Masa Depan Hubungan dengan Indonesia Setelah AS Punya Presiden Baru

ABC Australia - detikNews
Senin, 09 Nov 2020 19:42 WIB
Jakarta -

Kemenangan Joe Biden dan Kamala Harris dalam pemilihan presiden di Amerika Serikat mendapat sambutan yang beragam dari sejumlah negara, termasuk Australia, Indonesia dan China.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison menyatakan hubungan Australia dengan AS akan semakin kuat di bawah kepemimpinan Joe Biden.

"Proses masih berlangsung di AS dan lembaga-lembaga yang menangani proses ini sangat penting bagi demokrasi mereka," kata PM Morrison dalam keterangan persnya menanggapi kemenangan Joe Biden, hari Minggu kemarin (8/11).

"Namun saya ikut bersama pemimpin negara-negara lainnya menyampaikan selamat kepada presiden terpilih Joe Biden dan istrinya Dr Jill Biden, serta wapres terpilih Kamala Harris dan suaminya Douglas Emhoff," ucap PM Morrison.

Scott Morrison congratulates president-elect Joe Biden on US election victory

Perdana Menteri Scott Morrison menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Joe Biden dan Kamala Harris sebagai Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat periode 2021-2025. (Reuters: David McNew)

Reaksi atas kemenangan Joe Biden pada umumnya positif, namun belum ada kepastian sikap resmi dari Presiden China, Xi Jinping.

Sampai hari Senin (9/11) Presiden Xi belum menyampaikan ucapa selamat kepada Joe Biden, begitu pula dari media resmi pemerintah.

Namun sejumlah pengamat di China menyatakan kemungkinan terjadinya perubahan hubungan kedua negara di bawah Pemerintahan Biden.

"Kepercayaan strategis telah rusak, kunjungan politik tingkat tinggi telah berhenti, dan tak ada lagi kerja sama yang penting," ujar Xin Qiang dari Fudan University, seperti dilaporkan media pemerintah.

"Namun Biden setidaknya mungkin akan melakukan perbaikan atas kedua aspek terakhir," katanya.

Biden tidak banyak menyuarakan isu China selama masa kampanyenya.

Pada awal kampanye, Biden hanya menyatakan akan melanjutkan sikap keras terhadap China, dan bertekad memimpin kampanye internasional untuk "menekan, mengisolasi dan menghukum China".

Namun dalam sejumlah isu seperti pengenaan tarif terhadap barang impor dari China yang diberlakukan Presiden Trump, Biden menyatakan kemungkinan untuk melakukan perubahan.

Dalam empat tahun kepemimpinan Presiden Trump, tekanan terhadap China terkait isu etnis minoritas Muslim dan gerakan demokrasi di Hong Kong, tidak menggoyahkan posisi Presiden Xi Jinping.

Ia belum lama ini menyatakan program penahanan warga etnis minoritas Muslim di China Barat "sudah tepat".

Presiden Xi juga memerintahkan tindakan tegas terhadap pihak oposisi di Hong Kong, menyebabkan para aktivis dan jurnalis ditangkapi dan dipenjara.

Artikel ini dilaporkan dan diproduksi oleh Farid M. Ibrahim

(ita/ita)