Indonesia Mempersiapkan Peluncuran Vaksin, Bagaimana dengan Negara Lain?

ABC Australia - detikNews
Rabu, 09 Des 2020 16:02 WIB
Jakarta -

Hari Minggu lalu, Indonesia telah menerima 1,2 juta dosis vaksin Sinovac buatan China dan masih menunggu 1,8 juta dosis vaksin susulan, beserta bahan bakunya, yang dapat diolah hingga menghasilkan 45 juta dosis.

Paket susulan tersebut diperkirakan akan sampai tahun depan.

Vaksin yang dikenal dengan nama CoronaVac tersebut namun masih membutuhkan persetujuan dari Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan sebelum diedarkan ke masyarakat luas.

Warga di Bali dikabarkan akan menjadi penerima pertama vaksin tersebut, dengan tujuan agar pulau tersebut dapat berubah "menjadi zona hijau awal tahun depan", menurut laporan kantor berita China, Xinhua.

Selain itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga sedang dalam proses menerbitkan sertifikat halal untuk vaksin tersebut.

Sementara itu beberapa negara lain juga sedang mempersiapkan peluncuran vaksin COVID-19. Sejauh mana perkembangannya?

Inggris

Penerima Vaksin Pertama di Dunia

Margaret Keenan, nenek berusia 90 tahun asal Inggris, menjadi penerima vaksin pertama di negara tersebut. (Reuters)

Rusia

Vaksin baru yang dikeluarkan Rusia bernama Sputnik V sedang diedarkan dalam negeri menyusul usaha vaksinasi massal di Moscow yang akan berlangsung akhir pekan lalu.

Tentara di daerah timur Rusia bernama Zabaykalsky Krai, telah disuntikkan vaksin tersebut Senin kemarin.

Sputnik V harus disimpan dalam ruangan bersuhu 18 derajat Celsius dan diedarkan menggunakan mobil van kecil yang dilengkapi pendingin.

Sebanyak 2.000 dosis vaksin sisanya direncanakan akan tiba di daerah Chelyabinsk akhir tahun ini dan akan diberikan pada tenaga kesehatan, guru, polisi, dan pekerja sosial, menurut laporan media lokal.

Peneliti vaksin mengatakan vaksin tersebut memiliki efektivitas lebih dari 95 persen, meski ada kritikan yang mengatakan vaksin tersebut belum melewati uji coba ketiganya.

China

Pemerintah provinsi di China sedang memesan vaksin virus corona yang dibuat dalam negeri, walaupun ahli kesehatan belum mengatakan seberapa baik kualitasnya atau bagaimana vaksin tersebut dapat diberikan kepada 1,4 juta warganya.

Pengembang vaksin kini sedang mempercepat pengetesan tahap akhir, menurut Menteri Luar Negeri China dalam rapat bersama PBB minggu lalu.

Bahkan tanpa persetujuan tahap akhir, lebih dari satu juta tenaga kesehatan dan lainnya yang berisiko lebih tinggi untuk tertular virus telah disuntikkan vaksin eksperimen dari Sinovac dan Sinopharm, di bawah izin penggunaan darurat.

Pengembang belum mengungkap seberapa efektif vaksin buatan mereka dan belum memberikan keterangan tentang efek samping yang mungkin terjadi

Pemerintah China belum mengemukakan seberapa banyak warganya yang akan disuntikkan vaksin, tapi Wakil Perdana Menteri Sun Chunlan mengatakan penjaga perbatasan negara dan warga di populasi berisiko tinggi harus diprioritaskan.

Diproduksi oleh Natasya Salim dari artikel dalam bahasa Inggris yang bisa dibaca di sini.

Ikuti berita seputar pandemi Australia dan lainnya di ABC Indonesia.

(ita/ita)