dilakukan.

"Hingga saat ini belum ada tempat-tempat yang terpapar, tapi jika ada perubahan akan kami berikan pembaruannya lebih lanjut," kata juru bicara DHHS.

"Siapapun yang telah kembali dari pantai utara Sydney, Greater Sydney, atau Central Coast perlu melakukan tes dan karantina selama 14 hari."

Penularan dari klaster Northern Beaches di Sydney bertambah dan 'lockdown' telah diberlakukan di kawasan ini selama tiga hari dari hari Sabtu kemarin (19/12).

Dalam konferensi pers, Menteri Kesehatan Victoria, Martin Foley mengatakan satu kasus tersebut diketahui seorang perempuan berusia 15 tahun asal Moonee Valey di Melbourne yang pulang ke Victoria bersama ibunya pada 17 Desember dan langsung melakukan isolasi mandiri.

"Sepengetahuan saya, anak muda itu memiliki kerabat di kawasan pantai utara Sydney dan telah terpapar di beberapa lokasi yang beresiko tinggi di sana," kata Martin.

"Tempatnya cukup beragam, Avalon RSL, Avalon Bowling Club, dan toko yang menjual fish and chips."

Ia dites pada 20 Desember, sementara tes awal ibunya menunjukkan negatif.

"Karena mereka telah melakukan isolasi mandiri di rumah, hingga saat ini tidak ada tempat yang berpotensi terpapar olehnya."

a stay at home sign on a beach front

Kawasan pantai utara di Sydney telah menjalani 'lockdown' sejak Sabtu sore. (ABC Indonesia)

Ikuti laporan terkini terkait virus corona dari Australia dalam Bahasa Indonesia.

Kate mengatakan warga lanjut usia juga kesulitan untuk mengikuti perubahan aturan.

"Kami memiliki penduduk lanjut usia di sini yang sudah janji dengan dokter di luar perbatasan, apa yang terjadi jika mereka kembali? Terutama jika mereka merasa tidak sehat?"

"Beberapa warga lansia kita benar-benar stres dan kesal dengan semua ketidakpastian dan ketidakmampuan untuk mendapat instruksi yang jelas."

Selama pandemi COVID-19, pemerintah harus mampu menerapkan kebijakan dalam beberapa hari, yang biasanya membutuhkan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk membuatnya, karena situasi virus corona dapat berubah dengan cepat.

Tetapi beberapa warga, termasuk Kate, berharap perubahan di masa depan akan dikomunikasikan dengan lebih jelas.

"Sungguh luar biasa setelah sembilan bulan berlalu, kita masih berantakan," katanya.

Artikel ini diproduksi oleh Erwin Renaldi dari beberapa laporan ABC News dalam bahasa Inggris.

(ita/ita)