'Travel Bubble' Australia dan Selandia Baru Kemungkinan Dimulai Kuartal I 2021

ABC Australia - detikNews
Selasa, 15 Des 2020 13:19 WIB
Jakarta -

Menteri Kesehatan Australia, Greg Hunt mengatakan Pemerintah Federal Australia menyambut baik pengumuman Selandia Baru soal 'travel bubble' dengan negaranya.

Senin kemarin (13/12), Kabinet Selandia Baru setuju untuk membentuk gelembung trans-Tasman dengan Australia awal tahun depan, seperti yang diumumkan Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern.

Kesepakatan itu akan berlangsung selama Australia dapat mempertahankan angka penularan yang rendah dan masih menunggu persetujuan dari Pemerintah Australia.

Menkes Greg mengatakan Pemerintah Federal akan "sepenuhnya" menyetujui perjanjian tersebut.

Menurutnya, dibukanya perjalanan antara kedua negara akan menguntungkan Australia dan Selandia Baru.

"Kami secara sadar membuka akses ke Australia untuk warga dari Selandia Baru karena jumlah kasus mereka sangat rendah dan kami tahu akan tiba saatnya angka penularan di Australia juga akan meyakinkan mereka," kata Menkes Greg.

"Ini memberikan kesempatan bagi warga Selandia Baru [dan] Australia untuk mengunjungi Selandia Baru tanpa harus karantina."

"Ini langkah pertama untuk kembali ke normalitas internasional."

A man in a mask pushes a suitcase trolley at Sydney airport, in front of a sign with silver fern that says:

Beberapa negara bagian di Australia telah membuka perbatasannya dengan Selandia Baru. (Foto: Cairns Airport)

PM Ardern mengatakan keberadaan gelembung perjalanan dengan Australia akan bergantung dengan jumlah penularan di Australia.

Salah satu syaratnya adalah tidak adanya penularan virus corona secara lokal selama 28 hari.

Dia mengatakan Pemerintah Selandia Baru harus memastikan adanya rencana persiapan, jika wabah COVID-19 terjadi kembali di Australia.

Hari Selasa (15/12), Menteri Tanggap COVID-19 Selandia Baru, Chris Hipkins akan pergi ke Bandara Auckland untuk melihat bagaimana "pemisahan" antara para pelancong internasional akan dilakukan.

"Kami tak ingin melihat pelancong datang dari negara zona aman berbaur dengan pelancong dari tempat lain, jadi kami akan memastikan semuanya teratur," katanya.

"Maskapai penerbangan sendiri membutuhkan waktu untuk bersiap memastikan memiliki cukup pesawat dan awak untuk menerbangi rute yang kita bicarakan, baik dengan trans-Tasman dan Cook Islands."

Artikel ini diproduksi oleh Erwin Renaldi dari laporannya dalam bahasa Inggris

Ikuti berita seputar pandemi Australia dan lainnya di ABC Indonesia.

(ita/ita)