Syarat Mampu Bahasa Asing Untuk Partner Visa: Wajar atau Tidak Masuk Akal?

ABC Australia - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 15:05 WIB
Jakarta -

Dalam pengumuman anggaran federal pada awal Oktober, Pemerintah Australia menyebutkan persyaratan Bahasa Inggris yang harus dipenuhi bagi mereka yang mengajukan 'partner visa'.

Pejabat pelaksana Menteri Imigrasi Australia, Alan Tudge menjelaskan sejumlah rincian dari persyaratan bahasa Inggris bagi mereka yang mengajukan 'partner visa' yang akan mulai berlaku pertengahan tahun 2021.

"Kami akan meminta pelamar dan sponsor untuk memenuhi kemampuan bahasa Inggris tingkat fungsional atau setidaknya melakukan upaya untuk belajar Bahasa Inggris," jelasnya.

Alan menjelaskan, salah satu upaya yang ia maksud adalah dengan menjalani sekitar 500 jam kelas bahasa Inggris gratis.

Pemerintah Australia menyebut syarat ini sebagai upaya untuk menciptakan "kohesi sosial" atau pembauran sosial.

Antariksa, warga Indonesia yang mulai menetap di Orange, NSW, Australia bersama keluarganya sejak 2019 tidak terdampak persyaratan baru Bahasa Inggris ini.

Namun, ia menilai proses aplikasi visa partner yang harus dilaluinya sangat rumit dan melelahkan.

"Paperwork-nya banyak banget dan yang sangat mengganggu sebenarnya bisa sangat personal ... misalnya bukti authenticity [asli] berupa ratusan foto dan ribuan Whatsapp message yang diminta."

"Kami beruntung karena menggunakan jasa lawyer, jadi sangat terbantu. Enggak terbayang kalau harus mengurus sendiri, apalagi ditambah syarat Bahasa Inggris," ujar Antariksa.

Meskipun memahami pentingnya penguasaan Bahasa Inggris sebagai bekal untuk tinggal di Australia, Antariksa tidak setuju jika klausul tersebut dijadikan Pemerintah Australia sebagai syarat resmi.

"[Syarat] ini nggak masuk akal. Menurutku partner visa yang utama adalah otentisitas hubungan di antara dua orang. Hubungan itu mau berjalan seperti apa, dengan bahasa apa, itu bukan urusan negara, itu urusan orang-perorang, Negara nggak perlu ikut campur," kata Antariksa.

Rencana yang memperoleh tanggapan pro dan kontra ini ternyata bukan hal yang baru, setidaknya bagi mereka yang memiliki pasangan dan memilih menetap di negara-negara Eropa Barat.

Tatty and Rommert
Setelah lulus ujian kemampuan Bahasa Belanda tingkat dasar di Indonesia, Tatty masih harus menempuh ujian lanjutan di Belanda. (Supplied)

Setelah menunggu 17 bulan, Antariksa akhirnya mendapat visa partner Australia bulan Juli tahun 2020.

Antariksa yang memperistri Edwina Brennan masih berharap Pemerintah Australia punya solusi lain demi asimilasi dan kohesi sosial selain menetapkan syarat Bahasa Inggris.

"Kalau ada masalah soal kohesi dan asimilasi [budaya], itu lain soal. Maka harus ada program mendorong kesadaran multikultural di Australia sendiri."

"Di masa lalu ada kurikulum Bahasa Indonesia dan Bahasa Vietnam yang diganti dengan Bahasa Italia di sekolah setelah sekian tahun, logikanya apa?"

Menurut Antariksa, program-program yang mendorong keterbukaan di tingkat lokal Australia juga harus dilakukan.

"Sehingga kecurigaan-kecurigaan atau cara pandang yang negatif kepada kebudayaan non-Bahasa Inggris itu jadi berkurang. Saya kira masalahnya sebenarnya ada di tingkat itu," tutur Antariksa.

Baik Tatty, Natalia, dan Candra sama-sama menyadari bahwa selain soal hubungan personal dengan pasangan, ada juga unsur komitmen pada negara tempat mereka tinggal dalam wujud visa partner.

"Saya enggak keberatan [syarat kemampuan bahasa] karena menurut saya, ini kan syarat untuk bisa tinggal di negara yang bersangkutan, bukan syarat untuk mengukur sebuah relasi," kata Natalia.

Sementara Tatty merasa semua persyaratan yang dilewatinya di Indonesia pada akhirnya berguna untuk kehidupannya di Belanda yang serba mandiri.

"Kalau ada apa-apa dengan saya saat suami sedang kerja, minimal saya bisa minta tolong tetangga. Jadi wajar kalau negara punya syarat tertentu. Bagi saya, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung," ujar Tatty.

Simak juga video 'Wacana Pemerintah Gabungkan e-Visa dengan Surat Bebas Corona':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)