Syarat Baru 'Partner Visa' ke Australia dan Dampaknya Bagi Warga Indonesia

ABC Australia - detikNews
Jumat, 09 Okt 2020 09:48 WIB
Jakarta -

Indah Melindasari, agen migrasi terakreditasi di Perth mengaku sibuk sejak Rabu pagi (7/10), setelah mendengar adanya persyaratan baru untuk 'partner visa' Australia.

KP partner visa

  • Pemerintah Australia memperkenalkan syarat baru bagi mereka yang mengajukan 'partner visa'
  • Mulai pertengahan 2021, mereka harus menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris
  • Warga Australia dengan pasangan di luar negeri khawatir dengan perubahan ini

Dalam pengumuman anggaran federal pada Selasa malam (6/10), Pemerintah Australia menyebutkan ada persyaratan bahasa Inggris yang harus dipenuhi bagi mereka yang mengajukan 'partner visa'.

Indah mengaku ia langsung menelepon sejumlah klien-nya yang hendak mengajukan 'partner visa' setelah mendengar pengumuman tersebut.

"Ini akan sangat berdampak besar sekali untuk klien-klien kita, termasuk dari Indonesia," ujar Indah kepada Erwin Renaldi dari ABC Indonesia.

Indah Melindasari

Facebook: Perwira: Indah Melindasari mengatakan syarat kemampuan berbahasa Inggris sebenarnya menguntungkan bagi mereka yang daftar 'partner visa'.

Pejabat pelaksana Menteri Imigrasi Australia, Alan Tudge menjelaskan sejumlah rincian dari persyaratan bahasa Inggris bagi mereka yang mengajukan 'partner visa'.

Alan mengatakan persyaratan baru ini akan mulai berlaku pertengahan tahun 2021.

"Kami akan meminta pelamar dan sponsor untuk memenuhi kemampuan bahasa Inggris tingkat fungsional atau setidaknya melakukan upaya untuk belajar bahasa Inggris," jelasnya.

Alan menjelaskan salah satu upaya yang ia maksud adalah dengan melakukan sekitar 500 jam kelas bahasa Inggris gratis.

Sebelumnya Pemerintah Australia menyebutkan jika persyaratan ini sebagai upaya untuk menciptakan "kohesi sosial" atau pembauran sosial.

Dari pengamatannya sebagai agen migrasi, Indah mengatakan kebanyakan migran merasa lebih nyaman untuk bersosialisasi dengan sesamanya, salah satu alasannya karena kendala bahasa.

"Memiliki kemampuan Bahasa Inggris bisa menjadi hal yang benar dan bermanfaat, bukan hanya untuk bersosialisasi, tapi juga membuka lebar kesempatan, seperti mencari kerja."

"Saya rasa pemerintah Australia juga menginginkan lebih banyak pendatang bekerja di bidang-bidang yang lebih profesional."

Tak hanya itu, menurutnya akan menjadi sebuah kesulitan bagi orang yang tidak terlalu bisa Bahasa Inggris untuk berkomunikasi atau mengatasi sejumlah masalah yang mungkin akan dihadapinya.

Pejabat pelaksana Menteri Imigrasi Australia juga mengatakan salah satu alasan menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris adalah agar pendatang yang mengalami kekerasan rumah tangga atau eksploitasi lainnya bisa mengkomunikasikannya dengan baik saat mencari pertolongan.

Tonton juga video 'Ada Wacana e-Visa dan Surat Bebas Corona, Seperti Apa Alurnya?':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)