Tiket Terbang Keliling Australia Tanpa Mendarat Laris Terjual dalam 10 Menit

ABC Australia - detikNews
Sabtu, 19 Sep 2020 09:36 WIB
Jakarta -

Industri penerbangan dan hotel adalah dua sektor yang termasuk paling terkena dampak akibat pembatasan pergerakan internasional di banyak negara saat pandemi COVID-19.

Sambil menunggu berakhirnya pandemi, muncul ide baru untuk menggerakkan dua industri tersebut dengan menawarkan penerbangan melihat tempat wisata dari udara serta menikmati liburan dari hotel berbintang di kota sendiri.

Maskapai penerbangan utama Australia, Qantas sekarang menawarkan paket bernama 'Great Southern Land', dengan yang paling murah seharga AU$787, atau sekitar Rp 8 juta, untuk kelas ekonomi.

Penerbangan akan dimulai dari Sydney dan berakhir di Sydney juga.

Di luar dugaan, menurut Qantas, hanya dalam waktu 10 menit sejak ditawarkan, 130 orang sudah membeli tiket untuk penerbangan tersebut.

An aerial view of Hayman Island

Perbatasan NSW dengan Queensland masih ditutup namun penumpang bisa melihat keindahan Great Barrier Reef dari udara. (AAP: Mick Tsikas)

Sementara itu beberapa hotel berbintang lima di Sydney mulai menawarkan paket liburan bagi warganya untuk berlibur di kota sendiri.

Paket model ini yang disebut sebagai 'bed and breakfast' tidaklah banyak dilakukan oleh hotel bintang lima yang lebih biasa menjamu tamu-tamu internasional dari mancanegara.

Tapi kini Hotel Hyatt Regency, yang merupakan hotel terbesar di Australia dengan 892 kamar mulai menawarkannya.

"Kami memiliki beberapa acara besar yang akan terjadi bulan Maret dan April, namun semua harus dibatalkan ketika perbatasan ditutup," kata manajer umum hotel Jane Lyons.

Sebagian besar hotel di Sydney sepi sejak Maret lalu, karenanya Hyatt Regency sekarang mengincar warga biasa untuk menginap.

"Kita sudah sering bepergian ke luar negeri dan menghabiskan liburan di luar Australia, namun saya kira kita kadang perlu diingatkan mengenai banyaknya hal yang bisa ditawarkan oleh Sydney."

"Kami berusaha menarik pasar keluarga dengan paket bed and breakfast, dimana dulunya secara tradisional hotel-hotel besar tidak melakukannya lagi," tambah Jane.

Ia mengatakan dirinya masih masih optimistis jika para pelancong bisnis akan kembali lagi, meski sekarang semakin banyak orang bekerja dari rumah.

"Saya kira kita tidak bisa menggantikan suasana emosional pertemuan secara langsung, dan itulah yang kami dengar dari mereka yang banyak bergerak di bidang bisnis," jelasnya.

Di awal bulan September tingkat hunian hotel di Sydney turun 64 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, bahkan di bulan Maret tingkat hunian pernah turun hampir 90 persen.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dengan artikel dalam bahasa Inggris mengenai penerbangan dan hotel

(ita/ita)