Inggris Sepi karena Lockdown, Tapi Yakin Akan Kembali Normal Sebelum Natal

ABC Australia - detikNews
Jumat, 06 Nov 2020 19:39 WIB
Jakarta -

Di saat musim dingin yang mulai masuk bumi bagian utara, angka penularan baru COVID-19 di Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa terus meningkat.

Di Amerika Serikat, 17 dari 50 negara bagian melaporkan kenaikan kasus baru COVID-19 yang mencapai rekor dalam 24 jam terakhir.

Ini terjadi setelah sehari sebelumnya tercatat kenaikan 105 ribu kasus dalam sehari.

Di Spanyol, angka kematian dalam sehari tercatat 368 orang, hingga Kamis kemarin (5/11) dan merupakan kematian tertinggi dalam gelombang kedua pandemi COVID-19 sejauh ini.

Peningkatan kasus penularan juga terjadi di Yunani, dengan 2.917 kasus hingga Kamis kemarin, angka tertinggi harian sejak bulan Februari.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson sudah menetapkan 'lockdown kedua' mulai Kamis kemarin.

Sementara di Amerika Serikat, walau terjadi peningkatan kasus, belum ada tindakan apapun yang diambil oleh pemerintah pusat di Washington DC.

Beberapa kota dan negara bagian sudah mengambil langkah baru seperti pemberlakuan jam malam dan mengurangi jumlah orang yang berkumpul.

Hanya 17 dari 50 negara bagian di Amerika Serikat yang mengharuskan warganya mengenakan masker.

Jumlah kematian juga meningkat di AS dengan rata-rata yang meninggal 850 orang sehari, naik dari 700 orang sebulan lalu.

Pembatasan Inggris tidak akan lebih dari 4 minggu

People walk past closed shops restaurants and bars in the Soho.

Inggris menerapkan lockdown tahap kedua mulai 5 November sampai dengan 2 Desember, selama empat minggu. (AP: Mark Baker)

Sementara itu di Australia, hingga hari Jumat (6/11), Melbourne mencatat sejarah baru dengan tujuh hari berturut-turut tanpa kasus penularan baru dan kematian karena COVID-19.

Oleh karena itu, salah satu pelonggaran yang diumumkan oleh Premier Daniel Andrews adalah mulai hari Senin (9/11) penerbangan dari Selandia Baru sudah bisa mendarat lagi di Melbourne.

Dalam jumpa pers, Premier Daniel mengatakan dia sudah mengirimkan surat kepada PM Australia, Scott Morrrison bahwa negara bagiannya siap menerima penumpang pesawat dari Selandia Baru.

"Saya kira ini tidak akan sulit sekali," katanya.

"Saya kira Bandara Melbourne akan sangat senang pesawat-pesawat itu akan mendarat."

"Ini tentu tidak akan terjadi dalam waktu sekejap, namun sekarang tergantung maskapai dan bandara untuk memastikan hal tersebut terjadi." kata Andrews.

Premier Daniel mengatakan mereka yang tiba dari Selandia Baru tidak perlu lagi menjalani karantina dan bebas untuk melakukan perjalanan kemana saja di negara bagian Victoria.

Mereka yang berasal dari Selandia Baru juga sudah boleh masuk ke New South Wales, Kawasan Australia Utara dan nantinya Australia Selatan.

ABC News/Reuters

Tulisan ini diproduksi oleh Sastra Wijaya.

(ita/ita)