Khawatir Pulang ke Indonesia, Tapi Akan Bawa Pelajaran Lockdown dari Melbourne

ABC Australia - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 16:43 WIB
Jakarta -

Persiapan Farchan Noor Rachman untuk pulang ke Indonesia sudah hampir selesai dengan barang-barangnya yang sudah dikemas dan akan segera dikirim ke Jakarta.

Saat ini Farchan berada di kota Melbourne untuk menemani istrinya, Putri Nur Ayyini, yang baru saja menyelesaikan studinya di University of Melbourne.

Di saat Melbourne sudah tidak mencatat penularan virus corona selama hampir sebulan, mereka berdua akan pulang ke Indonesia yang masih menunjukkan peningkatan kasus COVID-19.

Farchan bercerita untuk masuk ke Indonesia, ia dan istrinya harus menunjukkan surat bebas COVID-19 yang ditandatangani dokter dari Melbourne.

"Menunjukkan SMS hasil tes dianggap enggak valid, padahal SMS kan resmi kalau di sini. Katanya harus ada [surat keterangan] yang ada legalitas capnya."

"Padahal di sini angka kasusnya sendiri nol. Kalau [ada orang yang datang] dari Melbourne dan nggak percaya kalau [orang itu] negatif, ya lucu aja," kata Farchan setengah tergelak.

Farchan berharap kepulangannya nanti berjalan lancar dan surat keterangan hasil tesnya diterima, sehingga ia dan istrinya bisa melakukan isolasi mandiri di rumahnya.

"Soalnya kalau lihat kondisinya di wisma atlet kayaknya ngeri. Mendingan di rumah sendiri saja."

Ingin tunda kepulangan jika ada pilihan

Sudah setengah juta orang di Indonesia yang tertular virus corona, dengan rata-rata penularan harian yang mencapai ribuan, telah membuat kekhawatiran bagi sejumlah warga Indonesia yang baru saja lulus kuliah di Australia, atau yang kontrak kerjanya habis, sehingga harus pulang ke Indonesia.

"Ya lumayan takut dan khawatir [mau pulang ke Indonesia], tapi kan ya harus pulang. Jadi ya sudah, jalani saja," ujar Farchan kepada Hellena Souisa dari ABC Indonesia.

Andika1

Jika memungkinkan, Andika Wardana dan YP Wardhani sebenarnya ingin menunda kepulangan karena pandemi. (Koleksi Pribadi)

Begitu pula dengan Farchan yang mengatakan akan mengubah beberapa kebiasaan jika ia sedang berada di Indonesia.

"Kami dulu tiap weekend pasti nongkrong sama teman-teman. Saya pikir saya enggak bisa hidup tanpa nongkrong, tapi pengalaman lockdown di Melbourne sudah membuktikan, ternyata saya bisa kok hidup enggak pakai nongkrong-nongkrong," tuturnya.

"Saya juga sudah bilang istri saya, nanti sampai di Indonesia nggak usah ke mana-mana. Di rumah saja, nggak usah nongkrong, nggak usah ke bioskop, nonton Netflix saja."

Farchan dan Putri berharap, teman-teman mereka di Jakarta bisa mengerti dan maklum jika nantinya mereka memilih untuk membatasi interaksi secara langsung.

(ita/ita)