Warga Indonesia di Melbourne Manfaatkan Tes dan Isolasi COVID-19 Demi Insentif AU$450

ABC Australia - detikNews
Kamis, 29 Okt 2020 14:58 WIB
Jakarta -

Setiap harinya, Aldi Saputra asal Tangerang yang bekerja sebagai seorang kurir minuman beralkohol di Melbourne, Australia, harus bertemu dengan 25-30 orang.

Dengan banyaknya interaksi dengan orang lain yang tidak dikenal di masa pandemi, Aldi menyadari besarnya kemungkinan tertular COVID-19.

"Saya beberapa kali mengirim [minuman] ke klaster atau daerah bahaya. Mereka sedang isolasi, [seharusnya] tidak boleh ketemu, sementara minuman yang kami kasih tidak boleh ditinggalkan di luar yang tidak ada orang," kata Aldi.

"Pernah juga saya mengantar ke hotel tempat isolasi di mana banyak pengawal di sana. Memang minuman kami titipkan ke resepsionis, tapi risiko tetap besar, karena masuk ke 'sarang COVID'."

Merasa beruntung, Aldi dapat mengakses program tes COVID-19 yang diperuntukkan bagi pekerja di Victoria agar tetap bisa berpenghasilan walaupun harus mengisolasi diri saat menunggu hasil tesnya keluar.

Melalui program 'Coronavirus (COVID-19) Test Isolation Payment', ia bisa mengklaim uang sebesar AU$450 (Rp4,6 juta) sebagai bayaran atas waktunya ketika menunggu hasil tes selama satu hari.

Untuk mendapatkan insentif tersebut, Aldi harus mengisi formulir berisi pertanyaan dalam situs Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat (DHHS) Victoria.

Jumlah pembayaran yang masih ia nantikan sampai hari ini tersebut lebih besar dari penghasilan hariannya sebesar AU$250 - AU$300 (Rp2,5 - Rp3,1 juta).

"Program ini membantu banget, membuat orang jadi rela dites dan meluangkan waktu untuk membantu pemerintah. Dikasih pengganti uang kerja juga," katanya.

Sebelumnya, nominal uang yang diberikan kepada peserta program ini adalah sebesar AU$300 (Rp 3,1 juta).

Namun, atas diskusi dengan serikat pekerja, Pemerintah Victoria menaikkan jumlah tersebut.

Menteri Utama (Premier) Victoria, Daniel Andrews mengatakan program ini diadakan untuk mendorong pekerja untuk mengajukan diri dan dites.

"Banyak orang yang merasa tidak enak badan tapi tidak mau segera dites karena takut tidak dapat bekerja," kata Daniel Andrews dalam konferensi pers di bulan Juli.

"Pembayaran AU$300 ini akan menopang keluarga dalam kondisi seperti ini sehingga mereka bisa mengambil keputusan yang tepat."

'Tergiur' insentif tes dan isolasi

Man walks past a Melbourne alley. He is wearing a puffy jacket and a mask. A sign near him reads 'closing down'.

Celah dalam sistem tes dan isolasi di Victoria turut dimanfaatkan warga Indonesia yang sedang tidak bekerja. (ABC News: Ron Ekkel)

Toni yang menyadari adanya celah dalam sistem tes dan isolasi yang dijalankan Pemerintah Victoria merasa tidak takut sudah memanfaatkannya.

Kini bekerja sebagai tukang antar makanan sambil menyebar lamaran ke beberapa perusahaan, ia berencana untuk melakukan tes yang sama bulan depan.

"Saya hanya bisa bilang sistem buatan manusia tidak sempurna. Dan ke depannya supaya bisa lebih baik lagi," ujarnya.

*Bukan nama sebenarnya.

Ikuti berita seputar pandemi Australia lainnya di ABC Indonesia.

(ita/ita)