Cara Australia Hidupkan Ekonomi Lewat Voucher Belanja dan Berlibur Untuk Warganya

ABC Australia - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 09:43 WIB
Jakarta -

Beberapa negara bagian di Australia berupaya membangkitkan kembali perekonomian mereka yang terpukul akibat pandemi COVID-19 dengan membagikan voucher bernilai jutaan rupiah bagi warganya.

Berikut adalah rangkuman ABC Indonesia tentang voucher-voucher tersebut.

Jelang Natal, Canberra bagikan voucher AU$40

Pemerintah Canberra akan membagikan voucher senilai A$40, atau sekitar Rp414 ribu, kepada warga negara bagian tersebut menyongsong Natal untuk meningkatkan pendapatan bisnis lokal di tengah resesi akibat virus corona.

Dua minggu lagi, Pemerintah Wilayah Ibu Kota Australia (ACT) akan membagikan lima voucher digital bagi pelanggan dengan nilai yang berbeda-beda untuk dihabiskan di bisnis yang terdaftar, yang akan diperbaharui setiap harinya.

Program uji coba ini akan berlangsung dari tanggal 9 Desember sampai 21 Desember, atau sampai dana A$500,000 yang dialokasikan dalam program tersebut telah semuanya terpakai.

Mulai Senin ini (23/11), warga yang berusia di atas 18 tahun boleh mendaftarkan diri di situs 'ChooseCBR'.

Kemudian mulai 19 Desember, warga Canberra akan diberikan lima voucher diskon setiap harinya, yang dapat dicairkan di toko-toko yang sudah terdaftar dalam program tersebut.

Kelima voucher tersebut harus digunakan di bisnis-bisnis yang berbeda supaya adil, dan akan memiliki nilai minimum pembelanjaan.

Berikut adalah tabel deskripsi voucher di Canberra.

Nilai voucher Pembelian minimal 2x $2.50 (Rp26 ribu) $10 (Rp103 ribu) 1x $5 (Rp52 ribu) $20 (Rp207 ribu) 1x $10 (Rp103 ribu) $40 (Rp414 ribu) 1x $20 (Rp207 ribu) $80 (Rp829 ribu)

Voucher tersebut tidak dapat digunakan untuk membeli produk seperti tembakau, dipakai untuk berjudi, ataupun membeli alkohol, namun dapat digunakan untuk memotong harga makanan yang dipesan dengan alkohol.

Menteri Bisnis ACT, Tara Cheyne, mengatakan sistem tersebut terinspirasi dari program serupa yang ada di Darwin dan voucher tersebut dapat diakses secara online.

"Ketika mendaftar dalam situs dan memuatnya kembali, setiap harinya voucher tersebut akan tersedia untuk Anda. Anda kemudian dapat mengklik voucher tersebut dan menunjukkannya pada bisnis yang terdaftar," katanya.

Graham Catt dari 'Canberra Business Chamber' mengatakan skema tersebut akan membantu bisnis yang kesulitan.

"Menyongsong Natal, ini adalah bentuk dorongan pertama untuk memberikan sedikit investasi untuk bisnis kecil, salah satu cara yang baik untuk menimbulkan efek berlipat ganda," katanya.

"Ini akan jadi skema yang sangat penting karena akan mendorong pelanggan, yang menurut saya mau terus mendukung bisnis lokal mereka, dan memberikan insentif untuk melakukannya."

Dalam kampanye pemilu ACT, Pemerintah negara bagian tersebut berkomitmen untuk mengadakan skema voucher bernilai A$2,5 juta (Rp26 miliar).

Tara Cheyne berharap uji coba menjelang Natal sebesar A$500,000 tersebut akan sukses terlaksana serta mengatakan akan adanya kemungkinan munculnya lebih banyak diskon tahun depan.

"Saya harap uji coba ini akan berhasil sehingga keuntungan dapat dinikmati bisnis dan komunitas Canberra, atau bahkan pengunjung di Canberra," katanya.

"Kami dapat membuat keputusan lebih baik tahun depan untuk melakukannya lagi, dan kemungkinan melakukannya ketika konsumsi di masyarakat tidak terlalu baik."

Patrons sit outside a busy cafe in Sydney.

Warga Sydney di atas 18 tahun dapat memanfaatkan voucher senilai Rp1 juta untuk perputaran ekonomi di sana. (ABC News: Simon Tucci)

Voucher Rp2 juta untuk bantu bisnis di Victoria

Premier Daniel Andrews pada tanggal 18 November lalu mengumumkan paket bagi sektor bisnis di sana bernama 'Victorian Tourism Recovery Package' senilai A$465 juta.

'Victorian Budget 2020/21' akan membantu lebih banyak orang menjelajahi daerah pedalaman negara bagian tersebut dengan menggunakan 120.000 buah voucher yang masing-masing bernilai A$200, atau lebih dari Rp2 juta.

Bisnis yang menjadi target utama adalah restoran, pub, hotel, perkebunan anggur, yang penghasilannya menurun akibat kebakaran hutan tahun lalu dan aturan di tengah wabah COVID-19.

Untuk mendapatkannya, warga di Victoria harus setidaknya mengeluarkan A$400 (Rp414 ribu) untuk menetap di akomodasi atau mengunjungi atraksi dan tur di pedalaman Victoria.

Skema ini direncanakan akan berjalan bulan Desember nanti dan sengaja diberlakukan di musim panas, momen di mana para bisnis membutuhkan penghasilan besar.

"Baik kegiatan jalan-jalan dengan keluarga, atau tur di pinggir pantai, kami membantu orang untuk keluar dari rumah mereka dan menikmati tempat-tempat di Victoria," kata Premier Andrews.

"Pendanaan ini akan membangkitkan pariwisata untuk bangkit kembali dari tantangan yang ada tahun ini dan menyambut lebih banyak pengunjung dan mempekerjakan lebih banyak warga Victoria."

Selain itu, Pemerintah Victoria juga meluncurkan sejumlah paket pembangunan infrastruktur yang diharapkan dapat memperbaiki fasilitas tempat wisata yang akan dikunjungi para pemegang voucher.

Menurut Menteri Pariwisata, Olahraga, Kegiatan Besar Victoria, Martin Pakula, pembangunan dilakukan karena "Victoria memiliki salah satu daya tarik terbaik di dunia dan ingin memastikan negara bagian tersebut akan menarik lebih banyak pengunjung".

"Investasi untuk infrastruktur di setiap titik negara bagian Victoria merupakan dasar dari pemulihan yang berkepanjangan, yang berarti akan ada lebih banyak pekerjaan bagi warga Victoria," katanya.

Laporan tambahan oleh Jordan Hayne dan diproduksi oleh Natasya Salim.

Ikuti berita seputar pandemi Australia lainnya di ABC Indonesia.

(ita/ita)