Skandal di Canberra Libatkan Jaksa Agung dan Menteri Imigrasi Australia

ABC Australia - detikNews
Selasa, 10 Nov 2020 14:58 WIB
Canberra -

Christian Porter, seorang menteri kabinet Pemerintahan Australia pernah mendapat teguran akibat ketahuan berperilaku intim dengan seorang perempuan muda di salah satu bar di Canberra.

  • Christian Porter diperingatkan setelah kedapatan "berciuman dan berpelukan" dengan seorang perempuan muda di bar
  • Menteri Imigrasi Alan Tudge, yang berada di tempat kejadian memaksa seorang wartawan untuk menghapus foto Christian dengan perempuan tersebut
  • Menteri Alan Tudge sendiri menjalin perselingkuhan dengan seorang penasehat medianya

Teguran disampaikan oleh Malcolm Turnbull yang ketika kejadian di tahun 2017 itu menjabat sebagai Perdana Menteri dan saat itu Christian akan ditunjuk sebagai Jaksa Agung.

Menurut laporan program ABC 'Four Corners', Christian menjadi sorotan di antara para staf yang bekerja untuk pejabat di Canberra, setelah kedapatan berperilaku intim dengan seorang perempuan yang bekerja untuk menteri lainnya.

Peristiwa itu terjadi di Public Bar, kota Canberra, ketika Christian masih memiliki istri yang tinggal di Kota Perth bersama anak mereka yang masih balita.

Perdana Menteri saat itu, Malcolm Turnbull, menyampaikan teguran itu karena khawatir Christian bisa berisiko melanggar sumpah jabatan atau diperas orang akibat perbuatannya itu.

Malcolm mengatakan beberapa saat sebelum menunjuk Christian sebagai Jaksa Agung, ia telah memperingatkan jika ia nantinya akan diberhentikan apabila perilakunya di tempat umum bersama perempuan muda terulang kembali.

Investigasi ABC menemukan bahwa "Larangan Ugal-ugalan" yang pernah disampaikan PM Turnbull ternyata bukan hanya ditujukan kepada Wakil Perdana Menteri waktu itu, Barnaby Joyce, yang juga berselingkuh dengan staf perempuan lainnya.

Larangan tersebut juga ditujukan kepada Christian dan Alan Tudge, yang kini menjabat sebagai pejabat sementara Menteri Imigrasi, Kewarganegaraan, Layanan Migrasi dan Hubungan Multikultural yang juga diketahui berselingkuh dengan stafnya di tahun 2017.

Baik Christian Porter maupun Alan Tudge merupakan politisi dari Partai Liberal yang kini memerintah di Australia.

Saat berkampanye keduanya mengusung pentingnya nilai-nilai keluarga.

Malcolm Turnbull menggambarkan perilaku Christian dengan perempuan muda tersebut sebagai "tak bisa diterima".

"Saya bertemu dengan Porter di kantor saya dan menyampaikan kepadanya bahwa saya menerima laporan dia pergi ke tempat umum, mabuk-mabukan, dan didampingi oleh perempuan-perempuan muda," ujar Malcolm.

"Dia mengakui hal itu, dia tidak membantahnya," katanya.

"Dan saya bilang, ingat, ini perilaku yang tak bisa diterima bagi seorang menteri kabinet dan menempatkan kamu pada risiko melanggar sumpah jabatan," tambahnya.

Malcolm mengatakan di era telepon pintar saat ini, para menteri dapat melanggar sumpah jabatan atau diperas orang kecuali jika mereka menunjukkan perilaku tidak tercela.

"Dia tahu bahwa saya mempertimbangkan dia untuk menjadi jaksa agung, yang tentu saja merupakan pejabat hukum tertinggi di negara ini, dan memiliki kursi di Komite Keamanan Nasional," kata Turnbull.

"Risiko untuk melanggar sangat nyata," katanya.

"Ini bukan hanya cerita novel spionase. Pejabat yang menempatkan dirinya pada posisi di mana mereka dapat melanggar atau diperas orang, telah mengambil risiko, risiko yang tak dapat diterima," tambahnya.

Mantan PM Turnbull mengatakan Porter jelas tidak senang dengan pembicaraan mereka saat itu.

Jaksa Agung Christian Porter tidak bersedia memberikan tanggapan untuk dikutip setelah berkali-kali dihubungi oleh Program ABC Four Corners.

Dalam pernyataan singkat tentang pertemuannya dengan Malcolm pada Desember 2017, Christian mengatakan Malcolm mempertanyakan akurasi dari "cerita" yang dia dengar dan ia menjawab jika cerita itu tidak akurat.

"Malcolm kemudian mempromosikan saya menjadi Jaksa Agung sekitar dua minggu setelah itu," kata Christian dalam pernyataan tertulis.

"Di masa jabatan saya sebagai Jaksa Agung, saya tidak pernah mendapatkan keluhan atau saran tentang masalah apa pun dari Malcolm terkait pelaksanaan tugas saya sebagai Jaksa Agung hingga minggu terakhir dari Perdana Menteri, ketika kami sangat berbeda pendapat terkait masalah kewarganegaraan ganda Peter Dutton," katanya.

Peter Dutton merupakan anggota kabinet pada saat itu yang diterpa isu kewarganegaraan ganda.

Berbeda dengan warga biasa, anggota parlemen di Australia dilarang untuk memiliki kewarganegaraan ganda.

Alan Tudge meminta wartawan menghapus foto Christian

Four Corners mengungkap pada malam kejadian di tahun 2017 di Public Bar itu, seorang pegawai pemerintahan sempat mengambil foto kelakuan Porter bersama perempuan muda.

Public Bar di Canberra merupakan tempat favorit para politisi dan jurnalis yang bertugas di ibukota Australia ini.

Pegawai pemerintahan tersebut mengaku khawatir perilaku Christian akan membuatnya terancam risiko melanggar sumpah jabatan.

Four Corners mewawancarai banyak saksi yang melihat kejadian itu, termasuk beberapa orang staf Partai Liberal.

Salah satunya adalah Rachelle Miller, yang saat itu bekerja sebagai penasehat media untuk Alan Tudge.

Rachelle Miller bekerja di Parlemen Australia sebagai penasehat bagi anggota parlemen dan menteri dari Partai Liberal selama sembilan tahun.

Kepada Four Corners, Rachelle mengaku melihat Christian dan perempuan muda yang juga staf Partai Liberal "berciuman dan berpelukan".

"Saya sangat khawatir bila kejadian hal itu berakhir jadi berita di koran," kata Rachelle kepada ABC.

"Hal itu akan sangat merugikan Pemerintah. Akan menjadi skandal yang tidak kita kehendaki," katanya.

Rachelle mengaku dia menemani atasannya, Alan Tudge, untuk menemui pria yang mengambil foto kejadian itu.

Pria tersebut menggunakan telepon seorang wartawan karena baterai teleponnya sendiri mati saat itu.

Alan, yang bersahabat dengan Christian, sempat marah dan meminta wartawan itu menghapus foto tersebut.

Keesokan harinya, Alan kembali menghubungi si wartawan dan bersikeras agar foto tersebut dihapus untuk menghilangkan bukti.

Sebelum program Four Corners ditayangkan di ABC TV Senin malam kemarin (9/11), Menteri Alan tidak bersedia memberikan tanggapan.

Setelah ditayangkan, barulah ia mengeluarkan pernyataan sebagai berikut:

"Malam ini, kejadian dalam kehidupan pribadi saya di tahun 2017 telah ditayangkan dalam program Four Corners ABC."

"Saya sangat menyesali tindakan saya itu, serta perasaan sakit yang ditimbulkannya pada keluarga saya. Saya juga menyesali perasaan sakit yang dialami [Rachelle] Miller."

Alan menekan staf untuk merahasiakan perselingkuhannya

Kepada Four Corners, Rachelle Miller mengakui bahwa dirinya dan Menteri Alan Tudge menjalani perselingkuhan pada tahun 2017. Saat itu, keduanya masing-masing dalam status menikah dan memiliki anak.

Meskipun perselingkuhan mereka sepenuhnya atas dasar suka sama suka, namun Rachelle kini mengaku sangat menyesalinya.

"Bila ada ketidakseimbangan kuasa antara menteri senior mungkin dengan staf junior, saya kira perlu diakui bahwa perilaku semacam itu tidak baik," kata Rachelle.

Ia mengaku, selama menjalani hubungan dan setelahnya, Menteri Alan selalu menekannya untuk tidak mengakui perselingkuhan mereka. Padahal hubungan mereka ini telah menjadi rumor di Gedung Parlemen Australia.

"Dia sering menekan saya dan, dalam tanda petik, meminta saya mempermainkan kalimat yang akan saya sampaikan kepada wartawan untuk menepis berita tersebut," kata Rachelle.

Ia menyebut, Alan memintanya untuk, "Pastikan kamu tidak mengungkap, pastikan kamu meluruskan kalimat, pastikan kamu tidak menjawab telepon, akan lebih baik bila kamu tidak menjawab teleponmu sama sekali."

Mantan PM Turnbull mengatakan kebiasaan politisi di Canberra mengingatkannya pada dunia korporat pada 1970-an atau 1980-an.

Dia mengatakan menteri yang menjalin hubungan asmara dengan staf merupakan perilaku yang "tak dapat diterima".

"Selalu ada ketidakseimbangan kuasa antara bos dan orang yang bekerja untuk mereka. Semakin muda dan junior staf ini, semakin ekstrem pula ketidakseimbangan itu," kata Malcolm.

"Para menteri pada dasarnya memiliki kewenangan untuk mempekerjakan dan memecat staf, jadi mereka memiliki kekuasaan yang sangat besar," jelasnya.

Setelah perselingkuhannya berakhir, Rachelle berhenti bekerja di kantor Menteri Tudge dan pindah bekerja untuk menteri lainnya.

Dia mengaku diturunkan posisinya dalam restrukturisasi di kantor tersebut dan akhirnya memutuskan untuk meninggalkan dunia politik.

Ia kini meminta agar kebiasaan di kalangan Partai Liberal terhadap kaum perempuan bisa berubah.

"Saya sangat yakin bahwa standar yang kita jalani adalah standar yang kita terima. Saya melihat banyak perilaku yang sangat buruk selama berada di Parlemen, dan saya merasa telah mengecewakan banyak wanita lain," katanya.

"Sebagai staf senior, saya bisa berbuat lebih banyak untuk membela orang. Sebaliknya, ada kebiasaan untuk tidak mau tahu atau terlibat dengan urusan seperti itu," katanya.

"Saya rasa tidak ada kesetaraan di Partai Liberal saat ini. Ini sangat mengkhawatirkan saya. Itu salah satu alasan mengapa saya kini berpikir untuk melepaskan keanggotaan saya dari Partai Liberal."

"Banyak perempuan yang bekerja sebagai staf di Parlemen saat ini. Tapi dari pengalaman, Anda harus menjadi seperti laki-laki untuk mengatasi dan bertahan."

Christian Porter dan Alan Tudge berkampanye tentang nilai-nilai keluarga

Baik Jaksa Agung Porter maupun Menteri Alan Tudge menggambarkan diri kepada para konstituennya sebagai sosok pria yang mengutamakan keluarga.

Alan secara terbuka menampilkan dirinya sebagai sosok konservatif sosial dan mendukung konsep perkawinan tradisional.

Saat perdebatan soal pernikahan sesama jenis, Alan menyatakan bahwa mengubah UU Perkawinan dengan mengizinkan pernikahan sesama jenis akan melemahkan institusi pernikahan.

Setelah menentang pernikahan sesama jenis, ia akhirnya mendukung perubahan UU ini mengikuti tuntutan dari konstituennya di Melbourne.

"Beberapa penentang utama pernikahan sesama jenis menggunakan alasan pernikahan tradisional, pada saat bersamaan mereka juga antusias melakukan perzinahan tradisional," kata mantan PM Turnbull.

"Seperti saya sampaikan berkali-kali, masalah kontroversi pernikahan sesama jenis penuh dengan kemunafikan, terutama dari orang yang merasa paling suci."

Senator dari Partai Konservatif Liberal Concetta Fierravanti-Wells mengatakan para politisi seharusnya menjalankan apapun nilai-nilai yang mereka sampaikan kepada konstituennya.

"Saat pemilu, saat jadi caleg, dan saat berdiri di hadapan pemilih, kita berdiri di atas seperangkat nilai dan keyakinan," katanya.

Senator Fierravanti-Wells menyatakan khawatir dengan risiko kompromi bagi setiap menteri Kabinet pada saat ada perdebatan tentang pengaruh dan campur tangan asing di Australia.

"Semakin tinggi jabatan, semakin tinggi pula tanggung jawabnya," katanya.

Sementara itu Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, telah mewajibkan semua menteri mematuhi Standar Perilaku Menteri, yang mensyaratkan menteri untuk bertindak sesuai standar kejujuran setinggi mungkin, sejak tahun 2018 lalu.

Standar Perilaku ini juga secara tegas melarang para menteri untuk berhubungan seks dengan staf dan pegawainya.

Alan Tudge yang kini jadi Pejabat sementara Menteri Imigrasi Australia telah bercerai dengan istrinya pada akhir tahun 2017.

Sedangkan Jaksa Agung Christian Porter mengumumkan perceraiannya pada Januari lalu.

Saksikan laporan investigasi Four Corners di ABC iview.

Artikel ini diproduksi oleh Farid M. IBrahim dari laporan investigasi Program ABC Four Corners

(nvc/nvc)