Mahasiswa Internasional Segera Diizinkan Kembali ke Australia

ABC Australia - detikNews
Jumat, 09 Okt 2020 14:16 WIB
Jakarta -

Mahasiswa internasional segera akan diizinkan kembali ke Australia di tengah pandemi COVID-19 melalui proyek percobaan yang akan dilakukan Charles Darwin University (CDU). Sementara itu, biaya kuliah ilmu sosial dinaikkan.

Sekitar 70 mahasiswa akan tiba di Darwin dari Singapura pada bulan Oktober, sehingga bisa memulai perkuliahan di CDU tanggal 9 November 2020.

Bila proyek ini terlaksana, mereka akan menjadi mahasiswa internasional pertama yang kembali masuk Australia, sejak diterapkannya pembatasan perjalanan internasional bulan Maret lalu.

Para mahasiswa yang akan bergabung dalam proyek ini berasal dari China dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Mereka terbang dari Singapura ke Darwin dengan biaya sendiri.

Setibanya di Darwin, mereka akan menjalani karantina selama dua minggu di fasilitas milik Pemerintah Kawasan Australia Utara (Northern Territory) di Howard Springs.

Wakil Rektor Charles Darwin University (CDU), Andrew Everett, mengatakan proyek percobaan ini diharapkan akan menjadi langkah pertama untuk membangun kembali industri pendidikan internasional di Australia serta perekonomian NT.

"Mahasiswa asing menyumbang sekitar $99 juta (sekitar Rp990 M) bagi perekonomian NT setiap tahunnya dan mendukung [pengadaan] 500 pekerjaan," kata Everet.

"Diharapkan keberhasilan proyek percobaan ini akan membantu pemulihan ekonomi NT."

Biaya untuk kuliah ilmu sosial dan kemanusiaan di Australia naik

Sementara itu, Kamis lalu (8/10), Majelis Tinggi Parlemen Australia meloloskan Undang-iundang kontroversial di bidang pendidikan yang akan menaikkan biaya beberapa jurusan secara dramatis.

Biaya untuk jurusan ilmu sosial dan seni akan dinaikkan beberapa kali lipat.

Sementara jurusan keperawatan, matematika dan mengajar akan menjadi jauh lebih murah.

Mahasiswa ilmu hukum yang banyak tidak lulus dengan mata kuliahnya tidak lagi mendapatkan dukungan dana dari Pemerintah Australia.

Sementara itu, mahasiswa yang merupakan warga negara Australia dapat mengajukan permohonan bantuan dana kepada pemerintah ketika sudah mulai kuliah.

Bantuan ini terhitung sebagai pinjaman mahasiswa yang nantinya dibayarkan kembali secara bertahap, setelah mereka selesai kuliah dan bekerja.

Oleh karena itu, beban Pemerintah Australia cukup besar dalam memberikan subsidi kepada mahasiswanya.

Menteri Pendidikan Australia, Dan Tehan mengatakan perubahan UU ini akan mendorong mahasiswa untuk memilih jurusan dengan lapangan kerja terbanyak.

"Aturan ini akan menyediakan lebih banyak tempat kuliah untuk mahasiswa Australia, membuat harga jurusan dengan lapangan kerja terbanyak lebih murah, dan menambahkan pendanaan dan dukungan bagi mahasiswa dan universitas di kawasan pedalaman," kata Tehan beberapa hari lalu.

Perubahan UU tersebut lolos dalam pembahasan di Majelis Tinggi (Senat) Parlemen Australia setelah Pemerintah mendapat dukungan penting dari Senator Stirling Griff dari Partai 'One Nation and Centre Alliance'.

RUU ini akan dikembalikan ke Majelis Rendah (DPR), di mana terdapat dukungan mayoritas dalam partai pemerintah (koalisi Liberal dan Nasional).

Perubahan tersebut ditentang keras oleh pihak oposisi Partai Buruh, dan Partai Hijau, dan juga senator independen Rex Patrick dan Jacqui Lambie.

Mereka mengatakan perubahan tersebut akan memperbanyak utang mahasiswa yang memilih bidang studi yang lebih diminati.

Biaya kuliah yang harus dibayar mahasiswa Australia nantinya:

Band Disiplin Ilmu Biaya tahunan 1 Pendidikan, psikologi klinis, Bahasa Inggris, Matematika, Keperawatan, Bahasa, Pertanian AU$3,700 (Rp37 juta) 2 Ilmu kesehatan umum, ilmu kesehatan lain, arsitektur, Teknologi Informasi, kesenian, teknik, ilmu lingkungan, sains AU$7,700 (Rp77 juta) 3 Kedokteran, pendidikan dokter gigi, pendidikan dokter hewan AU$11,300 (Rp113 juta) 4 Hukum dan ekonomi, manajemen dan bisnis, ilmu kemasyarakatan dan budaya, ilmu kemanusiaan, komunikasi, ilmu perilaku manusia AU$14,500 (Rp145 juta)

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari artikel bahasa Inggris di sini.

Ikuti berita seputar pandemi Australia di ABC Indonesia.

(ita/ita)