Sudah Amankah Untuk Memesan Liburan ke Luar Negeri Tahun Depan?

ABC Australia - detikNews
Kamis, 12 Nov 2020 14:35 WIB
Jakarta -

Warga di Australia sepertinya sudah membayangkan pantai-pantai tropis di Bali atau warga Indonesia di Australia yang ingin pulang menengok keluarganya di Indonesia.

Pasalnya, pembatasan sosial terkait COVID-19 di Australia terus dilonggarkan dan kehidupan pun berangsur-angsur pulih kembali seperti sediakala.

Apalagi saat ini banyak penawaran paket akomodasi yang fleksibel atau tur wisata dengan potongan harga yang lumayan.

Namun dengan perbatasan internasional secara umum masih tertutup, seberapa amankah untuk memesan tiket dan akomodasi liburan saat ini?

"Semuanya belum bisa dipastikan," kata Ute Junker, seorang penulis tentang traveling dan liburan.

A map laid out across a table with a camera.

Seiring dengan semakin dilonggarkannya pembatasan terkait COVID-19, kini banyak warga Australia mulai mempertimbangkan untuk berlibur keluar negeri. (Reuters: Kham)

Ute mencontohkan situasi apabila ditemukan adanya kasus COVID di suatu bandara besar, maka seluruh rencana liburan pasti akan terganggu.

Kemana sebaiknya warga Australia berlibur

Setelah mempertimbangkan segala syarat dan ketentuan serta memahami risiko tawaran paket-paket liburan, lantas kemana sebaiknya warga Australia berlibur saat ini?

Menurut Ute, tempat-tempat seperti New York dan London yang secara tradisional sangat populer di kalangan wisatawan Australia, saat ini berada di luar pertimbangan.

Ia menyarankan agar pelancong melakukan sedikit riset dan melihat negara mana saja yang sudah memungkinkan untuk dikunjungi.

Ute memperingatkan saat ini belum bisa dianggap aman untuk melakukan perjalanan internasional. Namun dia mencontohkan negara seperti Selandia Baru merupakan pilihan yang realistis.

"Kita semua mengetahui Selandia Baru, Pasifik Selatan, dan sebagian negara Asia merupakan tujuan yang akan dibuka lebih awal untuk warga Australia daripada Amerika Utara," katanya.

"Kita semua punya negara tujuan untuk liburan, dan mungkin ini saatnya mengatur kembali semua itu," ujar Ute Junker.

Diproduksi oleh Farid M. Ibrahim dari artikel ABC News

(ita/ita)