Australia Janji Lebih Banyak Partner Visa. Kenapa Masa Tunggunya Lama Sekali?

ABC Australia - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 17:15 WIB
Jakarta -

Pemerintah Australia berjanji untuk menerima lebih banyak aplikasi visa pasangan dari luar negeri dibandingkan tahun sebelumnya, namun bagi sejumlah orang waktu tunggu proses aplikasinya masih terlalu lama.

Peningkatan Pemberian Visa Partner

  • Kebanyakan proses untuk mendapatkan visa partner baru selesai setelah dua tahun
  • Australia berencana melipatduakan visa partner, namun tak ada peningkatan nyata antara Juli-September
  • Pembatasan perjalanan karena pandemi COVID-19 membuat banyak keluarga masih terpisah

Untuk tahun 2020-2021, jumlah penerimaan 'partner visa' yang dijanjikan Australia adalah 72.300, meningkat dari 37.118 di tahun sebelumnya.

Ketika mengumumkan angka baru ini bulan lalu, Pejabat Menteri Imigrasi Australia, Alan Tudge mengatakan "jumlah baru ini akan menyelesaikan persoalan banyaknya visa yang belum mendapat persetujuan selama ini".

"Ini akan memberi kejelasan kepada mereka yang ingin menetap di Australia bersama pasangan mereka dan merencanakan masa depan mereka," kata Alan.

Namun John Hourigan, Presiden Institut Migrasi Australia, merasa skeptis apakah fokus pada visa partner akan menyelesaikan banyaknya permohonan yang belum diproses.

"Sekarang ini ada 95 ribu aplikasi yang sudah masuk dan masih dalam tahap perencanaan ... mereka tidak harus memenuhi target ini," kata John.

Salah satu pendaftar yang masih menunggu pemberian visa tersebut adalah Peter Henkelman dan masa tunggu yang berlarut-larut mempengaruhi kehidupan keluarganya.

Februari lalu, Peter kembali ke Australia setelah sebelumnya tinggal bersama pasangannya Renata Cascaes dan putri mereka Isla, di Brasil selama lima tahun terakhir.

Peter kembali lebih dulu ke Australia untuk mempersiapkan kedatangan putrinya yang berusia empat tahun sambil mencari pekerjaan dan mempersiapkan tempat tinggal untuk mereka.

Namun, pengajuan visa turis untuk Renata ditolak karena Departemen Dalam Negeri Australia khawatir ia nantinya tidak akan kembali lagi ke Brasil.

Menyusul berita tersebut, pandemi COVID-19 terjadi sehingga keluarga itu terpaksa terpisah di dua benua yang berbeda.

Saat ini, Peter yang berusia 34 tahun memilih untuk bekerja di Australia dan mengirimkan uang ke Brasil untuk membiayai kehidupan keluarganya.

Namun ia merasa sedih karena tidak tahu bagaimana caranya membawa pasangan dan anaknya, yang merupakan warga Australia untuk kembali ke negara tersebut.

Karena tidak ada pilihan lain, Peter dan Renata sekarang mengajukan visa pasangan, meski Departemen Dalam Negeri Australia memperkirakan masa tunggunya bisa mencapai dua tahun atau lebih.

Kondisi tidak menentu yang serupa juga dialami Dionne Wilson, seorang agen penjualan rumah di Melbourne.

Pengajuan visa partner untuk pasangannya JP sudah berada dalam proses sejak 27 bulan terakhir.

Namun, ia masih belum mendapat kabar dari Departemen Dalam Negeri Australia tentang perkembangan visa tersebut sejak awal tahun 2020.

A couple smile at the camera at the football

Dionne Wilson (kiri) bersama pasangannya JP ketika menonton pertandingan sepakbola gaya Australia AFL ketika mereka di Australia. (Supplied)

John mengatakan walaupun sebagian orang menghabiskan waktu yang lama dalam menunggu visa mereka, beberapa di antaranya diproses lebih cepat.

Menurutnya, aplikasi visa tersebut adalah yang 'siap lolos', karena sudah menyertakan surat keterangan kelakuan baik serta surat kesehatan, tidak lama setelah proses aplikasi.

"Kami mendorong orang untuk mengajukan permohonan selengkap mungkin sehingga departemen bisa mempertimbangkan dan memprosesnya lebih cepat," katanya.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya daro artikel dalam bahasa Inggris yang bisa dibaca di sini

Ikuti berita seputar pandemi di Australia lainnya di ABC Indonesia.

(ita/ita)