Banyak Video Pelecehan, Visa dan Mastercard Hentikan Layanan Mereka di Pornhub

ABC Australia - detikNews
Sabtu, 12 Des 2020 11:57 WIB
Jakarta -

Mastercard dan Visa mengatakan mereka akan menghentikan akses penggunaan kartu mereka untuk pembayaran Pornhub, salah satu situs dewasa yang paling banyak dikunjungi di dunia.

KP Pornhub

  • Lembaga Internet Watch Foundation menemukan 118 kasus "penggambaran penyiksaan seksual anak-anak" di situs Pornhub dalam kurun tahun 2017-2019
  • Pornhub mengatakan mereka memperluas langkah-langkah moderasi konten dan akan merilis laporan secara transparan tahun 2021
  • Situs dewasa ini mengklaim telah mendapat 42 miliar kunjungan di tahun 2018 dan 7 juta unggahan video

Hal ini dilakukan setelah Mastercard mengumumkan hasil penyelidikan mereka yang mengkonfirmasi adanya "konten yang melanggar hukum".

Pekan lalu, penyedia kartu kredit terbesar tersebut mengatakan mereka tengah mempertimbangkan hubungan bisnis mereka dengan Pornhub dan perusahaan induk MindGeek, setelah ada sebuah petisi online yang menuduh situs tersebut membiarkan unggahan video pemerkosaan dan pelecehan seksual anak.

Petisi tersebut sudah ditandatangani lebih dari 2,1 juta tanda tangan.

Petisi Traffickinghub, yang diluncurkan oleh organisasi anti-perdagangan manusia Exodus Cry dan didukung oleh banyak organisasi perlindungan anak dan hak-hak perempuan, menuduh Pornhub "memperbolehkan, menampung, dan mengambil keuntungan dari video pemerkosaan anak, perdagangan seks, dan bentuk konten non-konsensual lainnya yang mengeksploitasi perempuan dan anak di bawah umur ".

Petisi ini juga menyerukan agar Pornhub "ditutup dan para eksekutifnya harus dimintai pertanggungjawaban".

Pornhub mengatakan tuduhan ini "tidak bertanggung jawab dan tidak benar".

Rabu kemarin situs tersebut memblokir akses pengguna untuk mengunduh video dan fitur unggahan bagi pengguna juga dibatasi.

Dalam pernyataan yang dikirim melalui email pada hari Kamis, Pornhub mengatakan kepada ABC jika akan ada kebijakan baru yang segera berlaku, termasuk proses verifikasi baru yang akan diterapkan pada tahun 2021 bagi pengguna yang mengunggah video.

Dikatakan bahwa unduhan berbayar yang terverifikasi akan dibebaskan dari larangan tersebut.

Pornhub adalah situs pornografi online gratis yang bisa diakses langsung oleh siapa saja tanpa kewajiban membuat akun terlebih dulu.

Sebelumnya situs ini mengizinkan pengunggahan konten dari penggunanya tanpa pemeriksaan identitas atau usia.

Tahun lalu, situs tersebut mengklaim mendapat 42 miliar kunjungan, atau 115 juta kunjungan per hari dengan 6,83 juta unggahan video baru.

Layanan pembayaran online PayPal berhenti memproses pembayaran ke Pornhub pada tahun lalu.

A captured image shows an online petition against Pornhub.

Koleksi pribadi: Sebuah petisi online yang meminta pertanggungjawaban Pornhub telah mendapatkan lebih dari 2 juta tanda tangan.

Laila mengatakan dia secara teratur berhubungan dengan banyak perempuan, seperti Rose, yang telah "dilecehkan dan dieksploitasi di Pornhub", termasuk perempuan yang tidak dalam keadaan sadar saat mendapat serangan seksual.

"Tidak hanya mereka harus melewati pengalaman dianiaya dan diperkosa sebagai anak-anak atau sebagai orang dewasa, tombol unduh yang sengaja ini memungkinkan siapa saja di seluruh dunia untuk mengunduh pengalaman buruk yang mereka alami dan mengunggahnya ke situs, pada dasarnya mengabadikan trauma mereka," katanya.

Dia mengatakan tidak hanya keuntungan, tetapi juga kesenangan melihat pemerkosaan dan penyiksaan, sangatlah "tidak masuk akal".

"Selain itu, mereka belum menghapus lebih dari 13 juta video yang diunggah oleh orang-orang yang tidak dicek dengan cara apa pun," katanya.

Michael Salter, Associate Professor Kriminologi di University of New South Wales yang juga pakar bidang eksploitasi seksual anak, mengatakan "sangat menghancurkan bagi para penyintas untuk mengetahui jika materi [yang menggambarkan] pelecehan mereka ada di luar sana".

Ini juga menempatkan para penyintas berisiko mendapat serangan online dan membuat mereka rentan terhadap pelecehan lebih lanjut.

"Survei menunjukkan sekitar satu dari tiga korban materi pelecehan seksual anak telah dihubungi dalam kehidupan nyata, atau telah dikenali dalam kehidupan nyata, oleh seseorang yang melihat video pelecehan mereka," katanya.

Meskipun ada pelecehan online, Dr Salter mengatakan ada sekelompok penyintas yang terlibat dalam mengidentifikasi materi pelecehan dan berjuang untuk menurunkannya dari internet.

Di antara mereka adalah Avir Sapir, sekarang berusia 19 tahun, yang mengatakan video pelecehan seksualnya saat balita diunggah di Pornhub dan dibiarkan berhari-hari dengan ratusan orang yang menontonnya.

Mengenai perubahan yang diterapkan oleh Pornhub, Avir mengatakan di akun Twitter-nya: "Ini bukan itikad baik untuk memperbaiki masalah mereka: ini adalah upaya putus asa untuk menghilangkan beban mereka, sampai semua orang lupa tentang apa yang terjadi. Saya tidak akan lupa."

'Internet kami tidak sesuai dengan hukum Australia'

Pornhub mengatakan mereka mempekerjakan moderator untuk menyaring setiap unggahan dan menghapus materi ilegal, serta menambahkan pihaknya memperluas langkah-langkah untuk memoderasi kontennya dan akan merilis laporannya secara transparan tahun depan.

Tetapi Dr Salter mengatakan moderator yang dipekerjakan oleh situs tersebut hanya berjumlah puluhan, jadi mereka "tidak mungkin melihat" sejumlah besar konten yang sedang diunggah.

Menurut angka Pornhub, di tahun 2020 konten yang diunggah ke situs mereka berdurasi lebih dari 1,36 juta jam atau setara dengan 169 tahun lamanya.

Dr Salter menambahkan beberapa konten ilegal yang ditemukan di Pornhub sudah diketahui pihak berwenang.

"Jika saja Pornhub menggunakan teknologi gratis yang bisa memindai materi pelecehan seksual, maka materi itu tidak akan muncul di Pornhub," katanya.

"Faktanya, MindGeek memiliki sejumlah properti yang sangat mirip dengan Pornhub dan tidak ada indikasi jika mereka meluncurkan perubahan kebijakan ke semua situs streaming mereka untuk memastikan keamanannya."

Tetapi meminta pertanggungjawaban dari perusahaan seperti itu terbukti sulit.

Dr Salter mengatakan di Amerika Serikat, perusahaan internet sebagian besar dilindungi oleh undang-undang "yang pada dasarnya memberi ganti rugi kepada penyedia layanan online dari tanggung jawab hukum untuk konten yang diunggah oleh pihak ketiga".

Di Australia memuat konten dewasa adalah tindakan ilegal, namun situs internet seperti Pornhub tidak hanya dapat diakses oleh orang dewasa, tetapi tidak ada batasan usia atau pemeriksaan usia agar mencegah anak-anak mengakses kontennya.

"Internet kami tidak sesuai dengan hukum Australia dan ekspektasi Australia," kata Dr Salter.

"Pada dasarnya, internet kami adalah anak perusahaan Amerika Serikat."

Tetapi sampai pemerintah mengambil tindakan, katanya, "jelas jika alat paling ampuh yang kita miliki untuk mengubahnya adalah dengan mempermalukan perusahaan-perusahaan seperti ini".

"Tapi ini hanyalah fenomena gunung es [masalah yang terlihat hanya sebagian kecil] dan Pornhub mungkin bukan pelaku terburuk."

Artikel ini diproduksi oleh Hellena Souisa dan Erwin Renaldi dari laporannya dalam bahasa Inggris

(ita/ita)