Lobster Australia Ditahan Bandara China di Tengah Meningkatnya Selisih Dagang Kedua Negara

ABC Australia - detikNews
Rabu, 04 Nov 2020 17:46 WIB
Jakarta -

Keberadaan lobster asal Australia yang terancam mati ketika ditahan di bandara China membuat para nelayan ketakutan di tengah memanasnya sengketa dagang antara Beijing dan Canberra.

Puluhan ton lobster yang masih hidup terlantar di beberapa bandara dan tempat pengecekan China karena masih menunggu untuk diperiksa oleh petugas bea cukai akhir pekan nanti.

Menteri Perdagangan Australia Simon Birmingham mengatakan pemerintah Australia sedang menggali lebih banyak informasi dari kalangan industri tentang kejadian ini.

Namun, ia memperingatkan bahwa bila China mendiskriminasi produk Australia, tindakan tersebut melanggar aturan perdagangan internasional.

"Semua importir harus dikenai aturan standar yang setara dan tidak boleh ada diskriminasi dalam pengecekan," kata Birmingham.

Menteri Pertanian David Littleproud mengatakan bahwa China memeriksa 50 sampai 100 persen lobster batu Australia karena kekhawatiran adanya unsur metal dalam produk makanan laut tersebut.

Bila penahanan ini terus berlanjut, ia mengatakan pemerintah akan mengajukan masalah ini ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

"Kami adalah negara yang adil, kami mengikuti aturan WTO dan berharap negara yang berhubungan dagang dengan kami juga melakukannya," katanya.

"Kami berharap China mematuhi aturan WTO dan bila tidak, kami harus mempertimbangkan tindakan selanjutnya bersama badan penengah yang independen."

Crate of rock lobsters with sea and mountains in background

Menurut Menteri Pertanian Australia, China memeriksa 50 sampai 100 persen kiriman lobster asal Australia. (ABC)

Di Tasmania, seorang nelayan lobster bernama Squizzy Taylor berharap penundaan pemeriksaan ini "hanyalah kesalahan kecil".

"Saya sangat khawatir," kata Taylor.

Ia mengatakan bisnis keluarganya sejauh ini sudah banyak menjual lobster di pasar dalam negeri namun masih membutuhkan pasar China untuk bisa bertahan.

Kenyataannya, tidak hanya pengiriman lobster yang tersendat di China.

Sebelumnya, pengiriman produk Australia tahun ini lainnya yaitu batu bara, kapas, ternak sapi, gandum dan jelai asal Australia ke China juga bermasalah.

Diproduksi oleh Sastra Wijaya dari artikel dalam bahasa Inggris dari artikel yang bisa dibaca di sini.

Ikuti berita seputar pandemi Australia di ABC Indonesia.

(ita/ita)